MALANG – Arema FC kembali menjadi sorotan. Selain kabar Arema FC kena sanksi dari Komdis PSSI, lini depan Singo Edan juga tengah mengalami perubahan signifikan. Striker andalan Dalberto yang sempat tajam di awal musim, kini harus berbagi peran dengan rekrutan anyar, Vincius.
Dalam dua laga terakhir, pelatih Marcos Santos melakukan rotasi di lini serang. Saat menghadapi Persijap Jepara dan Persija Jakarta, posisi ujung tombak utama diberikan kepada Vincius. Sementara Dalberto harus rela bergeser dari posisi naturalnya sebagai striker.
Situasi ini makin menarik karena Arema FC sebelumnya sangat bergantung pada Dalberto. Mantan penyerang Madura United tersebut bahkan sempat memimpin daftar top skor BRI Super League musim 2025/2026 sebelum performanya menurun.
Baca Juga: Mengenal Sosok dr Anieq, Dokter Multitalenta asal Blitar yang Peduli Pendidikan Alquran
Dalberto dan Vincius Bisa Main Bersama
Pada laga kontra Persija Jakarta, 2 Februari 2026, Dalberto tak masuk line-up akibat akumulasi kartu kuning. Namun pada pertandingan berikutnya, Minggu 8 Februari 2026 malam, ia kembali dimainkan. Bedanya, Dalberto diplot sebagai penyerang sayap, bukan striker utama.
Laga tersebut menjadi momen pertama Dalberto dan Vincius tampil bersama di lini depan. Kekhawatiran keduanya akan bersaing memperebutkan satu posisi mulai terjawab. Marcos Santos menilai duet ini justru bisa menjadi solusi.
“Saya merasa Dalberto dan Vincius bisa main bersama. Di Piala Dunia 1994, Brasil punya Romario dan Bebeto. Mereka bisa main bersama untuk tim,” ujar Marcos Santos.
Musim ini, Dalberto menargetkan gelar top skor. Ia telah mengoleksi 10 gol dan menjadi pemain tersubur kedua di BRI Super League. Namun dalam dua bulan terakhir, produktivitasnya menurun alias seret gol.
Perubahan taktik ini menjadi sinyal bahwa Arema FC ingin menambah variasi serangan. Dengan memainkan dua striker sekaligus, Singo Edan diharapkan lebih tajam dan tak lagi bergantung pada satu pemain.
Baca Juga: Mengenang Perjuangan Shodanco Moeradi, Komandan Pertempuran PETA Blitar, Pimpin Pasukan Paling Kuat
Arema FC Kena Sanksi Komdis PSSI
Di tengah upaya membenahi lini depan, Arema FC kena sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Sanksi tersebut diberikan di penghujung putaran pertama Super League 2025/2026.
Keputusan Komdis PSSI ini berkaitan dengan insiden penyalaan kembang api di area Hotel Miami Kepanjen. Lokasi tersebut merupakan tempat menginap tim tamu sebelum laga kandang Arema FC melawan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan pada 11 Januari 2026.
Akibat insiden itu, Arema FC dijatuhi denda sebesar Rp60 juta. Sementara panitia pelaksana pertandingan turut didenda Rp40 juta.
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. Ia menegaskan manajemen menghormati keputusan Komdis dan akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami menyesalkan terjadinya kejadian ini yang kembali berdampak pada klub. Arema FC menghormati keputusan Komisi Disiplin PSSI dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar ke depan pelaksanaan pertandingan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Sanksi ini menjadi catatan penting bagi manajemen, mengingat isu keamanan suporter dan pertandingan kandang masih menjadi perhatian publik sepak bola nasional.
Antisipasi Hujan, Arema Latihan di Futsal dan Gym
Di sisi lain, tim pelatih juga harus memutar otak menghadapi cuaca ekstrem di Malang. Intensitas hujan yang masih tinggi membuat kondisi lapangan kurang ideal untuk latihan outdoor.
Sekretaris tim Arema FC, Rahmad Taufik, menjelaskan bahwa tim kini memiliki beberapa opsi lokasi latihan. Salah satunya adalah lapangan futsal sebagai alternatif kedua.
“Setelah melihat lapangan yang kurang ideal, pelatih Marcos Santos menginginkan tempat lain. Akhirnya kami memutuskan berlatih di FIFA Futsal,” jelasnya.
Selain futsal, tim juga memanfaatkan fasilitas gym untuk meningkatkan kebugaran pemain. Latihan di dalam ruangan dinilai penting agar kondisi fisik Julian Guevara dan kawan-kawan tetap terjaga meski cuaca tidak bersahabat.
Menariknya, para pemain Arema FC sudah cukup lama tidak berlatih di lapangan futsal. Selama ini, tim pelatih lebih memilih latihan di lapangan outdoor karena dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan taktik pertandingan.
Kini, kombinasi strategi di dalam dan luar lapangan menjadi fokus utama. Arema FC tak hanya dituntut membenahi produktivitas lini depan, tetapi juga memastikan stabilitas tim di tengah sanksi dan tantangan cuaca.
Dengan duet Dalberto dan Vincius yang mulai diuji, serta evaluasi menyeluruh pasca-sanksi, publik Malang menanti apakah Singo Edan mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan pada paruh kedua musim ini.
3. Deskripsi (Meta Description):
Editor : Divka Vance Yandriana