BLITAR – Hasil Persib Bandung terbaru dari kancah Asia membawa kabar yang kurang menggembirakan bagi publik sepak bola tanah air. Bertandang ke markas Ratchaburi FC dalam laga leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2), Rabu (11/2/2026) malam, langkah Pangeran Biru harus terhenti oleh ketangguhan tuan rumah.
Meski datang dengan modal tren positif di kompetisi domestik, anak asuh Bojan Hodak dipaksa mengakui keunggulan lawan dalam laga yang berlangsung dengan intensitas dan determinasi tinggi tersebut. Kekalahan ini menjadi tamparan bagi Persib yang sebenarnya tampil dengan kekuatan penuh, termasuk menurunkan barisan pemain asing anyar.
Namun, atmosfer Stadion Namuang dan permainan terorganisir dari Ratchaburi FC terbukti menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Maung Bandung yang malam tadi tampak kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial.
Jalannya Pertandingan: Kecolongan di Menit Awal
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Ratchaburi FC langsung mengambil inisiatif serangan dengan gaya permainan high pressing yang agresif. Hasilnya pun instan; memasuki menit keempat, lini pertahanan Persib Bandung kecolongan. Sebuah serangan yang terorganisir rapi berhasil dimanfaatkan oleh gelandang Ratchaburi untuk mengoyak jala Teja Paku Alam.
Skor 1-0 ini bertahan hingga turun minum, meskipun Persib sempat mencoba bangkit melalui skema serangan balik. Bojan Hodak sebenarnya telah meramu komposisi terbaik dengan menduetkan Patricio dan Federico Barba di jantung pertahanan. Di lini tengah, kehadiran Tom Haye dan Eliano Reijnders diharapkan mampu menjaga ritme permainan.
Namun, absennya pilar kunci seperti Marc Klok dan Beckham Putra akibat cedera terasa sangat berdampak pada kreativitas serangan. Persib sempat mendapatkan peluang emas melalui sundulan William Baros dan tendangan keras Luciano, namun kedisplinan pemain Ratchaburi membuat peluang tersebut mentah.
Baca Juga: Transfer Gila Ole Romeny Resmi ke Persib Bandung: Bobotoh Menangis Haru, Rival Liga 1 Mulai Panik!
Dominasi yang Gagal Berbuah Gol
Memasuki babak kedua, Persib Bandung mencoba mengambil alih dominasi permainan. Menit ke-25 hingga menit ke-35 menjadi fase di mana Pangeran Biru terus mengurung pertahanan lawan. Pergerakan Berginho di sisi sayap beberapa kali merepotkan bek lawan, namun koordinasi di lini depan masih belum padu.
Debut Sergio Castel yang diharapkan menjadi pemecah kebuntuan pun belum mampu memberikan dampak instan pada hasil Persib Bandung terbaru ini. Ratchaburi FC, di sisi lain, bermain sangat cerdik dengan menunggu momentum serangan balik. Meski Persib unggul dalam penguasaan bola di pertengahan babak kedua, skor tetap tidak berubah.
Bojan Hodak mengakui bahwa Ratchaburi adalah lawan yang sangat tangguh saat bermain di kandang. Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi besar, terutama mengenai efektivitas penyelesaian akhir dan koordinasi lini belakang saat menghadapi transisi cepat lawan.
Misi Balas Dendam dan Harapan Remontada di GBLA
Meskipun hasil Persib Bandung terbaru di leg pertama ini berakhir dengan kekalahan, harapan Bobotoh masih terbuka lebar. Persib masih memiliki satu kesempatan di leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari mendatang.
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi modal utama bagi Persib untuk melakukan remontada atau membalikkan keadaan. "Kami masih memiliki 21 pemain yang siap tampil. Saya yakin mereka bisa menunjukkan penampilan yang lebih baik di Bandung," tegas Bojan Hodak dengan nada optimis.
Dukungan penuh dari ribuan Bobotoh di GBLA diharapkan mampu meruntuhkan mentalitas pemain Ratchaburi FC. Kemenangan dengan selisih gol yang cukup di laga kandang nanti menjadi harga mati bagi Persib jika ingin mengamankan tiket menuju babak perempat final ACL 2. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada