Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

FIFA Akui Kesalahan VAR Rugikan Manchester United, Keputusan Kontroversial di Old Trafford Akhirnya Disorot

Divka Vance Yandriana • Minggu, 15 Februari 2026 | 18:10 WIB

FIFA akui kesalahan VAR rugikan Manchester United. Keputusan kontroversial di Old Trafford akhirnya dievaluasi.
FIFA akui kesalahan VAR rugikan Manchester United. Keputusan kontroversial di Old Trafford akhirnya dievaluasi.

JAKARTA - FIFA akui kesalahan VAR rugikan Manchester United dalam sebuah laga yang memicu kontroversi besar di dunia sepak bola. Keputusan yang diambil melalui Video Assistant Referee (VAR) tersebut disebut sebagai kegagalan serius dalam proses officiating setelah dilakukan evaluasi internal oleh otoritas sepak bola dunia.

FIFA akui kesalahan VAR rugikan Manchester United setelah insiden yang terjadi di Old Trafford memicu gelombang protes dari pemain, suporter, hingga pengamat netral. Momen tersebut dinilai bukan sekadar keputusan keliru biasa, melainkan situasi yang mengubah arah pertandingan secara signifikan.

FIFA akui kesalahan VAR rugikan Manchester United dengan menegaskan bahwa teknologi seharusnya digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata, bukan justru menciptakan kontroversi baru di lapangan.

Baca Juga: Saga Transfer Ramadan Sananta Gagal, Persebaya Surabaya Gigit Jari Meski Efek Tavares dan Jersey Imlek Bikin PD Otw Papan Atas

Momen yang Mengubah Jalannya Laga

Insiden tersebut terjadi saat Manchester United tengah membangun momentum permainan. Di bawah kepemimpinan baru, tim tampil dengan intensitas dan kepercayaan diri tinggi.

Namun keputusan VAR yang dianggap kontroversial langsung memicu kemarahan di stadion. Old Trafford bergemuruh dalam ketidakpercayaan. Para pemain terlihat frustrasi, sementara di media sosial, perdebatan meledak dalam hitungan menit.

Banyak mantan wasit dan analis mempertanyakan bagaimana keputusan tersebut bisa diambil. Tayangan ulang yang beredar dinilai tidak menunjukkan kesalahan jelas yang seharusnya memicu intervensi VAR.

Baca Juga: Bernardo Tavares Blak-Blakan Kepincut Ahmad Mujtaba Akbar, Full Bek Muda Persebaya Surabaya Disiapkan Jadi Senjata Baru

Hasil Tinjauan Internal FIFA

Berdasarkan laporan internal yang dikutip dari berbagai sumber, FIFA menyebut terdapat kegagalan komunikasi antara wasit utama dan tim VAR.

Teknologi VAR sejatinya dirancang untuk membantu wasit mengoreksi “clear and obvious errors”. Namun dalam kasus ini, standar tersebut dinilai tidak terpenuhi.

FIFA menegaskan bahwa masalahnya bukan pada teknologi, melainkan pada penerapannya. Proses pengambilan keputusan disebut tidak sesuai dengan protokol yang diharapkan dalam pertandingan bertekanan tinggi.

Langkah lanjutan pun diambil. Wasit yang terlibat dalam insiden tersebut dikabarkan akan menjalani evaluasi tambahan serta program pelatihan ulang guna meningkatkan standar pengambilan keputusan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares Tak Terkalahkan, Ujian Berat Jelang Duel Panas Kontra Bayangkara FC

Momentum Penting bagi Manchester United

Kontroversi ini datang di momen krusial bagi Manchester United. Klub berjuluk Setan Merah tersebut tengah berada dalam fase pembangunan ulang, berupaya mengembalikan konsistensi dan wibawa di kompetisi domestik maupun Eropa.

Dalam situasi seperti itu, keputusan marginal bisa berdampak besar. Satu panggilan yang keliru dapat memengaruhi hasil akhir, moral pemain, hingga posisi klasemen.

Suporter Manchester United menegaskan bahwa mereka tidak menuntut perlakuan khusus. Yang diinginkan adalah konsistensi dan keadilan dalam penerapan aturan.

Respons FIFA dianggap sebagai bentuk pengakuan bahwa standar officiating dalam laga tersebut memang belum memenuhi ekspektasi.

Desakan Perbaikan Protokol VAR

Sumber dari kalangan perwasitan menyebut FIFA kini mendorong perbaikan protokol VAR, terutama dalam pertandingan yang melibatkan klub besar dengan tekanan tinggi.

Tujuannya jelas: meningkatkan transparansi komunikasi antara wasit lapangan dan ruang VAR, serta memastikan setiap intervensi benar-benar berdasarkan bukti kuat.

Kontroversi ini kembali membuka perdebatan lama soal efektivitas VAR. Sejak diperkenalkan, teknologi tersebut memang berhasil mengurangi sejumlah kesalahan fatal. Namun di sisi lain, interpretasi subjektif tetap menjadi tantangan utama.

Bagi sebagian pengamat, insiden yang menimpa Manchester United menjadi contoh bahwa perbaikan sistem harus terus dilakukan agar kepercayaan publik terhadap integritas pertandingan tetap terjaga.

Fokus Kembali ke Lapangan

Meski hasil pertandingan tidak dapat diubah, pengakuan FIFA membawa rasa validasi bagi para pemain dan suporter Manchester United.

Namun pada akhirnya, perhatian kini kembali diarahkan ke performa tim di lapangan. Satu keputusan kontroversial tidak akan mendefinisikan musim secara keseluruhan.

Yang lebih penting adalah bagaimana Manchester United merespons situasi tersebut. Dalam sejarahnya, klub ini dikenal mampu bangkit dari tekanan dan kontroversi.

Jika FIFA benar-benar menjadikan insiden ini sebagai momentum evaluasi, maka dampaknya bisa lebih luas dari sekadar satu pertandingan.

Standar wasit, penerapan VAR, dan akuntabilitas kini menjadi sorotan utama. Dan bagi Manchester United, pesan yang digaungkan tetap sama: kepala tegak, fokus pada permainan, dan terus berjuang di tengah tantangan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#wasit liga inggris #old trafford #manchester united