JAKARTA - Arema FC kembali mencuri perhatian publik sepak bola nasional setelah sukses meraih kemenangan penting atas Persija Jakarta pada lanjutan pekan ke-20 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Singo Edan tampil solid dan mampu membungkam tuan rumah dengan skor 2-0. Hasil ini menegaskan Arema FC kalahkan Persija Jakarta 2-0 dalam laga penuh gengsi.
Kemenangan tersebut membuat Arema FC kalahkan Persija Jakarta 2-0 sekaligus membawa dampak signifikan terhadap posisi klasemen sementara. Tambahan tiga poin mengangkat Arema ke peringkat ke-12 dengan koleksi 27 poin. Sementara itu, Persija Jakarta harus tertahan di posisi ketiga dengan raihan 41 poin.
Hasil Arema FC kalahkan Persija Jakarta 2-0 juga menjadi ajang pembuktian mental bertanding Singo Edan. Meski bermain di kandang lawan, tim asuhan Marcos Santos tampil percaya diri dan menunjukkan determinasi tinggi sejak menit awal pertandingan.
Arema Tampil Agresif Sejak Kick-Off
Sejak peluit awal dibunyikan, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka bermain agresif dan menekan lini pertahanan Persija Jakarta tanpa ragu. Tekanan demi tekanan dilakukan sebagai bagian dari misi revans atas kekalahan pada pertemuan pertama musim ini.
Singo Edan tak gentar menghadapi dukungan puluhan ribu suporter Macan Kemayoran. Kombinasi permainan cepat dan disiplin bertahan membuat Arema mampu mengimbangi dominasi penguasaan bola Persija.
Meski kedua tim silih berganti menciptakan peluang, tidak ada gol yang tercipta di babak pertama. Lini belakang Arema tampil rapat, sementara penyelesaian akhir Persija masih belum maksimal.
Gabi Jadi Pembeda di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Persija mencoba tampil lebih menekan untuk membuka keunggulan, namun justru Arema yang tampil lebih efektif.
Baca Juga: PKH BPNT 2026 Cair Lagi! Warga Sidoarjo hingga Bogor Terima Saldo KKS, Nominal Capai Rp1,5 Juta
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-82 melalui aksi individu Gabriel Silva atau Gabi. Winger asal Brasil itu melakukan solo run dari sisi kiri penyerangan sebelum melepaskan tembakan terukur ke pojok kanan gawang. Kiper Persija, Carlos Eduardo, tak mampu menghalau bola.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Persija berusaha keras mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, setiap peluang yang dibangun selalu kandas di kaki para bek Arema.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Persija justru kembali kebobolan di masa injury time. Pada menit 90+1, Gabi kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia memanfaatkan longgarnya pertahanan Persija yang terlalu fokus menyerang, lalu menyelesaikan peluang dengan tenang.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 1 Kembali Cair! Klaten hingga Aceh Mulai Terima Saldo KKS, Nominal Capai Rp1,2 Juta
Dua gol tersebut memastikan kemenangan Arema FC dengan skor 2-0 sekaligus menjadikan Gabi sebagai pahlawan kemenangan Singo Edan.
Marcos Santos Soroti Performa Jin Mota
Usai pertandingan, pelatih Arema FC, Marcos Santos, memberikan apresiasi kepada seluruh pemainnya. Ia menilai kemenangan ini merupakan hasil kerja keras dan kedisiplinan tim selama 90 menit.
Selain membahas performa timnya, Marcos juga menyoroti salah satu pemain Persija, Jin Mota. Menurutnya, pemain tersebut memiliki kedekatan emosional dengannya.
“Jin Mota adalah salah satu pemain saya dari akademi hingga ke tim senior. Dulu dia bek kiri, saya jadikan gelandang. Dia pemain kuat dan punya kualitas bagus,” ujar Marcos.
Marcos mengakui bahwa Persija merupakan tim besar dengan ambisi tinggi pada musim ini. Namun, ia menegaskan bahwa Arema tidak terpaku pada hasil pertemuan sebelumnya.
“Pertandingan sekarang sudah berbeda. Masa lalu sudah lewat. Dua tim ini sama-sama tim besar,” tegasnya.
Dampak Kemenangan bagi Klasemen
Kemenangan atas Persija menjadi modal penting bagi Arema FC untuk menghadapi sisa kompetisi. Tiga poin dari laga tandang berat ini meningkatkan kepercayaan diri tim dalam persaingan papan tengah.
Dengan performa yang semakin stabil, Arema FC mulai menunjukkan potensi untuk terus merangkak naik di klasemen. Sementara bagi Persija, kekalahan ini menjadi peringatan agar segera melakukan evaluasi demi menjaga peluang juara.
Super League 2025/2026 pun dipastikan semakin ketat, dengan persaingan antar tim papan atas dan menengah yang kian sengit
Editor : Dyah Wulandari