BLITAR – Gebrakan Persib Bandung di bursa transfer paruh musim 2026 tampaknya masih jauh dari kata usai. Setelah sukses mendaratkan nama-nama besar seperti Layvin Kurzawa dan Dion Marx, kini radar manajemen Maung Bandung mulai beralih fokus untuk mempertajam lini serang. Nama bintang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangun, mendadak mencuat sebagai kandidat kuat pengisi slot lini depan skuad asuhan Bojan Hodak.
Kabar ini pertama kali ditiupkan oleh akun fanbase @slidingtackle, yang menyebutkan bahwa Persib tengah menjalin pembicaraan serius dengan seorang pemain muda naturalisasi yang berposisi sebagai striker. Sontak, rumor ini memicu spekulasi luas di kalangan Bobotoh. Mengingat kebutuhan tim akan daya dobrak tambahan untuk mengarungi sisa musim yang krusial, sosok Ragnar dianggap sebagai kepingan puzzle yang paling masuk akal.
Faktor Mauro Zijlstra dan Peluang "Tikungan" Tajam
Awalnya, terdapat dua nama pemain diaspora yang santer dikaitkan dengan klub-klub besar Indonesia, yakni Mauro Zijlstra dan Ragnar Oratmangun. Namun, peluang Persib untuk mendapatkan Mauro Zijlstra dilaporkan kian menipis. Media Belanda, Voetbal Primeur, menyebutkan bahwa rival abadi Persib, Persija Jakarta, sudah melangkah lebih maju dengan menawarkan kontrak jangka panjang berdurasi 2,5 tahun kepada Mauro.
Kondisi tersebut secara otomatis mengerucutkan pilihan Persib kepada satu nama besar: Ragnar Oratmangun. Peluang Persib untuk memboyong Ragnar terbilang sangat terbuka lebar. Saat ini, situasi Ragnar di klubnya, FCV Dender (Belgia), sedang tidak ideal. Ia lebih sering duduk di bangku cadangan dengan total menit bermain di bawah 300 menit. Dengan kontrak yang akan segera berakhir, Ragnar diprediksi kuat akan mencari tantangan baru demi mendapatkan menit bermain reguler di fase emas kariernya.
Adaptasi Kilat Dion Marx dan Kembalinya Sang "Jenderal"
Sinyal ambisi juara Persib kian terlihat dari sesi latihan terbaru di lapangan pendamping Stadion GBLA. Rekrutan anyar Dion Marx sudah mulai bergabung dan menunjukkan adaptasi yang luar biasa cepat. Pemain berusia 20 tahun itu terlihat antusias dan langsung berbaur tanpa rasa canggung dengan rekan setimnya.
"Persib adalah klub besar dan syarat prestasi, juara dua kali beruntun. Coach Bojan lugas menjelaskan rencana untuk saya. Saya masih muda dan kompetitif, saya siap bersaing," tegas Dion Marx mengenai alasannya bergabung.
Selain Dion, sesi latihan tersebut juga menandai kembalinya gelandang kawakan Dedy Kusnandar. Setelah dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada putaran pertama, "Dado" ditarik kembali untuk menambah kedalaman dan pengalaman di lini tengah. Kombinasi pemain muda potensial seperti Dion dan pemain berpengalaman seperti Dedy diharapkan mampu menjaga konsistensi Persib di papan atas Super League.
Efek Kurzawa dan Magnet Bobotoh
Daya tarik Persib bagi pemain internasional memang tidak perlu diragukan lagi. Layvin Kurzawa, eks bintang PSG, bahkan mengaku terkesan dengan sambutan luar biasa dari Bobotoh. Kurzawa bercerita bahwa atmosfer di Bandung begitu emosional hingga membuat keluarganya terharu.
"Istri saya sampai menangis terharu karena sambutan ini sangat luar biasa. Begitu banyak fans menyebut nama saya. Saya merasa sangat senang dan sudah merasa seperti di rumah sekarang," ungkap Kurzawa.
Sentimen positif dari pemain kelas dunia seperti Kurzawa ini tentu menjadi kartu as bagi manajemen Persib untuk merayu Ragnar Oratmangun. Jika Ragnar benar-benar merapat, lini depan Maung Bandung dipastikan akan menjadi yang paling menakutkan di liga, sekaligus menjadi statement tegas bahwa Persib belum puas hanya dengan gelar yang sudah ada. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada