BLITAR - Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC kembali menyita perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Kekalahan telak 0-3 pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 2025-2026 menjadi titik awal tekanan besar yang kini harus dihadapi Maung Bandung. Selain hasil buruk di lapangan, laga tersebut juga diwarnai insiden di luar stadion yang membuat atmosfer kompetisi semakin panas.
Pada pertandingan leg pertama yang digelar di markas Ratchaburi FC, debut dua rekrutan anyar Persib, Levin Kurzawa dan Sergio Castel, berakhir pahit. Bermain di level Asia untuk pertama kalinya bersama Pangeran Biru, keduanya belum mampu memberi dampak signifikan untuk membendung agresivitas tuan rumah. Kekalahan tersebut membuat misi Persib Bandung vs Ratchaburi FC di leg kedua berubah menjadi pertaruhan besar.
Kurzawa, bek kiri asal Prancis yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain, hanya tampil sekitar 10 menit. Meski singkat, kontribusinya sempat terlihat lewat satu umpan matang yang nyaris berbuah gol. Sementara itu, Sergio Castel yang masuk sejak menit ke-58 berusaha menambah daya gedor, namun koordinasi dengan lini depan belum padu. Adaptasi menjadi pekerjaan rumah utama bagi keduanya jelang laga penentuan.
Bentrok Suporter Warnai Persib Bandung vs Ratchaburi FC
Sorotan lain dari duel ini datang dari luar lapangan. Media Thailand melaporkan adanya gesekan antara suporter kedua tim seusai pertandingan. Provokasi yang terjadi sepanjang laga disebut memicu ketegangan di area luar stadion. Beruntung, aparat keamanan bertindak cepat sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa korban serius.
Manajemen Ratchaburi FC pun mengeluarkan peringatan kepada suporternya yang berencana datang ke Bandung. Mereka mengimbau agar pendukung tetap waspada dan menghindari konfrontasi, mengingat tensi tinggi diprediksi kembali mengiringi laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC pada leg kedua.
Misi Mustahil di GBLA: Menang Empat Gol
Leg kedua akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Rabu, 18 Februari 2026. Persib membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal empat gol untuk lolos langsung ke perempat final. Jika menang tiga gol, laga harus berlanjut ke perpanjangan waktu hingga adu penalti.
Kabar baik datang dari lini tengah. Gelandang muda Beckham Putra Nugraha berpeluang kembali bermain setelah absen di leg pertama akibat cedera dan kelelahan. Kehadirannya diyakini mampu menjadi sumber energi baru sekaligus penghubung antar lini. Selain Beckham, Persib juga berharap Mark Klok dan Julio Cesar bisa kembali bugar.
Bojan Hodak Siapkan Taktik Remontada
Pelatih Bojan Hodak menegaskan timnya belum menyerah. Ia menyebut tujuh hari persiapan jelang laga kandang akan dimaksimalkan untuk membenahi organisasi pertahanan dan efektivitas serangan. Menurutnya, gol cepat menjadi kunci agar Persib mampu menjaga momentum dan menekan mental lawan.
Bojan juga menyoroti kegagalan timnya mengontrol laga pada leg pertama, terutama setelah kebobolan cepat. Konsentrasi, transisi bertahan, dan keberanian menguasai bola di bawah tekanan menjadi fokus evaluasi utama. Dalam duel Persib Bandung vs Ratchaburi FC, agresivitas sejak menit awal dinilai mutlak, namun tetap harus diimbangi disiplin tinggi.
Harapan pada Bobotoh dan Keajaiban GBLA
Dukungan Bobotoh diyakini menjadi faktor penentu. Atmosfer GBLA yang dikenal intimidatif diharapkan mampu membakar semangat pemain sejak menit pertama. Persib bukan tanpa pengalaman menciptakan comeback dramatis di kompetisi Asia, dan publik Bandung kini berharap sejarah kembali terulang.
Tantangan memang berat, namun sepak bola selalu memberi ruang bagi kejutan. Dengan persiapan matang, kembalinya pemain kunci, serta energi kolektif dari puluhan ribu pendukung, laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC berpotensi menjadi malam penuh drama di Bandung.
Editor : Izahra Nurrafidah