Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Komunitas Pecinta Alam Kumbang Adventure Blitar yang Beranggotakan Anak Gen Z

Oksania Difa Ilmada • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:30 WIB

KOMPAK: Komunitas Kumbang Adventure bersama beberapa wisatawan saat akan menuju Air Terjun Jurug Bening.  Mengenal Komunitas Gen Z Kumbang Adventure Blitar
KOMPAK: Komunitas Kumbang Adventure bersama beberapa wisatawan saat akan menuju Air Terjun Jurug Bening. Mengenal Komunitas Gen Z Kumbang Adventure Blitar

BLITAR KAWENTAR - Kumbang Adventure awalnya lahir dari hobi dan ketertarikan para anggotanya terhadap kegiatan alam.

Meski bukan menjadi pekerjaan utama, hobi tersebut kemudian dikembangkan menjadi peluang usaha tambahan yang dikelola secara serius.


Ketua Kumbang Adventure, Daniel Frenkisen mengatakan, komunitas ini resmi berdiri pada 7 Desember 2024 lalu.

Hingga kini, komunitas penghobi adventure ini memiliki lima anggota inti yang seluruhnya merupakan Gen Z asal Kota dan Kabupaten Blitar.

Selain Daniel sebagai ketua, anggota lainnya yakni Titus Bimantara Saputra, 23, Estu Wigati, 21, Adam Fajar Pratama, 21, dan Corrie Rahula Nikosi, 22.

“Kumbang Adventure ini berisi anak-anak muda yang memang punya minat sama, khususnya di kegiatan alam, terutama yang sifatnya petualangan,” ujar pemuda 22 tahun ini.


Dia menuturkan, ide pendirian komunitas ini juga dipengaruhi oleh tren di media sosial (medsos).

Banyak anak muda tertarik pada eksplorasi alam seperti mendaki gunung hingga canyoneering, namun belum semuanya memiliki pengalaman dan pendampingan yang memadai, khususnya bagi pemula.

“Dari situ, kami ingin membuka jasa open trip yang aman dan bisa diikuti pemula sekaligus mengenalkan potensi wisata alam yang ada di Blitar,” katanya.


Saat ini, Kumbang Adventure melayani open trip pendakian ke sejumlah gunung di sekitar wilayah Blitar, seperti Gunung Kelud, Kawi, dan Buthak.

Selain itu, komunitas ini juga membuka perjalanan ke luar daerah, di antaranya Gunung Lawu dan Gunung Wilis.

Untuk aktivitas canyoneering, destinasi yang ditawarkan berada di Air Terjun Jurug Bening, Blitar.

“Peserta open trip yang kami layani tidak hanya berasal dari Blitar dan sekitarnya, tetapi juga dari luar kota seperti Surabaya, bahkan luar pulau, seperti Medan,” akunya anak muda ramah ini.


Dalam membangun komunitas ini, Daniel bersama anggota lain membangunnya dari lingkar pertemanan yang sudah saling mengenal dan memiliki minat yang sama.

Sebelum membuka layanan secara luas, para anggota terlebih dahulu menjalani berbagai latihan dasar, seperti teknik tali-temali, rescue, hingga simulasi canyoneering di area jembatan Wlingi.


Meski telah berjalan cukup baik, Kumbang Adventure masih menghadapi tantangan, terutama terkait akses menuju lokasi wisata dan keterbatasan penginapan bagi peserta dari luar kota.

“Kalau internal, mungkin lebih ke beda pendapat. Tapi dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” terangnya.


Terkait respons masyarakat, Daniel mengakui bahwa pada awalnya masih terdapat pandangan negatif karena wisata alam kerap dikaitkan dengan mitos atau kesan mistis.

Namun, seiring meningkatnya jumlah pengunjung, masyarakat mulai menerima keberadaan komunitas tersebut.


Ke depan, Kumbang Adventure berharap dapat terus berkembang dan menghadirkan inovasi baru di bidang wisata alam.

Dia juga berpesan kepada anak muda yang ingin memulai usaha berbasis passion agar menyiapkan mental dan modal dengan matang.

“Meski berawal dari hobi, usaha itu tetap butuh mental, fisik, dan kesiapan dana,” pesannya. (*/c1/ady)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#Open Trip Blitar #Canyoneering Blitar #Kumbang Adventure #wisata alam blitar #gunung kelud