Kepastian mengenai perpanjangan kontrak Dejan Tumbas ini tentu mengundang tanya di kalangan Bonek dan Bonita. Pasalnya, jika menilik dari durasi bermain, Dejan belum genap satu musim penuh berseragam hijau-hijau. Namun, manajemen Persebaya memiliki alasan kuat dan visi jangka panjang yang mendasari keputusan tersebut. Langkah ini diklaim bukan keputusan impulsif, melainkan hasil evaluasi matang bersama tim pelatih.
Dalam konfirmasinya, manajemen menegaskan bahwa opsi perpanjangan kontrak Dejan Tumbas sebenarnya sudah masuk dalam skema awal pembicaraan. "Perekrutan Tumbas kan sudah kita bicarakan dengan pelatih Paul Munster. Artinya, di pertengahan musim itu salah satu yang memang kita bicarakan dengan pelatih dan memang ada klausul perpanjangan," ungkap perwakilan manajemen. Pernyataan ini menegaskan bahwa Dejan adalah bagian dari rencana besar Paul Munster untuk kerangka tim musim depan.
Rekomendasi Langsung Paul Munster
Faktor kunci di balik bertahannya pemain berusia 25 tahun ini adalah rekomendasi langsung dari sang arsitek, Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara tersebut tampaknya melihat potensi besar dalam diri Dejan yang sesuai dengan filosofi permainannya untuk musim depan. Manajemen memastikan bahwa tidak ada keraguan mengenai posisi pelatih kepala, sehingga rekomendasi pemain yang diberikan oleh Munster menjadi prioritas untuk dieksekusi.
Keputusan ini juga menepis anggapan bahwa manajemen hanya menilai pemain dari satu atau dua pertandingan saja. "Jadi memang tidak serta-merta ini baru main berapa pertandingan kemudian kita perpanjang. Tapi memang sudah lewat proses-proses sejak awal kita mengutak-atik," tambah manajemen. Hal ini menunjukkan adanya perencanaan skuad (squad planning) yang lebih dini dilakukan oleh Persebaya demi memperbaiki prestasi yang dinilai belum maksimal pada musim ini.
Evaluasi yang dilakukan manajemen pun bersifat menyeluruh. Perbaikan tidak hanya difokuskan pada lini depan, tetapi mencakup lini belakang, tengah, hingga posisi penjaga gawang. Dengan mengamankan tanda tangan Dejan lebih awal, Persebaya berharap memiliki fondasi tim yang lebih solid saat memasuki masa pramusim nanti.
Transformasi Posisi: Dari Striker ke Gelandang Petarung
Statistik Dejan Tumbas mungkin tidak terlalu mentereng jika dilihat dari kacamata seorang striker murni. Hingga berita ini diturunkan, ia baru menjalani 10 laga bersama Persebaya dengan catatan satu assist. Namun, angka statistik tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya tolak ukur kontribusinya di lapangan. Ada peran taktis yang lebih dalam yang dimainkan oleh eks pemain yang didatangkan bersama Dusan Stevanovic ini.
Pada awal kedatangannya, Dejan memang diplot sebagai ujung tombak. Namun, dalam beberapa laga terakhir, Paul Munster melakukan eksperimen taktis dengan menggeser posisi Dejan sedikit ke belakang menjadi gelandang. Perjudian taktis ini ternyata membuahkan hasil positif. Dejan sukses menjalankan peran barunya dengan sangat baik.
Sebagai gelandang, agresivitas dan postur tubuhnya menjadi aset berharga. Ia tidak hanya bertugas mengalirkan bola, tetapi juga menjadi pemutus serangan lawan pertama di lini tengah. Gaya mainnya yang "ngeyel" dan rajin menjemput bola menjadikannya motor serangan yang dinamis. Transformasi inilah yang diyakini menjadi alasan kuat mengapa Munster bersikeras mempertahankan Dejan. Ia menawarkan fleksibilitas taktik yang jarang dimiliki pemain asing lainnya.
Nasib Berbeda dengan Trio Asing Lainnya
Kepastian masa depan Dejan Tumbas ini justru berbanding terbalik dengan nasib tiga pemain asing Persebaya lainnya. Slavko Damjanovic, Mohammed Rashid, dan Gilson Costa hingga kini belum mendapatkan kepastian mengenai masa depan mereka di Surabaya. Padahal, ketiga pemain tersebut didatangkan sejak awal musim.
Situasi ini semakin menegaskan bahwa manajemen Persebaya sedang melakukan seleksi alam yang sangat ketat. Hanya pemain yang benar-benar sesuai dengan skema Paul Munster musim depan yang akan dipertahankan. Dejan Tumbas menjadi satu dari tiga pemain asing yang sudah dipastikan aman, sementara sisanya masih harus berjuang di tujuh laga sisa Liga 1 2024/2025 untuk membuktikan kualitas mereka.
Tujuh pertandingan tersisa di musim ini akan menjadi panggung pembuktian lebih lanjut bagi Dejan. Dengan kontrak baru di tangan, ia diharapkan bisa tampil lebih lepas dan memberikan kontribusi lebih besar, baik dalam bentuk gol maupun assist. Bonek tentu berharap, keputusan manajemen mempertahankan Dejan adalah langkah awal kebangkitan Green Force untuk kembali menjadi penantang serius gelar juara di musim depan. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar