GRESIK - Laga Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta dalam pekan ke-21 BRI Super League 2025-2026 berakhir dramatis. Duel yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro itu tuntas dengan skor 2-2, hasil yang membuat Macan Putih gagal merangsek ke papan atas klasemen.
Sejak awal, Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta sudah diprediksi berlangsung ketat. Persik menurunkan komposisi terbaiknya dengan Leo Navacchio di bawah mistar. Lini tengah kembali mengandalkan Imanuel Garcia, sementara John Toral, Ezra Walian, dan Adrian Luna menjadi motor serangan tim asuhan pelatih Yan Paul Van Hastel.
Di kubu PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi tetap dipercaya mengawal gawang. Debut Joban Avert serta kehadiran Raka Cahyana dan Yusaku Yamadera memperkuat lini pertahanan Laskar Mataram. Nama Ezekiel Vidal juga menjadi sorotan sejak menit awal.
Babak Pertama: Gol Indah Toral Dibalas Vidal
Pertandingan Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta langsung berjalan terbuka. Persik tampil agresif sejak menit awal. Peluang pertama lahir dari kombinasi Ezra Walian dan Jose Enrique, namun Cahya Supriadi sigap mengamankan gawangnya.
Adrian Luna nyaris membuka keunggulan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur pemain lawan dan hanya melenceng tipis. PSIM tak tinggal diam. Rahmatso dan Pulga Vidal mencoba mengancam lewat tembakan jarak jauh yang masih menyamping.
Gol yang dinanti publik akhirnya tercipta lewat kerja sama apik di lini tengah. Imanuel Garcia mengirim umpan terukur di ruang sempit yang dimanfaatkan John Toral dengan sangat tenang. Tekukan indahnya membuat Persik unggul 1-0.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. PSIM membalas melalui skema cepat dari situasi goal kick. Ezekiel Vidal lolos dari pengawalan dan sukses menaklukkan Leo Navacchio. Skor 1-1 menutup babak pertama Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta.
Babak Kedua: Penalti Walian dan Brace Vidal
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Persik langsung menekan pertahanan PSIM. Situasi krusial terjadi ketika John Toral terjatuh di kotak penalti usai kontak dengan Rahmatso. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Ezra Walian yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya mengecoh Cahya Supriadi dan membawa Persik kembali unggul 2-1. Gol ini sempat membakar semangat tuan rumah untuk mengamankan tiga poin penting.
Namun PSIM kembali menunjukkan mentalitas kuat. Serangan bertubi-tubi memaksa lini belakang Persik bekerja ekstra. Upaya Valente sempat diblok, tetapi bola liar dimanfaatkan dengan baik. Raka Cahyana mengirim umpan matang yang disambut sundulan tajam Ezekiel Vidal.
Gol kedua Vidal memastikan skor kembali imbang 2-2. Brace tersebut menegaskan peran pentingnya sebagai ujung tombak PSIM dalam laga Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta kali ini.
Dampak ke Klasemen
Hasil imbang ini terasa pahit bagi Persik. Tambahan satu poin membuat mereka tetap tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara. Peluang untuk menyalip sejumlah tim di papan atas pun terbuang.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta justru mampu menjaga konsistensi. Dengan tambahan satu poin, mereka terus bersaing di zona atas dan menjaga jarak dari para pesaing.
Secara keseluruhan, pertandingan Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta menyajikan tontonan menarik dengan tempo cepat, kombinasi serangan rapi, serta efektivitas lini depan kedua tim. Namun bagi Persik, hasil ini jelas belum cukup untuk memenuhi ambisi memperbaiki posisi di klasemen.
Peluit panjang wasit memastikan laga berakhir imbang. Skor akhir 2-2 menjadi penutup duel sengit yang berlangsung di tengah atmosfer hujan Kota Gresik.
Editor : Divka Vance Yandriana