Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harry Maguire rela potong gaji demi Manchester United. Era Michael Carrick bawa Setan Merah bangkit dan siap belanja besar.

Izahra Nurrafidah • Minggu, 15 Februari 2026 | 21:00 WIB

Harry Maguire rela potong gaji demi Manchester United. Era Michael Carrick bawa Setan Merah bangkit dan siap belanja besar.
Harry Maguire rela potong gaji demi Manchester United. Era Michael Carrick bawa Setan Merah bangkit dan siap belanja besar.

BLITAR – Masa depan Harry Maguire bersama Manchester United mulai menemukan titik terang. Bek senior Inggris itu dikabarkan telah memberikan lampu hijau untuk memperpanjang kontraknya di Old Trafford. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Maguire disebut bersedia menerima pemotongan gaji signifikan demi tetap menjadi bagian dari proyek baru Setan Merah.

Kontrak Maguire sejatinya baru akan berakhir pada Juni 2026. Namun laporan media Inggris menyebutkan, kesediaan sang pemain untuk menyesuaikan gaji merupakan bentuk loyalitas sekaligus dukungan terhadap kebijakan finansial baru klub di bawah kepemilikan INEOS. Saat ini, Maguire masih tercatat sebagai salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Manchester United.

Performa impresif Maguire menjadi alasan utama manajemen mulai melunak. Di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, Maguire selalu menjadi starter sejak Januari 2026. Ia berperan penting dalam lima laga tak terkalahkan yang membawa Manchester United kembali bersaing di papan atas.

Kebangkitan di Era Carrick

Sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih pasca pemecatan Ruben Amorim, stabilitas perlahan kembali ke Old Trafford. Manchester United mencatat empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir, sebuah catatan yang cukup untuk mengangkat mereka kembali ke zona Liga Champions. Kombinasi pengalaman dan kepemimpinan Maguire di lini belakang dinilai krusial dalam fase ini.

Situasi tersebut menjadi semakin penting setelah klub memastikan kepergian Casemiro pada akhir musim nanti. Kehilangan gelandang bertahan berpengalaman itu memaksa manajemen berpikir keras soal regenerasi skuad, baik di lini tengah maupun pertahanan.

Bursa Transfer: Hemat Sekarang, Gas Musim Panas

Manchester United tercatat pasif pada bursa transfer musim dingin. Tak satu pun pemain senior didatangkan ke Old Trafford. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari strategi besar klub yang berencana belanja besar pada musim panas demi membangun tim kompetitif untuk musim 2026–2027.

Salah satu sektor yang ingin diperkuat adalah bek kiri. Dilansir Total Sport, United membidik bek Inter Milan, Inter Milan, sebagai opsi peningkatan kualitas. Meski bek kiri utama saat ini tampil solid, faktor usia membuat klub membutuhkan pesaing baru. Namun, Inter Milan dikabarkan mematok harga tinggi, sekitar 40 juta euro.

Isu Manajemen Mengusik Stabilitas

Di tengah tren positif tim, kegaduhan justru muncul dari level manajemen. Pemilik klub Sir Jim Ratcliffe menjadi sorotan setelah melontarkan komentar kontroversial terkait isu imigran di Inggris. Pernyataan tersebut memicu protes, termasuk dari kelompok suporter Muslim Manchester United.

Meski sang pemilik telah meminta maaf, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan tengah melakukan penyelidikan. Situasi ini dikhawatirkan mengganggu keharmonisan internal tim, mengingat banyak pemain United berasal dari latar belakang migran.

Mencari Pengganti Casemiro

Kepergian Casemiro membuat Manchester United mulai menyusun daftar calon pengganti. Sejumlah nama masuk radar, mulai dari gelandang bertipe pengatur tempo hingga pemain dengan kekuatan fisik dan mobilitas tinggi. Tantangan utama manajemen adalah memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu momentum positif tim.

Carrick Layak Dipermanenkan?

Status Carrick sebagai pelatih interim memunculkan perdebatan baru. Dukungan ruang ganti menguat, bahkan legenda klub menilai Carrick akan sulit diabaikan jika tren positif ini bertahan. Namun manajemen dikabarkan belum menempatkannya sebagai kandidat utama pelatih permanen.

Nama besar seperti Thomas Tuchel disebut masih menjadi prioritas. Keputusan akhir diyakini akan sangat menentukan arah proyek Manchester United ke depan: melanjutkan kesinambungan internal atau bertaruh pada pengalaman pelatih elite Eropa.

Di tengah ketidakpastian itu, satu hal mulai jelas. Manchester United perlahan menemukan kembali identitasnya. Loyalitas Harry Maguire, kebangkitan di era Michael Carrick, serta rencana besar di bursa transfer menjadi sinyal bahwa Setan Merah belum habis. Old Trafford kini menanti, apakah kebangkitan ini akan menjadi awal era baru yang sesungguhnya. 

Editor : Izahra Nurrafidah
#bursa transfer MU #harry maguiere #michael carrick #manchester united #liga inggris