BLITAR - Manchester United bersih-bersih pemain menjadi agenda besar Setan Merah menjelang bursa transfer musim panas 2026. Manajemen klub mulai mengambil jarak dari sejumlah pemain yang direkrut di era manajer sebelumnya, Erik ten Hag, yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi jangka panjang di Old Trafford.
Manchester United bersih-bersih pemain ini tak hanya menyasar satu nama. Setidaknya dua pemain warisan Ten Hag dipastikan tidak masuk dalam rencana musim depan. Laporan media Inggris pertengahan Februari menyebut, MU telah mengambil keputusan tegas untuk merombak sektor penjaga gawang yang selama ini menjadi sorotan.
Onana dan Bayindir Masuk Daftar Jual
Nama pertama yang akan dilepas adalah Andre Onana. Kiper asal Kamerun itu saat ini dipinjamkan ke Trabzonspor di Liga Turki, namun performanya jauh dari kata meyakinkan. Dari 17 penampilan, Onana sudah kebobolan 22 gol dan hanya mencatat empat clean sheet.
Manchester United tak berniat mempermanenkan statusnya sebagai bagian dari skuad. Meski kontraknya masih berlaku hingga 2028, MU siap menjual Onana dengan harga murah demi mempercepat proses bersih-bersih pemain.
Nasib serupa dialami Altay Bayindir. Kiper asal Turki itu gagal bersaing dan bahkan tak pernah tampil sejak September, meski terjadi pergantian pelatih. Bayindir dinilai tak berkembang dan tak mampu memberikan tekanan nyata kepada kiper utama.
Radek Vitek Disiapkan Jadi Pelapis
Sebagai langkah regenerasi, Manchester United telah menyiapkan opsi internal. Nama Radek Vitek mencuat sebagai kiper pelapis musim depan. Vitek tampil impresif saat dipinjamkan ke Bristol City, dengan catatan 11 clean sheet dari 26 laga di Championship.
Tim pelatih terkesan dengan perkembangan Vitek, yang dinilai lebih siap secara mental dan teknis dibanding dua pendahulunya. Keputusan ini menegaskan arah baru Manchester United bersih-bersih pemain dengan fokus pada efisiensi dan data performa.
Drama Rambut Fans dan Teguran Pemain
Di luar lapangan, Manchester United juga diramaikan drama unik dari seorang suporter bernama Frank El, yang bersumpah tak akan memotong rambut sebelum MU meraih lima kemenangan beruntun. Aksi ini menuai kritik dari pemain MU yang menilai fokus seharusnya tetap pada performa tim dan perolehan poin, bukan sensasi media sosial.
Drama tersebut bahkan dianggap menutupi progres positif tim di bawah pelatih saat ini, yang perlahan membawa stabilitas ke ruang ganti.
McTominay Ingin Pulang ke Old Trafford
Manchester United bersih-bersih pemain juga memunculkan ironi. Media Italia melaporkan MU justru ingin memulangkan mantan pemainnya, Scott McTominay, yang kini bersinar bersama Napoli.
McTominay tampil luar biasa di Serie A dan menjadi salah satu kunci keberhasilan Napoli meraih scudetto musim lalu. Ia bahkan dinobatkan sebagai MVP liga, pencapaian yang membuat MU menyesali keputusannya melepas sang gelandang pada 2024.
Kebutuhan MU akan gelandang baru semakin mendesak karena kontrak Casemiro akan habis di akhir musim. McTominay dikabarkan terbuka kembali ke Inggris, meski Napoli mematok harga minimal 80 juta euro.
Era Baru dan Konsistensi di Bawah Carrick
Di bawah komando Michael Carrick, Manchester United mulai menemukan konsistensi. Empat kemenangan beruntun sempat diraih, meski gagal berlanjut menjadi lima laga.
Di tengah proses bersih-bersih pemain ini, MU kini berada di jalur persaingan empat besar Premier League. Perombakan skuad dinilai sebagai fondasi penting untuk membangun tim yang lebih stabil, kompetitif, dan berorientasi jangka panjang.
Manchester United bersih-bersih pemain bukan sekadar membuang yang gagal, tetapi juga upaya menata ulang identitas klub demi kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Editor : Izahra Nurrafidah