BLITAR – Atmosfer Proliga 2026 kembali meledak di GOR Volly Indoor Sumut Sport Center, Kota Medan. Laga panas yang mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) kontra Jakarta Livin Mandiri pada Jumat malam (16/1/2026) tidak hanya menyajikan duel taktik kelas atas, tetapi juga melahirkan momen mengerikan yang langsung viral. Nama pemain asing Livin Mandiri, Ceyda Aktas, mendadak jadi sorotan setelah menjadi korban terbaru dari "Headshot" maut Megawati Hangestri Pertiwi.
Insiden tersebut terjadi pada sebuah rally panjang di set krusial. Megawati Hangestri, yang menerima umpan matang, meloncat tinggi dan melepaskan smash keras lurus ke jantung pertahanan lawan. Bola meluncur bak peluru dan menghantam tepat di kepala Ceyda Aktas yang terlambat mengantisipasi arah bola. Benturan keras itu membuat pemain asal Turki tersebut terpental dan jatuh ke lantai, seketika membuat seisi arena terdiam.
Pengakuan Ceyda Aktas: Tekanan Mental Megatron
Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis dan melanjutkan pertandingan, Ceyda Aktas mengakui bahwa mental dan konsentrasinya terganggu pasca-kejadian tersebut. Dalam sesi wawancara setelah laga, Ceyda tampak masih tegang saat menceritakan pengalamannya menghadapi kekuatan serangan pemain yang dijuluki Megatron tersebut.
"Saya sudah lama bermain di berbagai liga, tapi jujur saja, smash seperti itu sangat jarang saya hadapi. Rasanya seperti tidak ada waktu sama sekali untuk bereaksi. Benturannya keras dan saya sempat kehilangan fokus sesaat," ujar Ceyda Aktas dengan nada bergetar. Ia juga menambahkan bahwa setiap kali Megawati Hangestri melompat, muncul rasa was-was yang membuat timnya selalu satu langkah terlambat dalam bertahan.
Dominasi JPE Sejak Set Pembuka
Pertandingan ini sebenarnya sudah menunjukkan dominasi Jakarta Pertamina Enduro sejak peluit awal dibunyikan. Tim yang diperkuat Megawati Hangestri ini langsung unggul cepat 3-0. Meski Livin Mandiri sempat memberikan perlawanan melalui monster block dan serangan Yola Yuliana, JPE tetap mampu mengendalikan permainan dengan organisasi serangan yang rapi.
Pada technical time out pertama, JPE memimpin 8-4. Keunggulan tersebut semakin diperlebar melalui service ace mematikan dari Megawati Hangestri yang mengubah skor menjadi 9-4, memaksa pelatih Livin Mandiri mengambil time out cepat. Namun, laju JPE tetap tak terbendung. Penampilan kolektif dari legiun asing JPE, Yana Sherban dan Wilma Salas, semakin memperkokoh posisi tim hingga menutup set pertama dengan skor telak 25-15 melalui service ace dari Risa Mearianti.
Megawati Hangestri: Momok Psikologis Lawan
Kemenangan 3-1 yang diraih Jakarta Pertamina Enduro atas Jakarta Livin Mandiri menegaskan reputasi Megawati Hangestri sebagai salah satu opposite paling ditakuti di Proliga 2026. Banyak pengamat menilai bahwa efektivitas serangan Megawati bukan hanya soal perolehan poin, melainkan efek psikologis yang ia berikan kepada lawan.
Setiap ayunan tangan Megawati kini menjadi simbol dominasi total JPE di lapangan. Bagi Ceyda Aktas, malam di Medan mungkin menjadi pengalaman yang tak terlupakan, sementara bagi Megawati, satu headshot lagi semakin mengukuhkan statusnya sebagai momok nyata. Proliga 2026 masih panjang, namun setiap tim kini menyadari bahwa menghadapi Megawati Hangestri berarti harus siap secara fisik maupun mental menghadapi gempuran serangan yang tidak kenal ampun. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada