Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mariano Peralta ke Persib Bandung Kian Nyata, Bocoran Mega Transfer Rp10,4 Miliar di Tengah Badai Sanksi dan Efek Investor Baru

Rendra Febrian Permana • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:30 WIB
Mariano Peralta ke Persib Bandung Kian Nyata, Bocoran Mega Transfer Rp10,4 Miliar di Tengah Badai Sanksi dan Efek Investor Baru
Mariano Peralta ke Persib Bandung Kian Nyata, Bocoran Mega Transfer Rp10,4 Miliar di Tengah Badai Sanksi dan Efek Investor Baru

BLITAR – Rumor Mariano Peralta ke Persib Bandung semakin menguat dan berpotensi menjadi salah satu transfer paling fenomenal dalam sejarah Liga Indonesia. Di tengah badai sanksi Komite Disiplin PSSI, sorotan global akibat kedatangan Layvin Kurzawa, hingga masuknya investor besar seperti Unilever, Maung Bandung disebut sedang menyiapkan gebrakan besar pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025–2026.

Kebutuhan Persib akan sosok kreator serangan menjadi alasan utama mengapa isu Mariano Peralta ke Persib Bandung kembali mencuat. Pangeran Biru kehilangan figur nomor 10 setelah mencoret William Marsilio, sementara produktivitas gol tim dalam beberapa laga terakhir dinilai belum optimal. Dalam lima pertandingan terakhir, Persib hanya mencetak lima gol, meski kerap menciptakan peluang emas.

Persib Dihantam Sanksi Disiplin Rp115 Juta

Sebelum membahas manuver transfer, Persib Bandung lebih dulu menjadi sorotan akibat sanksi disiplin. Komite Disiplin PSSI menjatuhkan tiga hukuman berbeda dengan total denda mencapai Rp115 juta hanya dalam kurun dua pekan.

Sanksi pertama berasal dari laga Persik Kediri kontra Persib Bandung pada 5 Januari 2026. Persib didenda Rp25 juta karena kehadiran suporter tamu yang melanggar regulasi kompetisi. Hukuman berikutnya muncul usai laga panas Persib vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 11 Januari 2026.

Dalam laga tersebut, Komdis mencatat aksi pelemparan botol dan benda lain ke lapangan dari tribun selatan dan barat selatan yang berujung denda Rp30 juta. Selain itu, penyalaan petasan sebanyak lima kali di tribun utara dan selatan membuat Persib kembali didenda Rp60 juta karena dianggap membahayakan keselamatan.

Efek Global Kurzawa dan Catatan Legenda Persib

Di luar isu disiplin, Persib Bandung menikmati sorotan global usai mendatangkan mantan bintang PSG, Layvin Kurzawa. Kedatangan Kurzawa bahkan diunggah oleh Fabrizio Romano, akun resmi FIFA World Cup, hingga mendapat like dari Kylian Mbappe dan PSG.

Namun, mantan kiper Persib, Edi Kurnia, mengingatkan bahwa branding besar harus diiringi kontribusi nyata. Ia menekankan pentingnya kebugaran, adaptasi budaya, dan etika di luar lapangan agar Kurzawa tidak bernasib seperti Michael Essien yang datang sebagai bintang, namun kurang maksimal.

“Ini Persib, marwahnya besar. Pemain bintang harus efektif dan reguler bermain, bukan sekadar nama besar,” tegas Edi.

Unilever Masuk, Rumor Mariano Peralta Menguat

Masuknya PT Unilever Indonesia Tbk sebagai mitra strategis Persib melalui brand Rinso dan Sunlight dinilai menjadi game changer. Kolaborasi ini bukan hanya soal branding, tetapi juga memperkuat fondasi finansial klub.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyebut kemitraan ini membawa nilai loyalitas dan kebersamaan. Sementara CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, menegaskan Persib adalah identitas masyarakat Jawa Barat, bukan sekadar klub sepak bola.

Tak heran jika suntikan kekuatan finansial ini dikaitkan dengan rumor Mariano Peralta ke Persib Bandung. Winger milik Borneo FC tersebut disebut bakal ditebus dengan nilai fantastis mencapai Rp10,43 miliar.

Mariano Peralta, Solusi Mandeknya Lini Depan

Mariano Peralta bukan nama baru bagi Persib. Pemain Argentina berusia 27 tahun itu sempat masuk radar pada awal musim 2025–2026 sebagai pengganti Ciro Alves. Namun saat itu, Peralta memilih memperpanjang kontraknya di Borneo FC hingga 30 Juni 2026.

Statistiknya berbicara lantang. Pada musim 2024–2025, Peralta mencatatkan 10 gol dan 14 assist dari 35 laga. Musim ini, performanya tetap impresif dengan torehan 10 gol dan 8 assist bersama Pesut Etam.

Dengan kontrak yang akan habis akhir musim, Borneo FC berada dalam dilema. Jika menolak melepas Peralta sekarang, mereka berisiko kehilangan sang pemain secara gratis. Situasi ini membuat peluang Mariano Peralta ke Persib Bandung semakin terbuka.

Selain sebagai winger, Peralta juga bisa dimainkan sebagai penyerang tengah. Fleksibilitas ini dinilai cocok dengan kebutuhan Persib yang tengah mencari solusi atas tumpulnya lini depan.

Kini, publik menanti langkah nyata manajemen Maung Bandung. Akankah mega transfer ini benar-benar terwujud, atau justru Persib kembali gagal mengamankan target lamanya?(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#Tranfer Liga 1 #bursa tranfer persib bandung #Mariano Peralta #BRI Super League #persib bandung