BLITAR - Eskalasi persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin memanas menjelang bergulirnya putaran kedua. Dinamika bursa transfer BRI Super League musim 2025-2026 menyuguhkan kejutan besar yang melibatkan klub-klub raksasa seperti Persija Jakarta, Persis Solo, hingga Dewa United. Pergerakan cepat manajemen klub dalam mengamankan tanda tangan pemain incaran menjadi sinyal bahwa paruh kedua musim ini akan berjalan lebih sengit dan kompetitif.
Salah satu kabar yang paling menyita perhatian dalam bursa transfer BRI Super League kali ini adalah aktivitas agresif Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut secara resmi memperkenalkan amunisi baru di lini tengah mereka. Tidak tanggung-tanggung, Persija mendaratkan pemain berkebangsaan Brasil, Jian Mota. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah ini memiliki profil mentereng karena sebelumnya tercatat pernah membela klub Amerika Serikat, Inter Miami, dan sempat berbagi lapangan dengan bintang dunia.
Manajemen Persija Jakarta tampaknya sangat serius membangun proyek jangka panjang. Selain Jian Mota yang diikat kontrak hingga 30 Juni 2027, Macan Kemayoran juga memperkuat sektor pertahanan bawah mistar. Mereka resmi merekrut penjaga gawang berbakat, Cyrus Margono. Pemain berusia 24 tahun tersebut mendapatkan durasi kontrak yang cukup panjang hingga tahun 2028, menunjukkan kepercayaan tinggi klub terhadap potensinya di bawah asuhan pelatih kepala.
Eksodus Pemain dan Langkah Strategis Klub Papan Atas
Pergerakan di bursa transfer BRI Super League tidak hanya berfokus pada pemain asing. Dewa United membuat kejutan besar dengan memulangkan salah satu pilar utama Tim Nasional Indonesia, Ivar Jenner. Kehadiran Ivar diharapkan mampu menjadi jenderal lapangan tengah yang baru bagi tim asal Banten tersebut. Manajemen Dewa United memberikan komitmen jangka panjang kepada Ivar dengan kontrak hingga 31 Mei 2028, sebuah langkah berani untuk menjaga stabilitas tim di papan tengah.
Di sisi lain, Bhayangkara Presisi Lampung juga tidak mau ketinggalan dalam memperkuat kedalaman skuat. Tim berjuluk The Guardian ini sukses meminjam jasa gelandang serang lincah asal Jepang, Ryo Matsumura, dari Persija Jakarta. Perpindahan Matsumura dengan status pinjaman hingga akhir musim ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan lini serang Bhayangkara yang membutuhkan kreativitas tambahan guna mendulang poin di putaran kedua.
Persis Solo dan PSM Makassar Rombak Skuat
Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo, menjadi tim yang paling sibuk dalam jendela transfer kali ini. Mereka berhasil mengamankan tanda tangan sayap kanan lokal, Febri Haryadi, dengan status pinjaman dari Persib Bandung. Selain Febri, Persis juga menambah daya gedor dengan mendatangkan striker asal Liberia, Abu Kamara dari PSM Makassar, serta mantan penggawa Semen Padang FC, Bruno Gomez. Langkah ini diambil manajemen Persis untuk memperbaiki produktivitas gol yang sempat seret di awal musim.
Sementara itu, PSM Makassar yang kehilangan Abu Kamara langsung bergerak cepat mencari pengganti sepadan. Tim Juku Eja resmi mendaratkan bek tangguh asal Montenegro, Dusan Ligator, dan penyerang tim nasional Tajikistan, Sheriddin Boboev. Keduanya diberikan kontrak jangka pendek hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan jika mampu memberikan performa impresif. Langkah ini diambil untuk menjaga asa PSM tetap berada di jalur perebutan juara.
Dinamika Tim Lain dan Comeback Ikonik
Kejutan unik datang dari Kota Kembang. Persib Bandung secara resmi mendaftarkan kembali legenda mereka, I Made Wirawan, ke dalam daftar pemain aktif untuk putaran kedua. Meski sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih kiper, kebutuhan mendesak di sektor penjaga gawang membuat pemain senior ini kembali mengenakan sarung tangan di lapangan hijau.
Di Jawa Timur, Arema FC juga menambah kekuatan di sektor pertahanan dengan meminjam bek kiri lokal, Leo Guntara, dari Semen Padang FC. Sedangkan di level kompetisi lain, mantan pemain Persik Kediri, Pedro Matos, memilih untuk melanjutkan kariernya di Liga 2 bersama Persekat Tegal setelah resmi berpisah dengan tim Macan Putih.
Jendela transfer ini menjadi bukti bahwa persaingan menuju takhta juara BRI Super League semakin tidak terduga. Dengan banyaknya pemain berkualitas yang masuk, para penggemar sepak bola nasional tentu menantikan aksi-aksi magis mereka di atas lapangan hijau pada putaran kedua mendatang. (*)
Baca Juga: Asal-usul Valentine Day dan Polemik Perayaannya di Indonesia
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly