Sorotan utama dalam transfer Serie A Januari kali ini tertuju pada pergerakan efektif Fiorentina. Klub asal Florence ini dinilai sukses besar dalam merekrut pemain, terutama dengan hadirnya Direktur Olahraga baru yang membawa angin segar. Fokus mereka merekrut pemain berpengalaman di Serie A, sebagian besar talenta lokal Italia, dianggap langkah strategis untuk menjauhkan La Viola dari zona degradasi. Penambahan pemain sayap seperti Harrison dan Solomon dinilai krusial mengingat minimnya opsi winger berkualitas di Italia saat ini.
Di kubu ibu kota, AS Roma juga tersenyum lebar. Kedatangan Donyell Malen dari Aston Villa dianggap sebagai upgrade masif untuk lini depan Giallorossi. Masalah utama Roma musim ini adalah produktivitas gol, dan Malen diharapkan menjadi solusi instan. Meski pelatih Gian Piero Gasperini sempat mengeluhkan aktivitas transfer timnya yang lain, kehadiran Malen tak bisa dipungkiri memberikan dimensi baru serangan Roma. Ia dinilai mampu menahan bola, menghubungkan permainan, dan tentu saja, mencetak gol yang sangat dibutuhkan.
Lazio dan Bologna Kehilangan Arah
Nasib berbeda dialami rival sekota Roma, Lazio. Biancocelesti dilabeli sebagai "pecundang" terbesar dalam jendela transfer kali ini. Kehilangan gelandang terbaik dan penyerang andalan mereka, Taty Castellanos, tanpa pengganti sepadan membuat arah kebijakan klub dipertanyakan. Bahkan, bek Alessio Romagnoli nyaris hengkang jika kesepakatan tidak kolaps di detik akhir. Situasi ini tentu membuat pelatih Maurizio Sarri frustrasi, meski ia masih mampu menjaga soliditas tim di tengah badai eksodus pemain.
Bologna pun setali tiga uang. Tim yang musim lalu mengejutkan dengan lolos ke kompetisi Eropa dan menjuarai Coppa Italia ini justru terlihat "gembos". Kehilangan pemain kunci seperti Ciro Immobile dan Fabian Ruiz membuat performa mereka terjun bebas. Ditambah lagi dengan penjualan Emil Holm ke Juventus, Bologna seakan melucuti kekuatan sendiri di saat mereka harus membagi fokus di kompetisi domestik dan Eropa.
"Skuad Bologna selalu dipertanyakan saat masuk kompetisi Eropa. Mereka seharusnya berinvestasi lebih banyak untuk memperdalam skuad, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ini yang membuat mereka kesulitan sekarang," ujar salah satu analis dalam rangkuman bursa transfer tersebut.
Nasib Davide Frattesi dan Kejutan Lorenzo Lucca
Sorotan individu juga mengarah pada gelandang Inter Milan, Davide Frattesi. Pemain Timnas Italia ini dianggap "korban" karena gagal pindah demi mendapatkan menit bermain reguler. Kualitas Frattesi dinilai terlalu bagus untuk sekadar menjadi penghangat bangku cadangan Nerazzurri. Kegagalannya keluar dari Inter menjadi penyesalan bagi banyak pihak yang ingin melihat potensinya berkembang maksimal.
Sementara itu, kejutan datang dari Lorenzo Lucca. Striker jangkung yang gagal total saat dipinjamkan ke Napoli ini langsung "meledak" bersama klub barunya di Inggris, Nottingham Forest. Hanya butuh satu pertandingan bagi Lucca untuk mencetak gol di Premier League, menyamai torehan golnya selama 16 laga di Serie A. Gaya main kick and rush Inggris yang mengandalkan umpan silang dinilai lebih cocok dengan postur tubuhnya yang menjulang, berbeda dengan skema Napoli yang kurang memanjakan striker tipe target man.
Drama lain yang mewarnai penutupan bursa adalah kegagalan transfer Mateus karena masalah medis, serta curhatan Noah Lang yang mengakui hubungan buruknya dengan pelatih Antonio Conte. Semua dinamika ini menjadikan transfer Serie A Januari kali ini sebagai salah satu yang paling menarik untuk disimak, dengan dampak yang diprediksi akan langsung terasa di sisa paruh kedua musim.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar