SURABAYA – Persebaya Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mengorbitkan talenta muda. Pelatih Bernardo Tavares blak-blakan mengungkap alasan kepincut full bek muda Ahmad Mujtaba Akbar pada bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026.
Keputusan mempromosikan Ahmad Mujtaba Akbar bukan langkah instan. Persebaya Surabaya menutup bursa transfer dengan menambah dua amunisi lokal, yakni Rian Ardiansyah dan Ahmad Mujtaba Akbar. Namun, nama Mujtaba menjadi sorotan karena usianya yang masih 18 tahun.
Menurut Tavares, promosi bek kiri muda itu merupakan hasil pemantauan panjang tim pelatih. Prosesnya sistematis dan dilakukan sejak sang pemain masih memperkuat tim kelompok usia.
DipantauBaca Juga: Curhat Rio Matsumura Telat Gaji, Tekanan ke Mauricio Souza Membesar, Persija Kian Bergolak Sejak Kelompok Umur
Ahmad Mujtaba Akbar merupakan jebolan Elite Pro Academy (EPA) Persebaya. Ia lahir pada 8 Juni 2007 dan kini memperkuat Persebaya U-20. Sejak bergabung pada 1 September 2025, performanya dinilai terus berkembang.
“Kami selalu berusaha menyaksikan pertandingan tim U-20, U-18, dan U-16 untuk melihat siapa saja yang memiliki potensi terbaik untuk kami kembangkan di tim utama,” ujar Tavares.
Ia menegaskan bahwa promosi pemain akademi bukan sekadar formalitas. Tim pelatih rutin memantau, mengevaluasi, dan memberi kesempatan latihan bersama tim utama bagi pemain yang dianggap layak.
“Bahkan hari ini ada beberapa pemain akademi yang berlatih bersama tim utama. Hal ini agar mereka melihat bahwa mereka punya kesempatan,” tambahnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang Persebaya dalam membangun ekosistem kompetitif dari bawah ke atas.
Baca Juga: Strategi Bisnis Persija Jakarta Terbongkar: Transfer Mewah, Sokongan BUMD, hingga Ambisi Juara 2027
Statistik Menjanjikan di U-20
Secara profil, Mujtaba berposisi sebagai bek kiri (left back), peran yang menuntut keseimbangan antara bertahan dan membantu serangan. Dalam 10 pertandingan bersama tim U-20, ia mencatat satu gol, satu kartu kuning, dan total 736 menit bermain.
Statistik itu cukup menjanjikan untuk pemain seusianya. Konsistensi dan kedisiplinannya menjadi nilai plus di mata pelatih.
Bagi Tavares, setiap talenta muda yang menunjukkan performa stabil berhak mendapat peluang serupa. Promosi Mujtaba sekaligus menjadi pesan bagi pemain akademi lain bahwa kerja keras akan membuka jalan ke tim utama.
Arif Catur Jadi Ancaman untuk Bhayangkara
Di sisi lain, Persebaya juga mengingatkan Bhayangkara FC agar mewaspadai Arif Catur. Bek kanan berusia 26 tahun itu kembali disiapkan menjadi ancaman pada laga pekan ke-21 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2).
Pada pertemuan putaran pertama November 2025, Arif Catur tampil impresif. Aksinya memicu gol bunuh diri Putu Gede yang membuat Bhayangkara kerepotan.
Selain agresif membantu serangan, Catur juga solid dalam bertahan. Berdasarkan data pertandingan, ia mencatat tujuh intersep, satu sapuan, dan satu tekel pada laga tersebut. Konsistensi itu berlanjut saat Persebaya mengalahkan Bali United di pekan ke-20.
Dengan performa stabil, Arif Catur diprediksi kembali menjadi motor serangan dari sisi kanan sekaligus pengawal lini belakang yang disiplin.
Era Tavares, Pemain U-23 Panen Menit Bermain
Janji Bernardo Tavares untuk memberi ruang bagi pemain muda mulai terbukti. Sejak menangani Persebaya pada 10 Januari 2026, ia berani memberi menit bermain lebih banyak kepada enam pemain U-23.
Hasilnya terlihat nyata. Dalam empat laga sejak pekan ke-17 hingga pekan ke-20, Persebaya belum terkalahkan.
Tony Firmansyah menjadi tulang punggung lini tengah dengan 15 penampilan dan 1.015 menit bermain. Mikael Tata tampil delapan kali di sektor bek kiri dengan total 286 menit.
Sementara Sadida Nugraha, Dimas Wicaksono, dan Iksas Baihaqi juga rutin mendapat kesempatan. Bahkan Alvan Suaib tampil gemilang saat Persebaya menumbangkan Bali United 3-1 di Gianyar.
“Percayalah pada mimpimu dan teruslah berjuang. Jika kamu bekerja keras, kesempatan akan datang,” ucap Tavares memotivasi pemain mudanya.
Kombinasi pemain muda potensial seperti Ahmad Mujtaba Akbar dengan pemain berpengalaman menjadi fondasi kebangkitan Persebaya Surabaya musim ini. Jika konsistensi terjaga, Green Force bukan hanya membangun tim untuk hari ini, tetapi juga masa depan yang lebih cerah.
Editor : Divka Vance Yandriana