BLITAR KAWENTAR – Tren olahraga dunia kini resmi menyapa warga Bumi Bung Karno. Olahraga padel, yang merupakan perpaduan antara tenis dan squash, tengah naik daun dan menjadi primadona baru di Kota Blitar.
Fenomena ini ditandai dengan hadirnya beberapa lapangan padel di Kota Blitar. Salah satunya lapangan di Jalan Anggrek yang hampir setiap hari dipadati pengunjung sejak beroperasi akhir tahun lalu.
Coach padel, Himawan Wahyu menjelaskan, banyak pemain tenis yang kini beralih atau mencoba padel karena proses adaptasinya yang sangat cepat.
Masyarakat cukup belajar satu dua kali secara rutin sudah mampu memukul bola dengan teknik yang benar.
"Belajar satu-dua kali coaching sudah bisa merasakan sensasi memukul bola,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, peminat padel datang dari berbagai kalangan usia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa seperti ibu-ibu rumah tangga.
”Selama ini, sekitar 60 persen orang yang saya latih adalah perempuan atau mama-mama. Mereka memilih waktu di pagi hari, lalu dilanjut bapak-bapak saat sore sepulang kerja," papar pelatih di The Net House Padel Blitar ini.
Maraknya tren olahraga padel membuat pemilik lapangan padel berlomba-lomba menggelar kompetisi. Hal ini sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan prestasi olahraga baru tersebut.
"Ya, pada 13-14 Februari nanti ada turnamen khusus wanita kategori Newbie dan Beginner di lapangan padel Net House. Kami ingin melahirkan atlet-atlet daerah dari turnamen lokal seperti ini," kata Ade Amalia, pengelola The Net House Padel Blitar.
Melihat antusiasme yang membeludak, pihak manajemen bahkan berencana menambah jumlah lapangan (court) untuk mengakomodasi tingginya permintaan booking dari warga Kota Blitar dan sekitarnya.
Menurutnya, padel telah menjadi hype karena sifatnya yang sangat sosial dan jauh lebih mudah dipelajari dibandingkan tenis konvensional.
"Padel itu menyenangkan, tidak terlalu menuntut fisik yang berat, dan sangat social-friendly. Itulah mengapa di lapangan kami pengunjungnya beragam, mulai dari anak-anak usia 6 tahun hingga dewasa," pungkasnya. (mg3/sub/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah