Kedatangan Dan sebagai striker baru Persebaya tentu menjadi angin segar di tengah persiapan tim menghadapi ketatnya kompetisi. Dalam video perkenalan resminya, pemain yang memiliki postur tegap ini mengaku sangat antusias bisa bergabung dengan klub yang memiliki basis suporter terbesar di Indonesia. Baginya, atmosfer sepak bola di Surabaya adalah magnet yang sulit ditolak oleh pemain profesional manapun.
Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Pahlawan, Dan tampaknya sudah siap menghadapi tantangan non-teknis, salah satunya adalah cuaca. "Di sini (Surabaya) memang sedikit panas, tapi bagi saya itu bukan masalah," ujarnya dengan santai. Pernyataan ini menjadi sinyal positif bahwa sang striker baru Persebaya memiliki mentalitas baja dan tidak akan menjadikan faktor adaptasi lingkungan sebagai alasan untuk tidak tampil perform.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Damkar Kabupaten Blitar Berhasil Evakuasi Tujuh Biawak Masuk Rumah Warga
Fleksibilitas Taktikal: Bisa Jadi Ujung Tombak atau Sayap
Salah satu nilai plus yang ditawarkan Dan adalah versatilitasnya di lapangan hijau. Dalam wawancaranya, ia menegaskan bahwa posisi favoritnya adalah Center Forward (penyerang tengah). Namun, ia bukan tipikal striker yang statis menunggu bola.
"Posisi favorit saya adalah penyerang tengah, tapi saya juga bisa bermain di sayap (wing)," ungkap Dan. Kemampuan multiposisi ini tentu menjadi kabar baik bagi tim pelatih. Dengan skema permainan sepak bola modern yang cair, kehadiran Dan memungkinkan Persebaya untuk memainkan strategi yang lebih dinamis. Ia bisa menjadi target man di dalam kotak penalti, atau melebar untuk membuka ruang bagi second line masuk menusuk ke pertahanan lawan.
Harapan Dan pun sederhana namun ambisius: "Saya berharap setiap waktu saya bisa memberikan segalanya dari diri saya untuk mencetak banyak gol." Kalimat ini menegaskan instingnya sebagai seorang predator kotak penalti yang lapar akan gol.
Misteri Nomor Punggung 91 dan Magis GBT
Hal menarik lainnya dari rekrutan anyar ini adalah pemilihan nomor punggung. Alih-alih memilih nomor keramat seperti 9 atau 10 yang identik dengan penyerang utama, Dan justru memilih nomor punggung 91. "Nomor saya 91, karena itu adalah angka keberuntungan saya," jelasnya.
Pemilihan nomor besar sering kali menjadi identitas unik bagi pemain asing di Liga Indonesia. Dengan nomor 91 di punggungnya, Dan bertekad menuliskan sejarah baru. Ia juga secara khusus menyebut ketidaksabarannya untuk segera merumput di kandang Persebaya.
"Saya sangat senang berada di sini. Saya ingin datang karena tahu ini klub terbesar di Indonesia. Saya tak sabar memainkan laga pertama saya di GBT dan melihat atmosfer luar biasa itu," tambahnya. Meski dalam transkrip sempat terdengar ia menyebut stadion dengan pelafalan yang kurang pas, jelas yang dimaksud adalah Gelora Bung Tomo (GBT), kawah candradimuka yang selalu membuat nyali lawan ciut.
Baca Juga: Viral Surat Tanah Adat Tak Berlaku Mulai 2 Februari 2026, ATR/BPN Tegaskan Bukan Disita Negara
Koneksi Balkan: Reuni dengan Slavko
Proses adaptasi Dan diprediksi akan berjalan lebih mulus berkat keberadaan kompatriotnya. Ia menyebut nama "Slav" yang merujuk pada Slavko, pemain belakang Persebaya. Keduanya memiliki koneksi kedaerahan yang kuat.
"Ya, saya kenal Slav (Slavko) karena dia pemain Montenegro (Monegan), orang-orang dari Balkan," tuturnya. Keberadaan rekan satu bahasa dan satu kultur tentu akan sangat membantu Dan dalam memahami karakter tim dan budaya di Surabaya dengan lebih cepat. Chemistry di luar lapangan ini diharapkan bisa menular ke dalam lapangan, menciptakan soliditas tim yang kokoh.
Target Juara: Beri 200 Persen di Lapangan
Menutup sesi perkenalannya, Dan tidak ragu memasang target tinggi. Ia tidak hanya ingin sekadar bermain, ia ingin juara. Mentalitas pemenang inilah yang sangat dibutuhkan Persebaya untuk mengarungi sisa musim kompetisi.
"Saya ingin tim memenangkan kejuaraan. Saya akan memberikan yang terbaik dari diri saya di setiap pertandingan, di setiap latihan. Saya akan memberikan 200 persen di atas lapangan," tegasnya menutup pembicaraan. Janji "200 persen" ini tentu menjadi musik yang indah di telinga para Bonek yang selalu menuntut totalitas dari setiap pemain yang mengenakan lambang Sura dan Baya di dada. Selamat datang, Dan! (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar