Bukan sekadar rumor biasa, isu kepindahan Jay Idzes ke AC Milan kini semakin memanas menjelang pembukaan jendela transfer Januari. Kebutuhan mendesak Milan untuk menambal lini pertahanan yang rapuh menjadi alasan utama mereka bergerak agresif. Menariknya, Milan tidak sendirian. Rival sekota mereka, Inter Milan, juga dikabarkan memantau situasi bek bertinggi badan 190 cm tersebut, memicu potensi Derby della Madonnina di pasar transfer.
Faktor yang membuat Jay Idzes ke AC Milan menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi bukan hanya karena kemampuan teknisnya di lapangan. Statusnya sebagai kapten Timnas Indonesia dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan. Jiwa kepemimpinan yang ia tunjukkan saat memimpin Skuad Garuda di level internasional dianggap sebagai aset berharga yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Tak Tergantikan di Sassuolo, Idzes Jadi Simbol Konsistensi
Sejak didatangkan dari Venezia pada musim panas lalu, Jay Idzes langsung menyegel satu tempat utama di jantung pertahanan Sassuolo. Statistik mencatat, ia tidak pernah absen satu menit pun dalam laga-laga Serie A musim ini. Ketangguhan, ketenangan, serta kedisiplinannya dalam membaca permainan lawan membuat gawang Neroverdi lebih aman.
Media Italia, Football Premiere, turut menyoroti fenomena ini. "Idzes, pemain internasional Indonesia dan kapten tim, telah menjadi pemain reguler di Serie A musim ini dan tidak absen satu menit pun," tulis media tersebut.
Bagi AC Milan, merekrut pemain dengan karakter leader seperti Idzes adalah investasi jangka panjang. Di tengah krisis bek tengah yang melanda, kehadiran sosok yang vokal dan mampu mengorganisasi lini belakang tentu menjadi prioritas. Ban kapten Timnas Indonesia yang melingkar di lengannya seolah menjadi stempel validasi bahwa mentalitas Idzes sudah teruji di level tertinggi.
Rapor Pemain Abroad Lain: Emil Audero Gemilang, Kevin Diks Solid
Selain kabar Jay Idzes ke AC Milan, pemain keturunan Indonesia lainnya juga unjuk gigi di kompetisi Eropa. Penjaga gawang Emil Audero Mulyadi tampil heroik saat membela Cremonese menahan imbang Lazio tanpa gol di Stadion Olimpico. Kiper berusia 28 tahun itu melakukan serangkaian penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan Valentin Castellanos dan tendangan keras Adam Marusic. Performa gemilang ini diganjar rating 7,9 oleh FotMob dan menobatkannya sebagai Man of the Match.
Sementara itu, di Bundesliga Jerman, bek Timnas Indonesia Kevin Diks juga tampil solid meski timnya, Borussia Monchengladbach, harus mengakui keunggulan Borussia Dortmund 0-2. Diks menjadi pemain dengan rating tertinggi di timnya (7,2) berkat akurasi operan mencapai 91 persen dan serangkaian aksi defensif, mulai dari tekel, sapuan, hingga intersep.
PSSI Tunjuk John Herdman sebagai Nahkoda Baru Garuda
Di ranah tim nasional, PSSI akhirnya menjatuhkan pilihan kepada pelatih asal Inggris, John Herdman, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Skuad Garuda mulai Januari 2026. Mantan pelatih Timnas Kanada ini akan menggantikan posisi Patrick Clifford.
Penunjukan Herdman disepakati melalui rapat Exco PSSI yang melibatkan Ketua Umum Erick Thohir. Herdman dinilai memiliki filosofi permainan yang cocok dengan karakter pemain Indonesia, yakni mengandalkan transisi cepat via sayap dengan formasi fleksibel 3-4-3 atau 3-5-2. Selain menangani tim senior, Herdman juga diberi mandat memimpin Timnas U-23 demi menjaga regenerasi pemain.
PSSI berharap proses finalisasi kontrak segera rampung agar Herdman bisa langsung mempersiapkan tim menghadapi agenda FIFA Series pada Maret mendatang. Dengan hadirnya pelatih baru dan semakin banyaknya pemain Indonesia yang berkarier di liga top Eropa seperti Jay Idzes, masa depan sepak bola Tanah Air tampak semakin cerah. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar