Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Puasa Gelar Manchester United Disebut Mirip Liverpool 30 Tahun Tanpa Trofi Liga Inggris, Benarkah Sejarah Akan Terulang?

Divka Vance Yandriana • Minggu, 15 Februari 2026 | 18:05 WIB

Puasa gelar Manchester United disebut mirip Liverpool 30 tahun tanpa trofi Liga Inggris. Akankah sejarah terulang?
Puasa gelar Manchester United disebut mirip Liverpool 30 tahun tanpa trofi Liga Inggris. Akankah sejarah terulang?

JAKARTA - Puasa gelar Manchester United kembali menjadi sorotan setelah muncul perbandingan mencolok dengan periode kelam Liverpool yang sempat menunggu 30 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris. Narasi ini ramai dibahas di media sosial dan kanal YouTube sepak bola karena dinilai memiliki banyak kemiripan.

Puasa gelar Manchester United dimulai sejak era kejayaan di bawah Sir Alex Ferguson berakhir. Setelah pelatih legendaris tersebut pensiun pada 2013, Setan Merah belum lagi mengangkat trofi Liga Inggris. Situasi ini mengingatkan publik pada Liverpool yang terakhir juara liga pada 1990 sebelum akhirnya mengakhiri penantian panjang pada 2020.

Perbandingan puasa gelar Manchester United dengan Liverpool bukan sekadar soal lamanya waktu tanpa trofi, tetapi juga pola perjalanan klub yang dinilai hampir identik.

Baca Juga: Viral Kenaikan Gaji Pensiunan 12 Persen dan Pesangon Sekaligus, Benarkah PP Baru Sudah Berlaku? Ini Penjelasan Resmi TASPEN

Era Legenda Berakhir, Prestasi Merosot

Liverpool memasuki periode suram setelah Kenny Dalglish mundur pada 1991. Dalglish adalah sosok penting dalam sejarah The Reds, sebagaimana Sir Alex Ferguson bagi Manchester United.

Setelah era Dalglish, Liverpool kesulitan mempertahankan dominasi. Mereka bahkan kerap gagal finis di empat besar klasemen Liga Inggris. Situasi itu dinilai mirip dengan Manchester United pasca-Ferguson.

Sejak 2013, Manchester United memang sempat meraih trofi seperti Piala FA dan Liga Europa. Namun, gelar Liga Inggris yang menjadi tolok ukur supremasi domestik belum juga kembali ke Old Trafford.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan ke-21: Dewa United dan Malut United Menggila, Persib Bandung Masih Kokoh di Puncak Klasemen

Sempat Hampir Juara, Tapi Gagal

Baik Liverpool maupun Manchester United pernah berada di ambang juara selama masa puasa gelar mereka.

Liverpool hampir mengakhiri penantian saat dilatih Brendan Rodgers pada musim 2013/2014. Kala itu, mereka bersaing ketat di papan atas sebelum akhirnya tergelincir di akhir musim.

Di sisi Manchester United, peluang terbaik datang ketika dilatih Ole Gunnar Solskjaer. Setan Merah sempat finis sebagai runner-up Liga Inggris, namun belum cukup kuat untuk menyalip rival di puncak klasemen.

Kedua klub juga memiliki ikon pemain yang diharapkan menjadi pembeda. Liverpool memiliki Steven Gerrard yang berjuang keras membawa timnya juara liga, namun tak pernah terwujud.

Kini, Manchester United bertumpu pada sosok Bruno Fernandes sebagai motor permainan. Pertanyaannya, mampukah gelandang asal Portugal itu memutus rantai puasa gelar Manchester United?

Baca Juga: Viral Kenaikan Gaji Pensiun 16% dan Pesangon Besar Pensiunan, Benarkah THR 2026 dan Rapel Segera Cair? Ini Klarifikasi Resmi TASPEN

Sukses di Eropa Saat Puasa Domestik

Menariknya, selama puasa gelar Liga Inggris, baik Liverpool maupun Manchester United tetap mampu bersinar di kompetisi Eropa.

Liverpool berhasil menjuarai Liga Champions pada 2005 dan 2019, meski belum menjadi kampiun liga domestik saat itu. Hal serupa juga dialami Manchester United yang sempat meraih trofi Liga Europa di tengah inkonsistensi di Liga Inggris.

Fakta ini memperkuat anggapan bahwa kedua klub mengalami siklus yang hampir sama: sulit di kompetisi domestik, namun tetap kompetitif di level Eropa.

Faktor Kepemilikan Klub

Aspek lain yang sering disorot adalah kepemilikan klub. Saat memasuki periode sulit, Liverpool berada di bawah kendali Tom Hicks dan George Gillett yang dinilai mengacaukan struktur manajemen.

Manchester United juga mendapat sorotan karena kepemilikan keluarga Glazer yang kerap dituding lebih fokus pada aspek bisnis dibanding pembangunan skuad jangka panjang.

Kritik terhadap manajemen menjadi benang merah yang menghubungkan masa suram kedua klub raksasa Liga Inggris tersebut.

Akankah Sejarah Terulang?

Liverpool akhirnya berhasil mematahkan puasa 30 tahun saat dilatih Jurgen Klopp pada musim 2019/2020. Transformasi besar-besaran dalam manajemen, rekrutmen pemain, dan filosofi permainan menjadi kunci kebangkitan mereka.

Pertanyaan besar kini mengarah ke Manchester United. Apakah Setan Merah sedang menjalani fase yang sama dan harus menunggu hingga tiga dekade untuk kembali berjaya?

Secara hitungan waktu, Manchester United baru menjalani sekitar satu dekade tanpa gelar liga sejak era Ferguson berakhir. Namun jika pola Liverpool benar-benar terulang, maka fans bisa saja harus menunggu lebih lama.

Meski demikian, sepak bola tidak selalu berjalan linear. Perubahan strategi, investasi tepat, serta stabilitas pelatih bisa mempercepat proses kebangkitan.

Puasa gelar Manchester United memang menjadi bahan perbandingan menarik dengan Liverpool. Namun, apakah kisah 30 tahun itu benar-benar akan terulang, atau justru Setan Merah mampu bangkit lebih cepat?

Publik sepak bola Inggris tentu menantikan jawabannya di musim-musim mendatang.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Liverpool #manchester united #liga inggris