Di babak pertama, Persib sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Serdadu Tridatu. Bali United yang turun dengan formasi 4-2-3-1 berhasil meredam agresivitas sisi kanan Persib. Winger kiri Bali United, Irfan Jaya (dalam transkrip disebut Jordi), tampil disiplin melakukan track back untuk mematikan pergerakan Kakang Rudianto dan Ciro Alves (dalam transkrip disebut Uliam Baros). Akibatnya, serangan Persib menjadi monoton dan mudah dipatahkan.
Sebaliknya, Bali United juga mengalami kebuntuan. Serangan mereka terlalu bertumpu pada sisi kiri melalui Ricky Fajrin (disebut Govel) yang terus-menerus mengirim umpan silang (crossing). Namun, strategi ini tidak efektif karena striker Ilija Spasojevic (disebut Kofi Taufik) yang bertipe classic number nine dipaksa mengejar bola daerah, sesuatu yang bukan keahlian utamanya. Pertahanan Persib yang digalang Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez (disebut Julio Caesar dan Barba) dengan mudah mematahkan upaya tersebut.
Kartu Merah dan Perubahan Taktik
Titik balik pertandingan terjadi ketika pemain Bali United, Luthfi Kamal (disebut Mustafik), diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras (serious foul play) terhadap Ciro Alves. Unggul jumlah pemain membuat Persib semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan. Di sinilah "kesaktian" Bojan Hodak terlihat.
Pelatih asal Kroasia itu melakukan pergantian pemain yang mengubah dinamika permainan. Masuknya Beckham Putra, Frans Putros, dan David da Silva (disebut Andrew Yung) memberikan dimensi baru dalam penyerangan. Sorotan khusus tertuju pada pergerakan Frans Putros yang berbeda dengan Kakang Rudianto.
Jika di babak pertama Kakang cenderung menyisir sisi lebar lapangan (flank), Frans Putros di babak kedua bermain lebih ke dalam atau melakukan gerakan underlap di koridor half-space. Pergerakan ini sukses mengacaukan struktur pertahanan Bali United. Posisi underlap Putros memaksa winger kiri Bali United (Jordi) tertarik ke tengah untuk menjaganya, sehingga meninggalkan ruang kosong di sisi lebar lapangan.
Gol Kemenangan dari Situasi 1 vs 1
Ruang kosong inilah yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Beckham Putra. Karena Jordi sibuk menjaga Putros di area dalam, bek kiri Bali United (Govel) terpaksa menghadapi Beckham dalam situasi satu lawan satu (1v1) tanpa cover yang memadai.
Momen kunci gol kemenangan Persib lahir dari skema ini. Frans Putros cerdik melakukan pergerakan menjauh untuk menarik perhatian Jordi, membiarkan Beckham leluasa melakukan aksi individu melewati Govel. Umpan silang matang yang dilepaskan Beckham akhirnya disambut sundulan tajam David da Silva (Andrew Yung) yang merobek jala gawang Bali United.
"Kesimpulannya, pergantian yang dilakukan oleh Coach Bojan Hodak sangat amat sakti. Pergerakan mikro seperti positioning Frans Putros yang underlap dan isolasi Beckham di sisi sayap menjadi kunci taktik Persib kalahkan Bali United," ujar analisis dalam video tersebut.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Persib tidak hanya mengandalkan kemampuan individu pemain, tetapi juga kematangan taktik dalam membongkar pertahanan lawan yang bermain rapat. Tiga poin dari markas Bali United menjadi modal berharga bagi Maung Bandung untuk terus bersaing di papan atas klasemen Super League.(*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar