Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Taktik Persib Bandung Versi Bojan Hodak Bikin Lawan Kewalahan, Tom Haye Jadi Otak Permainan saat PSBS Biak Dibantai

Rendra Febrian Permana • Senin, 9 Februari 2026 | 12:10 WIB
Taktik Persib Bandung Versi Bojan Hodak Bikin Lawan Kewalahan, Tom Haye Jadi Otak Permainan saat PSBS Biak Dibantai
Taktik Persib Bandung Versi Bojan Hodak Bikin Lawan Kewalahan, Tom Haye Jadi Otak Permainan saat PSBS Biak Dibantai

BLITAR - Taktik Persib Bandung kembali menjadi sorotan setelah Maung Bandung tampil dominan dan atraktif saat menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan kompetisi Super League. Sebagai juara bertahan yang membidik gelar ketiga beruntun, Persib menunjukkan kematangan permainan lewat racikan strategi Bojan Hodak yang semakin variatif dan cair.

Sejak menit awal, taktik Persib Bandung terlihat berjalan efektif. Dominasi penguasaan bola mencapai 62 persen dengan total 28 tembakan menjadi bukti nyata superioritas Marc Klok dkk. Kehadiran dua pemain timnas Indonesia, Tom Haye dan Eliano Reijnders, menjadi pembeda signifikan dalam dinamika permainan Persib.

Formasi Dasar 4-2-3-1 yang Fleksibel

Bojan Hodak memulai laga dengan formasi dasar 4-2-3-1. Namun dalam praktiknya, skema ini sangat fleksibel dan kerap berubah menjadi 4-3-3 maupun 3-2-5 saat fase build up. Reijnders diplot tidak biasa sebagai bek kiri, tetapi diberi kebebasan penuh untuk naik membantu serangan melalui overlap maupun underlap.

Dua gelandang bertahan diisi Marc Klok dan Tom Haye. Keduanya berfungsi sebagai double pivot yang tidak hanya menjaga keseimbangan, tetapi juga aktif dalam progresi bola. Di depan mereka, lini serang diisi Sadil Ramdani, William Barros, serta Berguinho yang bergerak dinamis menopang Andre Jung sebagai ujung tombak.

Rotasi Posisi dan Build Up Cair

Salah satu ciri khas taktik Persib Bandung di laga ini adalah rotasi posisi yang konstan. Saat membangun serangan, bek tengah kerap naik ke tengah, sementara gelandang turun mengisi area bek. Skema ini membuat PSBS Biak kesulitan menentukan marking karena struktur Persib terus berubah.

Tom Haye beberapa kali turun sejajar bek untuk memulai build up, sementara Klok mengisi ruang kosong di lini tengah atau bahkan turun menjadi center back sementara. Pola ini menciptakan overload di berbagai sisi lapangan dan membuka jalur progresi melalui dribble maupun umpan vertikal.

Tom Haye, Man of the Match

Tom Haye tampil sebagai aktor utama dalam permainan Persib. Gelandang timnas Indonesia itu menjadi pusat sirkulasi bola dengan kemampuan distribusi dan dribble progresif. Ia beberapa kali memecah tekanan lawan, menciptakan ruang di half space, hingga melepaskan tembakan berbahaya yang sayangnya masih membentur tiang.

Tak hanya itu, visi bermain Haye terlihat jelas lewat long pass dan switch play yang memanjakan rekan setim. Gol kedua Persib berawal dari skema transisi cepat khas Bojan Hodak, diawali pergantian sisi permainan yang membuat pertahanan PSBS Biak terbuka lebar.

Masalah Finishing Masih Jadi Catatan

Meski mendominasi, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah Persib. Dari 28 tembakan, hanya tiga yang berbuah gol. Banyak peluang tercipta lewat early crossing, kombinasi di half space, hingga serangan balik cepat, namun finishing kerap kurang maksimal.

Gol pertama Persib justru lahir dari titik penalti setelah pelanggaran saat situasi sepak pojok. Andre Jung sukses menjalankan tugasnya. Gol kedua dan ketiga baru tercipta di babak kedua, termasuk gol indah dari skema build up yang diakhiri sepakan terukur dari luar kotak penalti.

Transisi Bertahan dan Perubahan Taktik

Di sisi bertahan, Persib nyaris tak mendapat ancaman berarti. PSBS Biak hanya mampu melepaskan tiga tembakan sepanjang laga dengan satu on target. Saat sudah unggul tiga gol, Bojan Hodak melakukan penyesuaian dengan mengubah struktur menjadi lima bek untuk mengamankan keunggulan.

Langkah ini efektif meredam agresivitas lawan dan menunjukkan kedewasaan taktik Persib. Kombinasi antara permainan menyerang yang atraktif dan disiplin bertahan menjadi sinyal kuat bahwa Persib siap kembali bersaing di papan atas musim ini.

Dengan performa seperti ini, taktik Persib Bandung di bawah Bojan Hodak layak dinanti kelanjutannya. Mampukah Maung Bandung mencatatkan sejarah dengan meraih tiga gelar juara beruntun? Musim masih panjang, tetapi tanda-tandanya sudah terlihat.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#Super League #taktik persib bandung #Tom Haye #bojan hodak #persib bandung