Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terkapar di Thailand! Persib Bandung Tak Berdaya Dihajar Ratchaburi FC 0-3, Bojan Hodak Wajib Siapkan Remontada Gila di GBLA

Oksania Difa Ilmada • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:45 WIB

Persib Bandung dihajar Ratchaburi FC 0-3 di ACL 2. Debut Kurzawa & Sergio Castel berakhir pahit. Bisakah Persib comeback di leg kedua nanti?
Persib Bandung dihajar Ratchaburi FC 0-3 di ACL 2. Debut Kurzawa & Sergio Castel berakhir pahit. Bisakah Persib comeback di leg kedua nanti?

BLITAR - Langkah Persib Bandung di ajang bergengsi Asia harus menemui jalan terjal yang sangat mendaki. Dalam laga leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2) musim 2025-2026, Maung Bandung dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3 dari tuan rumah Ratchaburi FC di Dragon Solar Park, Thailand.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Bojan Hodak yang semula diprediksi mampu memberikan perlawanan sengit, namun justru pulang dengan tangan hampa. Update Persib pasca-pertandingan menunjukkan adanya lubang besar dalam transisi permainan yang membuat lini pertahanan kalang kabut.

Gol cepat pemain asal Spanyol, Tana, pada menit ke-5 seolah meruntuhkan skenario awal yang disusun pelatih. Penderitaan Pangeran Biru berlanjut di babak kedua melalui sundulan Gabriel Mutombo pada menit ke-53, sebelum akhirnya Tana mencetak brace pada menit ke-84 untuk menutup malam kelabu bagi wakil Indonesia tersebut.

Kekalahan 0-3 ini tercatat sebagai salah satu hasil paling minor bagi Persib Bandung di musim ini. Meski secara statistik penguasaan bola Maung Bandung unggul tipis dengan 52,5 persen dan melepaskan 17 tembakan, namun efektivitas menjadi masalah utama. Dari belasan peluang tersebut, hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang (on target). Hal ini berbanding terbalik dengan Ratchaburi yang tampil sangat klinis dengan mencatatkan 8 tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan.

Baca Juga: Jadwal Playoff 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Real Madrid dan Juventus Siap Beraksi!

Masalah Klasik: Finishing Touch dan Ball Watching

Analis sepak bola menyoroti bahwa penyebab utama kekalahan ini adalah buruknya koordinasi lini tengah. Duet Eliano Reinders dan Luciano Guaycochea dinilai terlambat turun saat lawan melakukan serangan balik cepat. Para pemain tengah Persib cenderung terpaku pada pergerakan bola (ball watching) tanpa mengawasi pergerakan tanpa bola para pemain Ratchaburi yang sangat eksplosif.

"Gelandang-gelandang Persib gagal mengantisipasi kecepatan pergerakan lawan. Tana benar-benar menjadi momok dan pantas menjadi man of the match karena pergerakannya yang cair," ujar pengamat dalam ulasan pertandingan tersebut. Kesalahan fundamental ini membuat bek tengah seperti Federico Barba dan Matricardi harus bekerja ekstra keras menghadapi gelombang serangan yang tak henti-hentinya mengalir dari sisi sayap.

Masalah klasik berupa penyelesaian akhir juga kembali menghantui. Peluang emas dari Luciano yang membentur tiang gawang serta sundulan William Baros yang tepat mengarah ke pelukan kiper menunjukkan betapa tumpulnya lini depan di saat krusial. Andre Jung yang diplot sebagai ujung tombak pun tak berkutik sebelum akhirnya digantikan oleh Sergio Castel di babak kedua.

Baca Juga: Jadwal Semifinal Coppa Italia 2026: Inter Milan Tantang Komo, Atalanta Singkirkan Juventus

Debut Kurang Beruntung Sergio Castel dan Layvin Kurzawa

Laga ini juga menjadi panggung debut bagi dua penggawa baru Persib, Sergio Castel dan mantan bintang PSG, Layvin Kurzawa. Castel masuk di menit ke-58 menggantikan Andre Jung, namun ketatnya penjagaan bek lawan membuatnya kesulitan mendapatkan ruang tembak. Sementara itu, Kurzawa baru dimasukkan pada menit ke-83 menggantikan Alfeandra Dewangga.

Nahas bagi Kurzawa, hanya berselang beberapa detik setelah ia menginjakkan kaki di lapangan hijau, gawang Teja Paku Alam kembali bobol untuk ketiga kalinya. Meski kebobolan tiga gol, penampilan Teja Paku Alam tetap layak diapresiasi. Jika bukan karena dua penyelamatan gemilangnya, Persib Bandung mungkin akan menderita kekalahan yang jauh lebih memalukan.

Baca Juga: Jadwal Liga Italia Pekan ke-23: Inter Milan Nyaman di Puncak, AC Milan Tantang Bologna

Misi Mustahil di GBLA: Menanti Keajaiban Istanbul Versi Bandung

Kini, PR besar berada di pundak Bojan Hodak. Persib Bandung membutuhkan kemenangan minimal 4-0 di leg kedua yang akan digelar pada 18 Februari mendatang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Misi remontada ini memang terdengar mustahil, namun sejarah sepak bola sering kali menyuguhkan keajaiban yang tak terduga.

Publik teringat pada "Miracle of Istanbul" saat Liverpool melakukan comeback setelah tertinggal 0-3 dari AC Milan. Semangat inilah yang harus dibawa ke Bandung. Dengan dukungan penuh dari puluhan ribu Bobotoh, GBLA diharapkan bisa menjadi neraka bagi Ratchaburi FC. Bojan Hodak harus segera memperbaiki gap antar lini dan mempertajam insting gol para penyerangnya jika ingin menjaga mimpi Asia tetap hidup. (*)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#Ratchaburi FC vs Persib Bandung #Persib Bandung Liga Champions Asia #Kabar Persib Bandung Hari Ini #Persib Bandung fokus kompetisi Asia #persib bandung