BLITAR – Nama Ahmad Mujtaba Ilham Akbar resmi masuk dalam daftar pemain tim utama Persebaya Surabaya. Pemain muda kelahiran 2007 itu dipromosikan menjelang penutupan bursa transfer paruh musim Super League 2025–2026 pada 6 Februari 2026. Langkah ini menegaskan arah kebijakan Persebaya Surabaya di era kepelatihan Bernardo Tavares yang konsisten mengedepankan regenerasi dan pembinaan internal.
Promosi Ahmad Mujtaba Ilham Akbar sekaligus menandai lahirnya opsi baru di sektor fullback kiri Green Force. Berdasarkan data resmi klub dan catatan bursa transfer, Mujtaba naik kelas dari jalur pembinaan Persebaya Future League dan Elite Pro Academy (EPA) Persebaya Surabaya. Jalur berjenjang tersebut kini benar-benar berbuah kesempatan di level tertinggi.
Produk Akademi yang Dipercaya
Ahmad Mujtaba Ilham Akbar diplot sebagai defender dengan posisi utama left back dan akan mengenakan nomor punggung 78. Peran itu sejalan dengan kebutuhan Persebaya Surabaya yang mengandalkan bek sayap agresif dalam skema permainan Bernardo Tavares.
Pemain berusia 18 tahun tersebut dikenal memiliki karakter bertahan yang modern. Selain disiplin menjaga area, Mujtaba juga aktif membantu serangan melalui overlap dari sisi kiri. Karakter ini menjadi nilai tambah di tengah kebutuhan tim akan fullback yang dinamis dan berani duel satu lawan satu.
Bersama Persebaya Surabaya U-20, performa Mujtaba terbilang menjanjikan. Ia mencatatkan 10 penampilan dengan torehan satu gol dari sektor pertahanan. Total menit bermainnya mencapai 736 menit, dengan catatan disiplin yang impresif: hanya satu kartu kuning sepanjang musim berjalan. Statistik ini menunjukkan tingkat kepercayaan pelatih kepadanya sebagai pilihan utama.
Filosofi Bernardo Tavares
Promosi Ahmad Mujtaba Ilham Akbar tak lepas dari filosofi Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu dikenal berani memberi ruang bagi pemain muda potensial untuk berkembang di level senior. Era Tavares di Persebaya Surabaya identik dengan intensitas tinggi, keberanian, serta keberlanjutan program pembinaan.
“Tugas kalian adalah mencetak pemain dengan menit main di tim utama. Tugas memenangkan pertandingan adalah tugas kami,” ujar Bernardo Tavares dalam salah satu pernyataannya kepada tim pembinaan Persebaya Future League.
Kehadiran Mujtaba menambah opsi sekaligus menciptakan kompetisi sehat di posisi fullback kiri. Di tengah padatnya jadwal Super League 2025–2026, kedalaman skuad menjadi faktor krusial. Fullback muda seperti Mujtaba memberi fleksibilitas taktik dan alternatif rotasi bagi pelatih.
Sambutan Positif Bonek
Respons Bonek terhadap promosi Ahmad Mujtaba Ilham Akbar terbilang sangat positif. Dukungan mengalir di kolom komentar media sosial Persebaya Surabaya. “Cocok dari pesaing dua,” tulis salah satu Bonek. Komentar singkat seperti “Jos”, “Suangar iki”, hingga “Alhamdulillah” menjadi gambaran antusiasme suporter terhadap pemain binaan sendiri.
Sambutan hangat tersebut mempertegas identitas Persebaya Surabaya sebagai klub pengembang talenta. Akademi bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama pembangunan tim jangka panjang.
Simbol Keberlanjutan Green Force
Masuknya Ahmad Mujtaba Ilham Akbar ke tim utama juga selaras dengan langkah Persebaya Surabaya yang menutup bursa transfer secara terukur. Klub memilih memperkuat fondasi jangka panjang ketimbang solusi instan. Di tengah persaingan ketat Super League 2025–2026, kebijakan ini menjadi sinyal kuat arah pembangunan Green Force.
Promosi ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal tantangan baru bagi Mujtaba. Ia kini berada di panggung yang menuntut konsistensi, mental kuat, dan kesiapan bersaing dengan pemain senior. Namun dengan karakter bermain, statistik positif, serta dukungan penuh suporter, Mujtaba punya modal untuk berkembang.
Ahmad Mujtaba Ilham Akbar bukan sekadar kabar promosi pemain muda. Ia adalah simbol kepercayaan, kesinambungan, dan masa depan hijau yang sedang dibangun Persebaya Surabaya di era Bernardo Tavares.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana