MADURA – Madura United resmi merilis daftar skuad untuk menghadapi Indonesia Super League (ISL) musim 2025/2026 per Kamis, 12 Februari 2026. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu datang dengan komposisi yang cukup menarik: kombinasi pemain lokal potensial dan legiun asing berlabel Eropa serta Brasil.
Di kursi pelatih, Madura United dipimpin oleh Carlos Eduardo (44 tahun), pelatih asal Brasil berlisensi UEFA Pro. Kehadirannya menandai keseriusan manajemen dalam membangun proyek jangka menengah yang lebih terstruktur.
Sektor Kiper: Perpaduan Senior dan Muda
Di posisi penjaga gawang, Madura United memiliki beberapa opsi berpengalaman seperti Adity Harlan (38 tahun) dan Miswar Saputra (29). Selain itu ada Muhammad Dicky Indriana (28) serta talenta muda seperti Rendy Razaku (18) dan Satrio Azhar (24).
Kombinasi ini memberi kedalaman skuad sekaligus regenerasi di bawah mistar.
Lini Belakang: Eropa Jadi Tumpuan
Di sektor pertahanan, nama Pedro Monteiro (Portugal, 31 tahun, tinggi 192 cm) menjadi figur sentral. Ia ditemani bek asal Spanyol, Roger Bonet Badia (30), dengan market value mencapai Rp5,21 miliar.
Selain itu ada George Ambrosio (Brasil), Ahmad Rusadi, Nordiansyah, hingga Giovani Numberry dan Ferian Rizki di sisi bek kanan. Untuk bek kiri, Novan Setia Sasongko dan Muhammad Taufik Hidayat menjadi opsi utama.
Secara postur dan pengalaman, lini belakang Madura United terbilang cukup solid dengan rata-rata tinggi badan di atas 180 cm untuk posisi bek tengah.
Lini Tengah: Mesin Permainan Brasil–Bosnia
Kekuatan utama Madura musim ini tampaknya ada di lini tengah. Nama seperti Kerim Palic (Bosnia Herzegovina) dengan tinggi 188 cm akan menjadi jangkar. Ia dipadukan dengan gelandang kreatif asal Brasil, Iran Junior dan Emerson Souza.
Tak ketinggalan pemain lokal seperti Paulo Sitanggang, Ilham Syah, serta Muhammad Taufani Muslihudin yang punya kemampuan distribusi bola baik.
Menariknya, Jordi Werman (Belanda) juga menjadi bagian penting di sektor gelandang tengah dengan valuasi mencapai Rp5,21 miliar.
Baca Juga: Profil 11 Pemain Asing Persib Bandung Usai Datangkan Tom Haye, Federico Barba, dan Patrick Mortensen
Lini Depan: Tajam dan Variatif
Di lini serang, Madura United memiliki banyak opsi. Pemain senior asal Brasil, Lulinha (35 tahun), tetap menjadi andalan di sisi sayap kiri.
Sementara di posisi striker, Ruel Mesosa (Brasil, market value Rp6,08 miliar) menjadi penyerang dengan nilai pasar tertinggi dalam skuad. Ia akan bersaing dengan Junior Brandao dan Haji Kusuma di lini depan.
Ada pula pemain muda seperti Muhammad Rizki Afrisal dan Fransiskus Alessandro yang bisa memberi warna dalam skema serangan cepat.
Komposisi Skuad: Seimbang dan Berpengalaman
Secara keseluruhan, skuad Madura United musim ini dihuni perpaduan pemain senior dan pemain usia produktif 23–29 tahun. Kehadiran banyak pemain Brasil memberi identitas permainan khas Amerika Selatan: agresif, cepat, dan penuh improvisasi.
Dengan pelatih berlisensi UEFA Pro serta kedalaman skuad di semua lini, Madura United berpotensi menjadi kuda hitam serius di ISL 2025/2026.
Kini pertanyaannya: mampukah Carlos Eduardo meramu komposisi mahal ini menjadi tim yang konsisten? Jika racikannya tepat, Laskar Sape Kerrab bisa saja mengganggu dominasi papan atas musim ini.
Musim baru, harapan baru. Madura United siap mengaum.