Ketertarikan Rossoneri tidak main-main. Manajemen Milan dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan perwakilan sang pemain. Langkah agresif ini diambil menyusul kebutuhan mendesak pelatih Massimiliano Allegri yang masih belum puas dengan kedalaman skuadnya, terutama di sektor belakang. Rumor Jay Idzes ke AC Milan ini semakin kencang berhembus setelah beberapa jurnalis kredibel Italia, termasuk Luca Cilli, mengonfirmasi bahwa Il Diavolo Rosso terus memantau perkembangan pemain yang akrab disapa "Bang Jay" tersebut.
Namun, untuk mendaratkan bek berusia 25 tahun itu ke San Siro, Milan harus merogoh kocek cukup dalam. Prediksi mahar transfer yang harus disiapkan mencapai angka 20 juta Euro. Nilai ini dianggap sepadan mengingat performa impresif Idzes bersama Sassuolo dan statusnya sebagai aset jangka panjang. Jika tidak bergerak cepat di Januari, valuasi rumor Jay Idzes ke AC Milan diprediksi akan terus meroket seiring konsistensi sang pemain di Liga Italia.
Krisis Pertahanan dan Ketergantungan pada Pavlovic-Tomori
Keinginan Milan merekrut bek baru bukan tanpa alasan. Di bawah asuhan Allegri, Milan sebenarnya memiliki pertahanan yang solid secara statistik, hanya kebobolan 11 kali. Namun, soliditas ini sangat bergantung pada duet Strahinja Pavlovic dan Fikayo Tomori. Ketika salah satu atau keduanya absen, pertahanan Milan kerap goyah.
Pemain pelapis seperti Koni De Winter dinilai belum mampu tampil meyakinkan dan kesulitan mengimbangi skema taktik Allegri, bahkan sempat melakukan blunder fatal saat melawan Lazio di Coppa Italia. Hal ini memaksa Allegri melirik opsi baru di pasar transfer. Awalnya, sang pelatih menginginkan kepulangan bek veteran Thiago Silva yang kontraknya habis bersama Fluminense. Silva dinilai bisa menjadi mentor instan bagi bek muda Milan.
Namun, keinginan Allegri bertentangan dengan visi manajemen. Petinggi Milan menilai Thiago Silva yang sudah berusia 41 tahun bukan solusi jangka panjang. Di sinilah nama Jay Idzes muncul sebagai opsi paling realistis dan menjanjikan. Selain usia yang masih muda, gaya main Idzes dinilai sangat cocok dengan skema tiga bek yang sering diterapkan Allegri.
Sassuolo Jadi Penghalang Utama
Meski minat Milan sangat kuat, jalan terjal menghadang dalam proses transfer ini. Sassuolo, klub pemilik Idzes, sedang dalam performa positif dan berjuang menembus zona Eropa. Idzes merupakan pilar tak tergantikan di lini belakang Neroverdi di bawah asuhan pelatih Fabio Grosso. Ia membentuk duet tangguh bersama Tarik Muharemovic dan selalu menjadi pilihan utama.
Fabio Grosso sendiri secara terbuka enggan merombak struktur pertahanannya yang sudah solid di tengah musim. Apalagi, Idzes baru saja didatangkan pada bursa musim panas lalu dan terikat kontrak panjang hingga 2029. Kondisi stok bek Sassuolo yang menipis akibat cedera pemain lain membuat mereka diprediksi akan mati-matian mempertahankan Kapten Timnas Indonesia tersebut, kecuali Milan datang dengan tawaran yang sulit ditolak.
Revolusi Lini Depan: Bidik Robert Lewandowski
Selain fokus pada pembenahan lini belakang, AC Milan juga tengah pusing dengan tumpulnya lini serang. Investasi besar pada Santiago Jimenez dan Christopher Nkunku (dalam skenario transfer ini) dianggap gagal total alias flop. Nkunku, yang didatangkan dengan dana 38 juta Euro, dinilai tidak cocok dengan permainan Italia dan baru mencetak satu gol. Manajemen Milan dikabarkan mulai gerah dan siap melepas pemain asal Prancis tersebut.
Sebagai gantinya, radar Milan mengarah pada penyerang kelas dunia, Robert Lewandowski. Striker asal Polandia yang kini membela Barcelona itu dianggap opsi jangka pendek terbaik untuk memberikan dampak instan di Serie A. Meski sudah berusia 37 tahun, ketajaman Lewandowski dipercaya masih mumpuni, layaknya Jamie Vardy atau Luka Modric yang "makin tua makin jadi". Milan memiliki opsi merekrutnya di Januari atau menunggu kontraknya habis pada 2026, namun kebutuhan mendesak akan gol membuat opsi Januari menjadi lebih masuk akal.
Dengan potensi kedatangan Jay Idzes di lini belakang dan Lewandowski di depan, AC Milan berharap dapat menjaga konsistensi mereka dalam perebutan Scudetto musim ini. Bagi publik sepak bola Indonesia, kepindahan Idzes ke klub sebesar Milan tentu akan menjadi sejarah baru yang membanggakan. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar