BLITAR - Kabar mengejutkan datang dari kancah Liga Premier Inggris. Manajemen Tottenham Hotspur secara resmi mengakhiri kerja sama dengan manajer mereka, Thomas Frank. Keputusan drastis Thomas Frank dipecat Tottenham ini diambil menyusul rentetan hasil buruk yang membuat klub London Utara tersebut terlempar ke peringkat 16 klasemen sementara. Kekalahan tipis 2-1 dari Newcastle United pada akhir pekan kemarin menjadi tetes terakhir kesabaran petinggi klub terhadap arsitek asal Denmark tersebut.
Langkah memutus kontrak ini ternyata membawa konsekuensi finansial yang sangat berat bagi The Lilywhites. Berdasarkan laporan internal, peristiwa Thomas Frank dipecat Tottenham ini memaksa klub menanggung kerugian total mencapai Rp700 miliar. Angka fantastis tersebut merupakan akumulasi dari biaya penebusan klausul saat mendatangkannya dari Brentford sebesar 6,7 juta poundsterling (Rp131 miliar), ditambah kewajiban membayar sisa kontrak hingga Juni 2028 yang diprediksi mencapai 18 juta poundsterling atau sekitar Rp412 miliar secara penuh.
Situasi di kursi kepelatihan Eropa memang sedang memanas. Bersamaan dengan kabar Thomas Frank dipecat Tottenham, Roberto De Zerbi juga resmi berpisah dengan Marseille setelah kekalahan telak 5-0 dari PSG. Nama De Zerbi pun mulai dikaitkan sebagai suksesor di London. Namun, rumor paling kuat justru mengarah pada mantan pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, yang kabarnya sudah masuk dalam diskusi internal jajaran senior Spurs untuk mengisi kekosongan tersebut.
Persaingan Gelar dan Badai Cedera Pemain Bintang
Di papan atas klasemen, tensi persaingan antara Manchester City dan Arsenal kian mendidih. Arsenal saat ini masih memimpin dengan 56 poin, namun Pep Guardiola menegaskan bahwa City tidak akan membiarkan Meriam London bernapas lega. Kemenangan terbaru City 3-0 atas Fulham lewat gol Erling Haaland kian memangkas jarak. Guardiola secara terbuka menyatakan timnya tengah menanti momen Arsenal terpeleset untuk mengudeta posisi puncak.
Sayangnya, ambisi Arsenal harus terganjal kabar buruk dari ruang medis. Penyerang andalan mereka, Kai Havertz, mengalami cedera otot dan dipastikan absen hingga laga krusial Derby London Utara melawan Tottenham pada 22 Februari mendatang. Catatan medis menunjukkan Havertz telah melewatkan total 29 laga musim ini, sebuah kerugian besar bagi skuat asuhan Mikel Arteta di tengah perburuan gelar juara.
Masalah cedera juga menghantam Real Madrid. Los Blancos harus kehilangan jenderal lapangan tengah mereka, Jude Bellingham, selama dua bulan akibat masalah hamstring yang lebih parah dari perkiraan awal. Di Spanyol, kabar lain menyebutkan Real Madrid resmi mengakhiri proyek Liga Super Eropa setelah mencapai kesepakatan damai dengan UEFA, menyusul langkah serupa yang diambil Barcelona sebelumnya.
Pergerakan Bursa Transfer dan Wonderkid Indonesia
Menjelang bursa transfer musim panas, aktivitas klub-klub besar mulai terlihat. Barcelona dikabarkan tengah merayu Julian Alvarez untuk meninggalkan Atletico Madrid sebagai suksesor Robert Lewandowski. Sementara itu, Chelsea dilaporkan siap menikung Manchester United dalam perburuan gelandang muda Brighton, Carlos Balebar. Chelsea butuh tenaga baru di lini tengah mengingat kondisi Romeo Lavia yang rentan cedera.
Kabar membanggakan juga datang dari penggawa Timnas Indonesia, Justin Hubner. Bek muda ini masuk dalam daftar lima pemain U-23 di Eropa dengan statistik tekel tertinggi menurut data Opta. Hubner yang kini merumput di Eredivisie Belanda bahkan mengungguli catatan bek Real Madrid, Raul Asensio. Prestasi ini semakin mempertegas kualitas bek masa depan Indonesia di kancah sepak bola elite Benua Biru.
Di sisi lain, Manchester United masih berjuang keras untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Gol dramatis Benjamin Sesko di menit tambahan saat melawan West Ham menjadi penyelamat mental Setan Merah. Dengan hasil imbang tersebut, United tetap menjaga posisi di empat besar klasemen, bersaing ketat dengan tim-tim mapan lainnya di sisa musim yang semakin krusial. (*)
Baca Juga: DisbudparPerkuat Karakter Bangsa lewat Drama Kolosal Perjuangan Tentara PETA Blitar
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly