BLITAR – Harapan tinggi pendukung sepak bola Indonesia sedikit terganjal setelah hasil Persib Bandung terbaru di kancah Asia berujung pahit. Bertandang ke markas Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL2), Rabu (11/02/2026), skuad Pangeran Biru harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 3-0 tanpa balas.
Kekalahan ini menjadi sorotan tajam bagi para pengamat, termasuk dalam diskusi hangat di kanal Free Kick. Meski sempat menguasai penguasaan bola hingga 52%, Persib dinilai gagal memaksimalkan peluang dan justru menjadi bulan-bulanan melalui skema serangan balik cepat (counter attack) yang mematikan dari wakil Thailand tersebut.
Analisis Kekalahan: Demam Panggung dan Kelengahan Lini Tengah
Berdasarkan ulasan teknis, kekalahan Persib dimulai dari gol cepat Ratchaburi pada menit ke-5 melalui Laka Nata Pedro Tanah. Kelengahan lini tengah yang ditinggalkan Eliano Reijnders membuat lawan bebas mengirimkan umpan terobosan ke kotak penalti.
Berikut adalah poin-poin utama penyebab kekalahan Persib menurut diskusi pengamat sepak bola:
-
Demam Panggung: Persib terlihat kehilangan ritme di awal babak pertama dengan jarak antar lini yang terlalu jauh.
-
Kurang Marking: Tidak adanya pengawalan man-to-man yang ketat membuat pemain kunci lawan seperti Denilson dan Pedro Tanah bebas bergerak.
-
Finishing yang Buruk: Persib mencatatkan 17 tembakan, namun efektivitasnya kalah jauh dibandingkan Ratchaburi yang melepaskan 12 tembakan dengan shots on target lebih banyak.
-
Ketidakberuntungan: Beberapa peluang emas, termasuk sundulan William Baros dan tendangan Berginho, hanya membentur tiang gawang atau digagalkan refleks kiper lawan.
Baca Juga: Denda AFC Persib Bandung Dinilai Janggal: Sanksi Ratusan Juta, Standar Ganda, hingga Dugaan Ganggu Investor Global
Misi "Remontada" 4-0 di GBLA
Meski kalah telak, peluang Persib Bandung belum sepenuhnya tertutup. Misi besar menanti di leg kedua yang akan digelar pada 18 Februari 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Persib wajib menang dengan selisih minimal 4-0 untuk bisa membalikkan keadaan dan melaju ke babak berikutnya.
Pelatih Bojan Hodak diprediksi akan melakukan rotasi besar-besaran. Masuknya Layvin Kurzawa di menit-menit akhir babak pertama memberikan sinyal positif melalui akurasi umpan "kelas Eropa" yang ia miliki. Selain itu, kehadiran suporter Bobotoh yang dikenal fanatik diharapkan menjadi "pemain ke-12" yang mampu meruntuhkan mental Ratchaburi FC.
Baca Juga: Transfer Gila Ole Romeny Resmi ke Persib Bandung: Bobotoh Menangis Haru, Rival Liga 1 Mulai Panik!
Ajakan Lepas Atribut untuk Indonesia
Menutup ulasan pertandingan tersebut, para pengamat mengajak seluruh pecinta sepak bola nasional untuk melepas atribut klub domestik dan bersatu mendukung Persib sebagai wakil tunggal Indonesia di Asia. "Jangan ada sebutan 'Badut Asia', kita harus beri energi positif agar Persib bisa membantai Ratchaburi di Bandung nanti," tegas ulasan tersebut. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada