BLITAR - Tensi tinggi menyelimuti jelang laga krusial babak 8 besar Liga Champions Asia (ACL) 2026 yang mempertemukan Persib Bandung melawan wakil Thailand, Ratchaburi FC. Di luar dugaan, pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, melontarkan pernyataan bernada sombong dan angkuh yang memicu kemarahan publik sepak bola Indonesia, khususnya para pendukung setia Maung Bandung.
Pernyataan kontroversial ini muncul dalam konferensi pers resmi menjelang duel hidup mati kedua tim di Ratchaburi Stadium. Srimaka secara terang-terangan menyebut bahwa bintang-bintang kelas dunia milik Persib Bandung, seperti Layvin Kurzawa, Thom Haye, Eliano Reinders, dan Sergio Castel, hanyalah pemain biasa yang tidak selevel dengan kualitas skuat asuhannya.
"Saya tidak terlalu peduli dengan nama-nama besar seperti Kurzawa, Haye, Reinders, atau Castel. Mereka semua hanyalah pemain biasa. Jika dibandingkan dengan kualitas pemain kami di Ratchaburi, mereka bahkan tidak layak disebut dalam satu kalimat," ujar Srimaka dengan nada tegas yang memicu reaksi keras di media sosial.
Tuding Persib Bandung Sebagai Tim Medioker
Tidak berhenti di situ, pelatih berusia 48 tahun tersebut bahkan melabeli Persib Bandung sebagai tim medioker jika bermain di level Asia. Menurutnya, dominasi Maung Bandung di kompetisi domestik Indonesia tidak akan berarti apa-apa saat berhadapan dengan strategi dan kekuatan mental Ratchaburi FC yang diklaim jauh lebih unggul.
Srimaka merasa di atas angin setelah timnya berhasil menumbangkan klub raksasa asal Jepang dengan skor telak pada babak 16 besar lalu. Kepercayaan diri yang berlebihan ini membuatnya yakin bahwa tekanan yang akan diberikan Ratchaburi Stadium akan membuat lini pertahanan Persib, yang dikawal eks pemain PSG Layvin Kurzawa, bakal kocar-kacir.
"Kurzawa mungkin memiliki pengalaman di Eropa, tetapi ketika dia bertemu dengan pemain sayap kami yang sangat cepat, dia tidak akan tahu apa yang terjadi. Kami sudah mempelajari kelemahan setiap pemain Persib," tambah Srimaka tanpa ragu.
Baca Juga: PKH BPNT 2026 Cair Lagi! Warga Sidoarjo hingga Bogor Terima Saldo KKS, Nominal Capai Rp1,5 Juta
Balasan Menohok Layvin Kurzawa dan Boyan Hodak
Mendengar hinaan tersebut, bek kiri internasional Prancis, Layvin Kurzawa, tidak tinggal diam. Pemain yang pernah merumput bersama Paris Saint-Germain ini mengaku sangat tersinggung dan merasa dihina secara profesional oleh pernyataan Srimaka. Kurzawa menegaskan bahwa ia datang ke Persib bukan untuk bersantai, melainkan untuk membawa klub ini berprestasi di level tertinggi Asia.
"Pernyataan Srimaka itu jelas tidak bisa diterima. Sebagai seorang pemain profesional, saya merasa dihina. Saya sudah bermain di tingkat tertinggi dan menghadapi beberapa tim terbaik di dunia. Jika dia berpikir kami akan takut, itu salah besar," tegas Kurzawa dengan nada penuh percaya diri.
Senada dengan pemainnya, pelatih Persib Bandung, Boyan Hodak, menanggapi psywar tersebut dengan kepala dingin namun mematikan. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan bahwa timnya tidak akan terpengaruh oleh komentar negatif di luar lapangan. Baginya, pembuktian terbaik adalah hasil akhir di lapangan hijau.
"Sebagai tim profesional, kami tidak terpengaruh oleh pernyataan seperti itu. Kami tahu kualitas kami dan kami akan fokus pada permainan. Kami akan menunjukkan di lapangan siapa yang lebih pantas melaju ke semifinal Liga Champions Asia," ujar Hodak.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 1 Kembali Cair! Klaten hingga Aceh Mulai Terima Saldo KKS, Nominal Capai Rp1,2 Juta
Bobotoh Siap Hijaukan Thailand
Meski laga akan digelar di Thailand, dukungan untuk Persib diprediksi tidak akan surut. Ribuan Bobotoh dikabarkan sudah bersiap menyerbu Ratchaburi Stadium demi memberikan semangat ekstra bagi Maung Bandung. Kehadiran pemain-pemain seperti Thom Haye dan Eliano Reinders diharapkan mampu menjadi motor serangan untuk membungkam keangkuhan tuan rumah.
Laga ini kini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, melainkan pertaruhan harga diri bagi Persib Bandung di kancah internasional. Akankah keangkuhan Worrawoot Srimaka berbuah manis, atau justru Persib Bandung yang akan memberikan pelajaran berharga bagi wakil Thailand tersebut? Seluruh mata pecinta sepak bola kini tertuju pada duel panas di Liga Champions Asia 2026 malam ini. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly