Isu panas di bursa transfer Persib ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Di bawah komando pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung kini membidik deretan nama "mewah" yang siap didaratkan di Kota Kembang. Target utamanya tak tanggung-tanggung: memecahkan rekor transfer domestik hingga memulangkan pemain diaspora berlabel Timnas Indonesia.
Ambisi Pecahkan Rekor Transfer Domestik
Nama pertama yang santer terdengar dalam radar bursa transfer Persib adalah Mariano Peralta. Winger andalan Borneo FC ini menjadi target prioritas untuk menambah daya gedor lini depan. Berdasarkan bocoran dari akun seputar sepak bola nasional, @pilotinfootball pada awal Februari 2026, Persib siap melakukan skema penebusan kontrak atau transfer fee yang akan mencatatkan sejarah baru antar klub Liga 1.
Dengan nilai pasar yang ditaksir mencapai Rp10,43 miliar, angka tersebut bukan halangan bagi Persib yang kini mendapat suntikan dana segar investor. Mengingat kontrak Peralta di Borneo FC baru berakhir pada 30 Juni 2026, Pesut Etam berada dalam posisi dilematis. Jika tidak melepas sang pemain dengan harga tinggi di paruh musim ini, mereka berisiko kehilangan aset berharganya secara cuma-cuma (free transfer) di akhir musim nanti. Situasi ini dimanfaatkan Persib untuk menekan dan segera mengamankan tanda tangan pemain berusia 27 tahun tersebut.
Tembok Eks Piala Dunia dan Aroma Kroasia
Kejutan tak berhenti di lini depan. Sektor pertahanan juga menjadi fokus perbaikan dengan masuknya nama Terence Kongolo. Mantan bek Timnas Belanda di Piala Dunia 2014 ini berstatus free agent setelah malang melintang di Premier League bersama Fulham dan Feyenoord. Mendatangkan pemain sekelas Kongolo yang memiliki nilai pasar sekitar Rp9 miliar secara gratis dinilai sebagai langkah masterclass manajemen Persib untuk membangun benteng pertahanan yang mustahil ditembus.
Sementara itu, koneksi Bojan Hodak kembali bekerja dengan membidik kompatriotnya, Marko Dugandzic. Striker asal Kroasia yang baru berpisah dengan FC Seoul ini diproyeksikan menjadi pemilik baru nomor punggung 10. Dengan banderol fantastis senilai Rp15,64 miliar, Persib harus bersaing ketat alias "adu sikut" dalam perang tawaran gaji dengan klub Korea, Hwasong FC. Jika berhasil, Dugandzic bakal menjadi predator paling mematikan sekaligus pemain termahal di Liga 1.
Peremajaan Skuad dan Operasi Diaspora
Selain membidik bintang matang, Persib juga berinvestasi pada talenta muda. Joao Tavares, gelandang serba bisa asal Brasil berusia 23 tahun, masuk dalam lis belanja. Pengalamannya di Polandia dan Portugal, serta catatan 15 gol, dianggap sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Kelincahan khas Amerika Latin yang dipadu dengan disiplin Eropa Timur dinilai sangat cocok dengan skema serangan balik cepat ala Bojan Hodak.
Di sektor penjaga gawang, rumor kepergian kiper asing Persib ke PSIM Yogyakarta membuka jalan bagi Cyrus Margono. Kiper keturunan Amerika-Indonesia yang bersinar di Liga Kosovo ini menjadi opsi prioritas. Dengan status tanpa klub dan rekam jejak empat clean sheet di Eropa, Cyrus diprediksi akan menjadi suksesor tangguh di bawah mistar gawang Maung Bandung.
Namun, yang paling dinanti Bobotoh tentu adalah kabar mengenai Ragnar Oratmangoen. Winger Timnas Indonesia yang kini membela FCV Dender di Belgia ini dikabarkan "galau" akibat minimnya menit bermain. Baru mencatat 10 penampilan, Ragnar butuh jam terbang reguler untuk mengamankan posisinya di skuad Garuda. Meski sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta, rumor kini berhembus kencang ke arah Bandung. Status juara bertahan dan stabilitas tim membuat Persib lebih menggoda dibanding sang rival. Meski ada kekhawatiran terkait riwayat cedera lutut, kedatangan Ragnar bisa menjadi penutup manis dari manuver "gila" Persib musim ini. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar