Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rumor Persib Bandung Memanas: Bojan Hodak Dituding 'Anak Emas' PSSI, Kisruh Transfer Hingga Kualitas Wasit Dipertanyakan!

Oksania Difa Ilmada • Senin, 9 Februari 2026 | 14:40 WIB

Panas! Rumor Persib Bandung soal kejanggalan regulasi dan sindiran bos klub lain. Ada apa di balik kesuksesan Bojan Hodak di puncak?
Panas! Rumor Persib Bandung soal kejanggalan regulasi dan sindiran bos klub lain. Ada apa di balik kesuksesan Bojan Hodak di puncak?

BLITAR– Gelombang Rumor Persib Bandung kian deras menerpa skuad Maung Bandung di tengah performa impresif mereka yang bertengger di puncak klasemen BRI Super League 2025-2026. Berbagai isu miring, mulai dari dugaan pelanggaran administrasi transfer pemain baru hingga tudingan "anak emas" federasi, tak henti-hentinya berusaha menggoyang stabilitas tim asuhan Bojan Hodak. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: apakah ini murni kritik atau justru upaya sistematis untuk menjegal laju Persib?

Kisruh Rumor Persib Bandung pertama kali mencuat terkait pendaftaran Sergio Castel. Akun media sosial "Cat Warrior Indonesia" yang di-repost oleh "Forum Wasit Indonesia" menuding bahwa verifikasi Castel baru dilakukan pada 4 Februari, melewati batas waktu 30 Januari 2026. Namun, klaim ini terbukti tidak valid. Regulasi resmi Super League 2025-2026 jelas menyebutkan periode pendaftaran putaran kedua adalah 10 Januari hingga 6 Februari 2026. Fakta menunjukkan, banyak klub lain juga mengumumkan pemain barunya pada atau mendekati tanggal 6 Februari, seperti Jan Mota di Persija atau Rio Matsumura di Bhayangkara FC. Mengapa hanya Persib yang disorot?

Baca Juga: Persib Bandung Menang Telak atas Malut United, Maung Bandung Semakin Kokoh di Puncak Klasemen Liga 1 Super League!

Kejanggalan Regulasi dan Tudingan Konspirasi

Rumor Persib Bandung semakin memanas dengan adanya dugaan manipulasi regulasi. Surat pengantar dari Sekjen PSSI, Yunus Nusi, yang mencantumkan 30 Januari sebagai batas verifikasi, dipertanyakan keabsahannya. "Ini surat pengantar untuk diskusi, bukan surat keputusan," ujar seorang pengamat sepak bola. Kejanggalan lain terlihat pada tanggal pembukaan verifikasi yang ditulis 18 Desember 2025, padahal bursa transfer baru dibuka 10 Januari 2026. "Bagaimana klub bisa mendaftarkan pemain baru pada 18 Desember jika bursa transfer saja belum dibuka?" tambah sang pengamat.

Tudingan adanya "orang dalam PSSI" yang disebut-sebut bermain di balik layar untuk kepentingan tertentu semakin memperkeruh suasana. "Forum Wasit bahkan berani bilang ada orang dalam PSSI yang bilang situasi ini diduga merupakan sebuah kepentingan sang ketua umum. Kalau memang berani, sebutkan siapa orangnya biar sama-sama diklarifikasi," tantang salah satu narasumber. Spekulasi ini mengarah pada dugaan bahwa ada upaya agar "jatah juara" musim ini tidak jatuh ke tangan Persib, yang secara mengejutkan berhasil merangsek ke puncak klasemen.

Baca Juga: Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Malut United, Borneo FC Terus Membayangi di BRI Super League Pekan ke-20!

Rivalitas Supporter dan Sindiran Antar Klub

Gelombang Rumor Persib Bandung tidak hanya berkutat pada ranah federasi dan klub, tetapi juga merambah ke gesekan antar suporter. Penolakan ajakan damai dari kelompok suporter Persis Solo terhadap Bobotoh menjadi sorotan. Sebuah poster yang menyatakan "penolakan tegas terhadap ajakan damai" tersebut dinilai aneh, mengingat yang mengajak damai adalah kelompok suporter klub terbesar di Indonesia. "Bagaimana klub mau berprestasi kalau pendukungnya hanya menyimpan kebencian?" cetus seorang komentator.

Tak hanya itu, panasnya rivalitas di papan atas juga tercermin dari postingan-postingan media sosial para bos klub. Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, sempat mengunggah kalimat "Kamu anak Papa ya?", diikuti oleh bos Borneo FC lainnya dengan caption "Hiya" sambil menunjuk.

Postingan ini menimbulkan spekulasi bahwa mereka menyindir Persib yang mendapatkan hadiah penalti saat melawan Malut United, yang hampir saja membuat Borneo FC gagal memepet poin Persib. "Agak lain memang sepak bola kita, tidak klub, tidak suporter, tidak para bos, sama saja," keluh seorang pengamat.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan 20: Persib Menang, Persebaya Tumbangkan Bali United, Klasemen Terbaru

Standar Ganda dan Kualitas Wasit di Ujung Tanduk

Rumor Persib Bandung juga menjadi cerminan standar ganda yang kerap terjadi di sepak bola Indonesia. Ketika ada akun yang merayakan kepindahan Ivar Jenner ke Persija dengan nilai fantastis, namun bungkam saat sang pemain justru berlabuh ke Dewa United, menunjukkan adanya bias informasi.

Kritik keras juga ditujukan kepada "Forum Wasit Indonesia" yang dinilai lebih sibuk menyinyiri Persib daripada membenahi dapur internal wasit yang sedang banyak kasus. "Bahkan ada wasit di Liga 2 yang jual istrinya di chat, kenapa kalian diam-diam saja?" tegas salah satu sumber.

Perbandingan kualitas pemain asing baru, seperti Layvin Kurzawa di Persib dengan Jan Mota di Persija, juga menjadi bahan diskusi. Meskipun keduanya berbeda posisi dan tipikal permainan, Kurzawa diakui memiliki pengalaman internasional yang jauh lebih mentereng berkat kiprahnya di klub-klub raksasa Eropa seperti PSG, Monaco, dan Fulham. Hal ini kembali menegaskan bahwa Persib berinvestasi pada kualitas dan pengalaman untuk mendongkrak performa tim.

Baca Juga: Hasil BRI Super League Liga 1 2025-2026 Hari Ini: Persib Kokoh di Puncak, Persebaya Menang Telak, Klasemen dan Top Skor Terbaru

Kini, dengan segala Rumor Persib Bandung yang terus berputar, manajemen Persib diharapkan dapat tetap tenang dan fokus. Bojan Hodak sendiri tampaknya tidak ingin terpengaruh dan terus mematangkan taktik tim demi meraih target juara. Bagi Bobotoh, semakin banyak rumor yang beredar, semakin besar pula tanda bahwa Persib sedang berada di jalur yang benar dan menjadi ancaman serius bagi para pesaingnya. (*)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#taktik persib bandung #rumor Persib #rumor Persib terbaru #Performa persib #sergio castel