SURABAYA – Laga panas akan tersaji saat Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1. Jelang pertandingan tersebut, pelatih Bernardo Tavares mengakui timnya belum dalam kondisi ideal. Meski begitu, ia optimistis Green Force mampu meraih hasil maksimal dengan dukungan penuh Bonek dan Bonita.
Dalam konferensi pers, Tavares menekankan pentingnya atmosfer stadion. Menurutnya, dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain Persebaya Surabaya.
“Saya pikir sangat penting Bonek dan Bonita datang besok untuk menciptakan lingkungan yang bagus. Pertandingan terakhir melawan Dewa adalah atmosfer yang fantastis, meski kami tidak bisa menang,” ujarnya.
Ia menegaskan laga melawan Bhayangkara FC akan berjalan sulit. Lawan dinilai memiliki kekuatan baru setelah mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman di Liga Indonesia.
Akui Kondisi Tim Tak Ideal
Tavares secara terbuka mengakui kondisi skuad Persebaya Surabaya belum 100 persen. Beberapa pemain masih berkutat dengan cedera dan sakit.
“Kami tidak 100 persen. Ada pemain yang sakit, ada yang cedera. Tapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Meski begitu, ia percaya para pemain siap berjuang habis-habisan di lapangan. Fokus utama tim adalah menunjukkan bahwa mereka pantas meraih kemenangan.
“Pertama kami harus menunjukkan bahwa kami layak menang. Tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma. Kami harus bekerja keras di lapangan,” tambahnya.
Waspadai Kekuatan Bhayangkara FC
Tavares menyebut Bhayangkara FC kini berbeda dibanding putaran pertama. Tim tersebut telah mendatangkan banyak pemain baru yang memiliki pengalaman di kompetisi domestik.
Ia menilai Bhayangkara kuat dalam transisi menyerang, memiliki pemain dengan kecepatan tinggi, serta akurasi tembakan jarak jauh yang berbahaya.
“Mereka tim yang suka bermain dalam offensive transition. Punya pemain cepat dan bisa menembak dengan sangat baik dari luar kotak penalti. Kami harus berhati-hati,” jelasnya.
Selain itu, fleksibilitas pemain Bhayangkara yang mampu bermain di berbagai posisi membuat mereka semakin sulit diprediksi. Karena itu, Persebaya perlu menjaga fokus, terutama dalam fase transisi bertahan.
Evaluasi Transisi Bertahan
Meski mencatat tren positif dalam beberapa laga terakhir, Tavares mengakui masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki, khususnya saat kehilangan bola.
Ia menyoroti ruang kosong di dekat area pertahanan yang kerap dimanfaatkan lawan untuk melepaskan tembakan atau umpan silang.
“Kami harus memperbaiki defensive transition. Jangan memberi terlalu banyak ruang dekat gawang kami,” katanya.
Namun, Tavares memastikan timnya tidak akan mengubah karakter permainan secara drastis hanya karena menghadapi lawan berbeda. Ia ingin para pemain tetap bermain sesuai identitas tim.
“Kita harus bermain sesuai karakter pemain yang kita miliki. Bukan karena lawan A, B, atau C lalu kita mengubah terlalu banyak,” ujarnya.
Target Tiga Poin
Perwakilan pemain dalam sesi konferensi pers menegaskan seluruh skuad siap tempur. Mereka tidak ingin meremehkan Bhayangkara FC yang kini diperkuat banyak wajah baru.
“Kita tidak meremehkan lawan. Bhayangkara juga mengambil pemain-pemain bagus. Intinya besok kita berjuang untuk tiga poin,” ucapnya.
Motivasi tambahan juga datang dari pendekatan personal Tavares kepada pemain. Ia disebut bukan sekadar pelatih, tetapi juga sosok motivator di ruang ganti.
Beberapa momen yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana Tavares memberi motivasi langsung kepada pemain sebelum bertanding.
“Setiap pelatih punya karakter berbeda. Coach datang membawa motivasi dan semangat baru untuk kami,” tambah pemain tersebut.
Dukungan Suporter Jadi Kunci
Bagi Tavares, keberadaan Bonek dan Bonita di stadion bukan sekadar formalitas. Atmosfer kandang diyakini mampu meningkatkan mental bertanding tim.
Ia berharap pengalaman atmosfer luar biasa saat melawan Dewa United bisa terulang, kali ini dengan hasil kemenangan.
Pertandingan diprediksi berjalan ketat. Namun, dengan kerja keras, fokus, serta dukungan suporter, Persebaya Surabaya bertekad mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Editor : Divka Vance Yandriana