BLITAR– Aroma persaingan panas antara dua rival abadi kembali membara di bursa transfer Super League musim ini. Bintang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangun, secara mengejutkan dikabarkan telah mengambil sikap tegas untuk tolak Persija demi Persib Bandung. Kabar ini mencuat setelah pemain berusia 27 tahun itu disebut-sebut lebih tertarik bergabung dengan proyek jangka panjang yang ditawarkan oleh Maung Bandung ketimbang berlabuh di Ibu Kota.
Jika transfer ini benar-benar terwujud, maka Persib Bandung akan semakin kental dengan nuansa skuad Garuda. Ragnar diproyeksikan bakal menyusul jejak rekan sejawatnya di Timnas, seperti Tom Haye dan Eliano Reijnders, yang sudah lebih dahulu merapat ke pelukan Pangeran Biru. Langkah besar ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim rival yang harus menghadapi kekuatan "Timnas Mini" di level klub.
Alasan di Balik Penolakan terhadap Persija Jakarta
Keputusan Ragnar Oratmangoen untuk mengabaikan tawaran Persija Jakarta bukan tanpa alasan yang kuat. Berdasarkan laporan Harian Fajar, pemain yang memiliki kualitas eksplosif ini menilai Persib Bandung atau Persebaya Surabaya menawarkan proyek teknis yang jauh lebih stabil dibandingkan klub Ibu Kota. Faktor stabilitas tim di bawah arahan Bojan Hodak menjadi daya tarik utama bagi pemain keturunan ini untuk meniti karier di tanah air.
Di sisi lain, Persija Jakarta sendiri baru saja meresmikan kedatangan Saint Patinama, sementara Persib sudah mengamankan jasa Dion Marx. Dinamika ini membuat Ragnar harus lebih selektif dalam memilih klub yang bisa memberikan jaminan menit bermain serta peran yang jelas di lapangan. Pilihan untuk menolak Persija adalah bentuk ambisi Ragnar untuk kembali menemukan performa terbaiknya di lingkungan tim yang sudah matang secara sistem.
Bojan Hodak dan Skenario Menghidupkan Kembali Karier Ragnar
Situasi Ragnar di klubnya saat ini, FC Dender di Liga Belgia, memang sedang tidak ideal. Sepanjang musim ini, ia tercatat hanya tampil sebanyak 10 kali dengan total durasi bermain yang sangat minim, yakni 220 menit. Meski sempat mencetak satu gol, catatan tersebut dianggap terlalu sedikit bagi pemain dengan profil setinggi Ragnar.
Dengan sisa kontrak yang hanya tinggal sekitar 6 bulan lagi di Belgia, opsi kembali ke Indonesia melalui pintu Persib Bandung menjadi skenario yang sangat realistis. Di bawah asuhan Bojan Hodak, Ragnar diprediksi akan kembali bersinar karena sang pelatih dikenal piawai dalam memaksimalkan potensi pemain fleksibel. Bojan bisa menempatkan Ragnar sebagai winger yang menusuk tajam atau sebagai second striker yang berdiri tepat di belakang penyerang utama.
Geliat Bursa Transfer yang Semakin Memanas
Kehadiran Ragnar Oratmangoen di radar transfer Persib menambah daftar panjang ambisi Maung Bandung untuk menguasai papan atas klasemen Super League. Kehadirannya tidak hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga memperkaya variasi taktik bagi tim pelatih dalam membongkar pertahanan lawan yang kokoh.
Bagi Bobotoh, kabar mengenai Ragnar yang lebih memilih Bandung ketimbang Jakarta adalah kemenangan psikologis tersendiri sebelum pertandingan di lapangan dimulai. Kini, publik sepak bola nasional tinggal menanti pengumuman resmi dari manajemen terkait peresmian transfer yang akan menjadikan Persib sebagai tim paling bertabur bintang di Indonesia. Jika kesepakatan ini rampung, sektor penyerang Maung Bandung dipastikan akan menjadi yang paling ditakuti oleh lawan manapun di musim 2026 ini. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada