Keberhasilan Persib Bandung Lolos 16 Besar ini tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di level Asia, tetapi juga membawa dampak finansial yang signifikan bagi manajemen klub. Berkat performa "gacor" selama fase grup, Persib kini mengantongi modal besar untuk memperkuat kedalaman skuad di paruh kedua musim. Ambisi untuk membangun "Mini Timnas" di tanah Pasundan pun kini bukan lagi sekadar isapan jempol belaka, mengingat pundi-pundi rupiah yang mengalir deras ke kas klub.
Kepastian Persib Bandung Lolos 16 Besar didapat setelah pasukan Bojan Hodak meluluhlantakkan Bangkok United yang sebelumnya tampil jumawa. Pelatih tim tamu, Toa Sripan, sempat sesumbar akan merotasi pemain karena merasa sudah pasti lolos. Namun, kesombongan tersebut dibakar habis oleh dominasi Marc Klok dan kawan-kawan yang melepaskan lebih dari 20 tembakan ke gawang lawan, sementara tim tamu hanya mampu melepaskan satu percobaan sepanjang laga.
Dominasi Mutlak dan Mentalitas Juara Bojan Hodak
Gol tunggal dari bomber andalan, Ramon Tangke, menjadi pembeda dalam laga penentuan tersebut. Persib tampil dengan mode tempur penuh sejak menit pertama. Keberhasilan ini juga tak lepas dari motivasi tinggi yang diberikan sang kapten, Marc Klok, di ruang ganti. Klok menegaskan bahwa skuad Maung Bandung jauh lebih bugar dan kuat dibandingkan lawan-lawannya di Grup G.
Statistik menunjukkan bahwa Persib yang datang dari pot 4 mampu melibas unggulan pot 1 seperti Bangkok United, baik dalam laga kandang maupun tandang. Ketangguhan lini belakang yang dikomandoi Nick Kuipers juga patut diacungi jempol karena berhasil menjaga gawang Teja Paku Alam tetap suci dari ancaman berarti. Kini, sejarah baru telah tertulis, dan tantangan yang lebih besar sudah menunggu di depan mata pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung Februari 2026.
Guyuran Bonus Miliaran Rupiah dari AFC
Melaju jauh di kompetisi Asia ternyata mendatangkan keuntungan finansial yang luar biasa. Jika ditotal, Persib Bandung diperkirakan telah meraup pendapatan sekitar Rp11,4 miliar dari perjalanannya di fase grup ACL 2. Angka tersebut berasal dari partisipasi fase grup (Rp4,9 miliar), subsidi perjalanan tandang (Rp2,5 miliar), serta bonus empat kemenangan dan satu hasil imbang yang totalnya mencapai Rp3,7 miliar.
Tak berhenti di situ, bonus tambahan senilai Rp1,3 miliar juga akan cair setelah dipastikan lolos ke perdelapan final. Nominal fantastis ini disebut-sebut cukup untuk menanggung gaji pemain kelas dunia selevel Thom Haye selama satu musim penuh. Dengan dukungan finansial ini, manajemen Persib memiliki keleluasaan untuk bergerak aktif di bursa transfer mendatang guna menambal posisi-posisi yang dianggap masih lemah.
Intip Calon Lawan dan Proyek Transfer Joey Pelupessy
Drawing babak 16 besar akan dilakukan pada 30 Desember 2025. Sebagai juara grup, Persib berpotensi bertemu dengan tim-tim kuat yang finis sebagai runner-up di wilayah timur. Salah satu calon lawan yang paling diwaspadai adalah wakil Korea Selatan, Pohang Steelers, yang diperkuat gelandang berpengalaman eks Premier League, Ki Sung-yueng. Selain itu, ada potensi bentrok dengan tim terganas Thailand, Ratchaburi FC, atau wakil Australia, Macarthur FC.
Menghadapi lawan-lawan berat tersebut, rumor kedatangan Joey Pelupessy kembali menguat. Pemain berdarah Maluku yang kini merumput di Belanda tersebut diproyeksikan menjadi jenderal lapangan tengah baru. Pengamat sepak bola nasional menilai transfer ini sangat mungkin terjadi, berkaca pada pola transfer Persib yang sukses mendaratkan nama-nama besar sebelumnya. Jika berhasil mendatangkan Joey, kekuatan Persib di babak 16 besar dipastikan akan semakin mengerikan dalam misi mereka untuk terus melaju jauh di kancah Asia.(*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar