JAKARTA – Arema FC kembali menjadi sorotan usai kemenangan gemilang atas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 tersebut, Singo Edan sukses menang 2-0 berkat dua gol Gabriel Silva. Namun di balik euforia kemenangan Persija vs Arema FC itu, manajemen Arema kini mulai dilanda kekhawatiran terkait masa depan sang striker.
Gabriel Silva yang menjadi pahlawan dalam laga Persija vs Arema FC tengah naik daun. Penyerang asal Brasil itu tampil impresif sejak bergabung dengan Arema FC pada Januari 2026. Didatangkan dari Terengganu FC dengan status bebas transfer, Gabriel langsung menjadi andalan di lini depan.
Dalam tiga penampilan awalnya di Super League 2025/2026, Gabriel Silva menunjukkan kualitas sebagai predator kotak penalti. Puncaknya terjadi saat duel Persija vs Arema FC di GBK, ketika ia mencetak brace dan membawa timnya meraih kemenangan penting di kandang lawan.
Penampilan konsisten tersebut membuat nama Gabriel Silva semakin dikenal luas. Aremania pun menjadikannya sebagai idola anyar. Banyak pihak menilai, jika performanya terus stabil, Gabriel bisa menjadi salah satu striker terbaik di kompetisi musim ini.
Kontrak Pendek Jadi Ancaman bagi Arema FC
Di tengah performa apik tersebut, Arema FC justru menghadapi persoalan serius. Gabriel Silva diketahui hanya dikontrak hingga Desember 2026. Artinya, pemain berusia 27 tahun itu hanya terikat jangka pendek dengan Singo Edan.
Situasi ini membuat Gabriel rawan dibajak klub lain, terutama tim-tim Super League yang memiliki kekuatan finansial besar. Beberapa klub yang disebut-sebut berpotensi mendekati Gabriel antara lain Persib Bandung, Persija Jakarta, Dewa United, Persebaya Surabaya, hingga Bali United.
Dengan modal finansial kuat, klub-klub tersebut dinilai mampu memberikan tawaran kontrak yang lebih menggiurkan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya manuver senyap untuk membujuk sang pemain di bursa transfer mendatang.
Selain klub lokal, Gabriel Silva juga berpotensi dilirik tim luar negeri. Pengalamannya bermain di Asia, termasuk di Liga Kamboja dan Malaysia, menjadi nilai tambah bagi klub asing yang tengah mencari penyerang produktif.
Manajemen Arema FC pun dituntut bergerak cepat. Jika tak ingin kehilangan aset berharga, Singo Edan harus segera memperpanjang kontrak Gabriel atau menyiapkan strategi agar sang pemain tetap bertahan.
Kontroversi Selebrasi dan Kritik Mauricio Souza
Selain isu kontrak, Gabriel Silva juga menjadi pusat perhatian setelah laga Persija vs Arema FC. Pelatih Persija, Mauricio Souza, melontarkan kritik terhadap selebrasi gol kedua yang dilakukan Gabriel.
Mauricio menilai selebrasi tersebut tidak pantas karena dianggap menyindir bangku cadangan Persija. Menurutnya, pertandingan sebelumnya berjalan normal sebelum insiden itu terjadi.
“Ketika mereka mencetak gol kedua, Gabi melakukan tindakan yang tidak pantas dengan mengejek bangku cadangan kami,” ujar Mauricio.
Ketegangan juga berlanjut saat sesi salaman usai laga. Gabriel disebut sempat mendatangi Mauricio, yang membuat suasana semakin panas. Selain itu, Mauricio turut menyindir pelatih Arema FC, Marcos Santos, yang dianggap terlalu berlebihan di pinggir lapangan.
Baca Juga: PKH BPNT 2026 Cair Lagi! Warga Sidoarjo hingga Bogor Terima Saldo KKS, Nominal Capai Rp1,5 Juta
Meski melontarkan kritik, Mauricio tetap memberikan apresiasi kepada Arema FC. Ia mengakui kemenangan Singo Edan sebagai hasil kerja keras tim.
Johan Alfarizi, Simbol Loyalitas Singo Edan
Di tengah sorotan terhadap Gabriel Silva, sosok Johan Ahmad Farizi atau Johan Alfarizi tetap menjadi figur penting di tubuh Arema FC. Bek kiri kelahiran Malang itu dikenal sebagai simbol loyalitas klub.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 1 Kembali Cair! Klaten hingga Aceh Mulai Terima Saldo KKS, Nominal Capai Rp1,2 Juta
Johan merupakan pemain jebolan Akademi Arema yang tumbuh bersama Singo Edan sejak usia muda. Dedikasi panjangnya membuat ia dipercaya menjadi kapten tim dalam beberapa musim terakhir.
Tak hanya loyal, Johan juga dikenal sebagai pemain berkualitas yang pernah menembus tim nasional Indonesia. Perannya di lini belakang sangat vital dalam menjaga stabilitas permainan Arema FC.
Dengan kombinasi pemain muda potensial seperti Gabriel Silva dan figur senior seperti Johan Alfarizi, Arema FC memiliki modal kuat untuk bersaing di Super League musim ini. Namun, manajemen harus segera mengantisipasi ancaman kehilangan sang bintang agar prestasi tim tetap terjaga hingga akhir kompetisi.
Editor : Dyah Wulandari