Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Racikan Bojan Hodak Persib Bandung Mulai Matang, Bobotoh Deg-degan: Akankah Back to Back Jadi Triple Juara?

Rendra Febrian Permana • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:40 WIB

 

Racikan Bojan Hodak Persib Bandung Mulai Matang, Bobotoh Deg-degan: Akankah Back to Back Jadi Triple Juara?
Racikan Bojan Hodak Persib Bandung Mulai Matang, Bobotoh Deg-degan: Akankah Back to Back Jadi Triple Juara?

BLITAR - Musim 2025–2026 menjadi periode penuh tantangan bagi Bojan Hodak Persib Bandung. Dari total 31 pemain yang didaftarkan, sebanyak 22 nama merupakan wajah baru, baik pemain asing, lokal, maupun binaan klub. Situasi ini membuat kekompakan tim sempat jauh dari ideal, terutama pada awal musim ketika komunikasi antarpemain di lapangan terlihat belum padu.

Namun, seiring berjalannya waktu, racikan Bojan Hodak Persib Bandung mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Jika diibaratkan sebagai seorang chef, Bojan Hodak kini tengah meramu bahan-bahan terbaik untuk menghasilkan sajian juara. Pertanyaannya, apakah racikan itu akan benar-benar matang dan membawa Persib menorehkan sejarah juara untuk ketiga kalinya secara beruntun?

Trauma Golden Era 2017 Kembali Membayangi

Bobotoh tentu masih mengingat musim 2017, saat Persib Bandung mengusung jargon Golden Era. Kala itu, manajemen membuat gebrakan besar dengan mendatangkan Michael Essien, Carlton Cole, hingga Rafael Maitimo. Launching tim di Stadion Siliwangi bahkan dihadiri lebih dari 20 ribu Bobotoh dan disebut sebagai yang paling fenomenal dalam sejarah klub.

Ekspektasi tinggi itu justru berujung kekecewaan. Carlton Cole tampil jauh dari harapan dan kontraknya diputus lebih awal. Persib hanya mampu finis di posisi ke-13 Liga 1 2017, menjadi salah satu prestasi terburuk klub sejak era tanpa dana APBD.

Trauma itulah yang kembali muncul ketika Persib kembali agresif di bursa transfer musim ini.

Skuad Termahal dalam Sejarah Liga Indonesia

Berbeda dengan 2017, musim ini Persib mengusung tema Asia Level Club. Targetnya bukan sekadar dominasi domestik, tetapi juga bersaing di level Asia. Manajemen pun rela merogoh kocek dalam dengan mendatangkan pemain berpengalaman Eropa seperti Tom Haye, Eliano Reijnders, Federico Barba, hingga Andrew Jung.

Saat ini, skuad Persib Bandung tercatat sebagai yang termahal sepanjang sejarah klub, bahkan Liga Indonesia, dengan nilai pasar mencapai Rp18,36 miliar. Tom Haye menjadi pemain termahal dengan nilai Rp17,38 miliar. Meski demikian, skuad mahal tak otomatis menjamin prestasi.

Statistik Awal Musim Masih di Jalur Tepat

Di bawah arahan Bojan Hodak Persib Bandung, performa tujuh laga awal musim ini justru terbilang lebih baik dibanding dua musim sebelumnya. Persib mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan di dua ajang, BRI Super League dan AFC Champions League 2, dengan raihan 14 poin.

Sebagai perbandingan, pada musim 2023–2024 Persib hanya mengumpulkan 12 poin dari tujuh laga awal, sementara musim 2024–2025 mengoleksi 10 poin. Artinya, secara statistik Persib masih berada di jalur yang benar.

Baca Juga: Manchester United Siaga Deadline Day, Michael Carrick Siapkan Kejutan Transfer dan Rencana Besar Lini Tengah

Lini Belakang Jadi Fondasi Kuat

Salah satu aspek paling menonjol musim ini adalah lini pertahanan. Kehadiran Federico Barba, Marc Klok? (No, wrong—skip), Matti Riccardi, Julio Cesar, dan Fran Putros membuat lini belakang Persib lebih solid. Lawan-lawan kesulitan menciptakan peluang bersih meski masih terjadi miskomunikasi kecil.

Secara keseluruhan, lini belakang musim ini dinilai sebagai yang terbaik dalam tiga musim terakhir di era Bojan Hodak.

PR Lini Depan dan Peran Staf Pelatih

Sebaliknya, lini tengah dan depan masih menyisakan pekerjaan rumah. Produktivitas gol Persib saat ini belum setajam musim 2023–2024, ketika Goran Paulic menjadi asisten pelatih dan lini serang Maung Bandung sangat mematikan.

Kini, Igor Tolic mengisi peran tersebut dengan karakter berbeda. Absennya pelatih khusus striker dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketajaman Persib musim ini.

Menuju Sejarah Baru Persib Bandung

Dalam sejarah Persib, hanya tiga pelatih yang sukses mempersembahkan gelar back to back champions: Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, dan Bojan Hodak. Namun, hanya Bojan Hodak Persib Bandung yang berpeluang mencetak sejarah juara tiga kali beruntun.

Kemenangan terakhir atas Arema FC menjadi sinyal kuat mentalitas juara mulai terbentuk. Racikan Bojan Hodak memang belum sempurna, tetapi prosesnya jelas terlihat. Bobotoh kini hanya perlu bersabar menanti, apakah sajian terakhir yang dihidangkan benar-benar akan menjadi menu juara.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#bobotoh #BRI Super League 2025 2026 #bojan hodak #skuat termahal liga indonesia #persib bandung