Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Noh Alam Shah, Legenda Arema Indonesia yang Bikin Kanjuruhan Bergemuruh! Gol Salto Ikoniknya Masih Abadi di Hati Aremania

Dyah Wulandari • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:50 WIB

Noh Alam Shah, legenda Arema Indonesia dengan gol salto ikonik dan peran kunci juara Liga 2009-2010. Kisahnya bikin merinding
Noh Alam Shah, legenda Arema Indonesia dengan gol salto ikonik dan peran kunci juara Liga 2009-2010. Kisahnya bikin merinding

JAKARTA - Noh Alam Shah bukan sekadar mantan striker asing yang pernah memperkuat Arema Indonesia. bagi Aremania, nama Noh Alam Shah adalah bagian dari sejarah emas klub berjuluk Singo Edan. Kiprahnya pada periode 2009 hingga 2012 menjadikan dirinya salah satu striker paling dikenang dalam sejarah Liga Indonesia.

Didatangkan pada musim 2009-2010, Noh Alam Shah langsung menjelma menjadi mesin gol andalan Arema Indonesia. Pada musim pertamanya, ia sukses mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 2009-2010. Kontribusinya di lini depan membuat Arema tampil tajam dan disegani lawan.

Sebagai striker bernomor punggung 12, Noh Alam Shah dikenal dengan gaya bermain keras, lugas, dan penuh determinasi. Karakternya di lapangan sangat selaras dengan identitas Arema yang mengusung permainan agresif dan penuh semangat juang. Tak heran, kehadirannya cepat menyatu dengan kultur klub dan dukungan luar biasa dari Aremania.

Baca Juga: Ditunggu-tunggu Ribuan Pegawai! Menteri Keuangan Akhirnya Buka Suara Soal Kenaikan Gaji ASN 2026, Ternyata Kondisi APBN Jadi Penentu Utama Nasib Penda

Mesin Gol yang Identik dengan Permainan Atraktif

Dalam perjalanannya bersama Arema Indonesia, Noh Alam Shah menunjukkan kualitas sebagai predator di kotak penalti. Ia tidak hanya piawai dalam penyelesaian akhir, tetapi juga berani melakukan aksi-aksi spektakuler.

Salah satu momen yang paling membekas adalah gol salto indahnya saat Arema menjamu Persema Malang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Dalam laga panas bertajuk derbi Malang tersebut, ia berhasil mencetak gol akrobatik memanfaatkan umpan dari Muhammad Ridwan. Gol itu membuat kedudukan menjadi 1-1 dan membakar semangat tim serta suporter.

Baca Juga: ⁠Rekrutmen CPNS 2026 Belum Pasti, BKPSDM Kota Blitar Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Gol salto tersebut hingga kini masih sering diputar ulang di berbagai kanal media sosial dan menjadi bagian dari kompilasi gol terbaik Arema sepanjang masa. Aksi akrobatiknya menjadi simbol keberanian dan kreativitas yang jarang dimiliki striker lain di Liga Indonesia saat itu.

Ketajamannya di lini depan menjadikan Noh Alam Shah sebagai salah satu striker asing tersukses yang pernah membela Singo Edan. Ia tampil konsisten dan menjadi tumpuan utama dalam mendulang poin di setiap pertandingan penting.

Kunci Sukses Arema di Era Keemasan

Keberhasilan Arema Indonesia meraih gelar juara musim 2009-2010 tak lepas dari kontribusi besar sang striker. Kombinasinya dengan lini tengah yang solid membuat Arema tampil dominan sepanjang musim.

Baca Juga: ⁠Polisi Ingatkan Masyarakat Bahaya Motor Ditinggal Dipersawahan dengan Kunci Masih Tertinggal

Selain mencetak gol, Noh Alam Shah juga dikenal sebagai pemain yang punya mentalitas kuat. Ia tak segan berduel dengan bek lawan dan kerap menjadi pemecah kebuntuan di laga-laga krusial. Karakter pekerja kerasnya mencerminkan filosofi Singo Edan yang pantang menyerah.

Pada masa itu, Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bagaimana namanya kerap diteriakkan ribuan Aremania. Setiap sentuhan bolanya selalu memunculkan harapan. Setiap peluang yang ia dapatkan terasa seperti ancaman nyata bagi pertahanan lawan.

Tetap Dikenang Meski Arema Dilanda Dualisme

Namun perjalanan manis itu tidak berlangsung selamanya. Setelah era kejayaan tersebut, Arema sempat dilanda dualisme yang membuat klub terpecah. Situasi tersebut berdampak pada stabilitas tim dan perjalanan karier sejumlah pemain, termasuk Noh Alam Shah.

Baca Juga: Resmi dari Taspen! Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Cair 1 Maret, Bisa Capai Rp4,9 Juta – Waspada Penipuan dan Batas Akhir 13 Februari

Meski demikian, kecintaannya terhadap klub dan kenangan indah yang telah ia torehkan tidak pernah luntur di hati suporter. Bagi Aremania, ia tetap menjadi bagian penting dalam sejarah besar Arema Indonesia.

Nama Noh Alam Shah kini mungkin tak lagi menghiasi daftar skuad Singo Edan. Namun memorinya tetap hidup. Gol-golnya, terutama gol salto ikonik di Kanjuruhan, menjadi cerita turun-temurun di kalangan suporter.

Dalam dunia sepak bola, tak semua pemain asing mampu meninggalkan jejak mendalam. Tetapi Noh Alam Shah berhasil melakukannya. Ia bukan hanya striker tajam, melainkan simbol era keemasan Arema Indonesia.

Baca Juga: Gol Cepat Christian Gonzalez Bikin Stadion Kanjuruhan Bergemuruh, Arema FC Tekuk Persela Lamongan 1-0 dalam Laga Penuh Drama

Bagi Aremania, satu hal yang pasti: legenda tetaplah legenda. Dan Noh Alam Shah akan selalu punya tempat spesial di hati pendukung Singo Edan, sampai kapan pun.

Editor : Dyah Wulandari
#Gol Salto #arema indonesia #liga indonesia #noh alam shah #aremania