GRESIK - Persik Kediri kembali menjadi sorotan usai gagal mengamankan kemenangan dalam laga pekan ke-21. Persik Kediri ditahan imbang 2-2 oleh PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (13/2/2026), meski sempat dua kali unggul lebih dulu.
Hasil tersebut membuat Persik Kediri gagal meraih tiga poin penting dan memicu evaluasi serius di internal tim. Pelatih Marcos Reina Torres secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap detail kecil di lini pertahanan yang kembali menjadi titik lemah.
Persik Kediri sebenarnya tampil cukup dominan dalam pertandingan tersebut. Namun kelengahan di momen krusial membuat keunggulan yang sudah di tangan sirna.Baca Juga: Persija Jakarta Tertinggal dari Persib Bandung di Super League 2026, Mauricio Souza Kirim Pesan Menohok Usai Kalah dari Arema FC
Sempat Dua Kali Memimpin
Dalam duel Persik Kediri kontra PSIM Yogyakarta, gol pembuka dicetak oleh John Toral pada menit ke-31. Gelandang serang asal Spanyol itu memanfaatkan ruang sempit untuk melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Memasuki babak kedua, Persik kembali unggul melalui titik penalti. Ezra Walian yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-57. Gol tersebut menjadi yang keenam bagi Ezra musim ini.
Namun kemenangan yang sudah di depan mata buyar akibat penampilan gemilang Ezekiel Vidal. Striker PSIM itu mencetak dua gol balasan yang memastikan laga berakhir imbang 2-2.
Marcos Reina menilai timnya kurang disiplin dalam mengantisipasi bola kedua dan situasi transisi. “Detail kecil di pertahanan membuat kami kehilangan poin,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Masalah Klasemen dan Statistik
Hasil imbang ini membuat Persik Kediri tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 26 poin dari 21 pertandingan. Catatan lini belakang menjadi pekerjaan rumah utama.
Sepanjang musim, Persik sudah kebobolan 35 gol dengan selisih gol minus sembilan. Statistik tersebut menunjukkan rapuhnya pertahanan, terutama saat menghadapi tekanan cepat dari lawan.
Di sisi produktivitas, Ezra Walian dan Jose Enrique bersaing ketat sebagai top skor internal tim. Keduanya sama-sama telah mengoleksi enam gol sejauh ini.
Adaptasi Rekrutan Baru
Manajemen Persik Kediri juga melakukan pembenahan di bursa transfer paruh musim. Dua pemain asing baru, Ernesto Gomez (Spanyol) dan Rodrigo Diaz (Brasil), sudah mulai bergabung dalam sesi latihan penuh.
Meski demikian, keduanya masih beradaptasi dengan kondisi fisik dan taktik tim setelah perjalanan panjang. Kehadiran mereka diharapkan mampu menambah daya gedor di lini depan.
Sebaliknya, Persik resmi melepas winger asal Portugal, Pedro Matos. Keputusan itu diambil untuk membuka slot pemain asing sesuai kebutuhan taktik Marcos Reina.
Kreativitas Lini Tengah Meningkat
Satu hal positif yang dicatat adalah meningkatnya kreativitas lini tengah. Adrian Luna mulai menunjukkan peran sentralnya sebagai pengatur serangan. Permainan Persik dinilai lebih hidup dibandingkan putaran pertama.
Namun perbaikan di sektor tengah belum sepenuhnya diimbangi soliditas lini belakang. Ketidakseimbangan ini menjadi fokus evaluasi menjelang laga berikutnya.
Sorotan Faktor Kandang
Suporter Persikmania juga mulai menyuarakan kegelisahan terkait penggunaan Stadion Gelora Joko Samudro sebagai kandang sementara. Bermain di luar Kediri dinilai mengurangi atmosfer tekanan terhadap tim tamu.
Hasil imbang melawan PSIM dianggap sebagai “imbang rasa kalah” karena peluang menang sebenarnya terbuka lebar.
Ujian Berat Menanti
Agenda berikutnya tak kalah berat. Persik Kediri dijadwalkan menghadapi pemuncak klasemen, Persip Bandung, pada pekan depan. Laga tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi lini pertahanan yang sedang disorot.
Jika detail kecil yang dikeluhkan pelatih tak segera dibenahi, bukan tak mungkin Persik kembali kehilangan poin penting.
Kini, fokus utama Macan Putih adalah memperbaiki konsentrasi dan disiplin bertahan. Sebab, dalam kompetisi ketat seperti musim ini, satu kesalahan kecil bisa berujung pada kegagalan meraih kemenangan.
Editor : Divka Vance Yandriana