JAKARTA – Timnas U-23 Indonesia dipastikan tidak akan tampil di cabang sepak bola putra Asian Games 2026. Kepastian itu muncul setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menetapkan bahwa 16 tim peserta Piala Asia U-23 2026 otomatis menjadi wakil di Asian Games 2026.
Keputusan tersebut membuat Garuda Muda tersingkir dari daftar peserta karena gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026. Pada babak kualifikasi, Timnas U-23 Indonesia yang saat itu ditangani Gerald Vanenburg hanya mengoleksi empat poin di Grup J. Indonesia menang atas Makau, bermain imbang melawan Laos, dan kalah dari Korea Selatan.
Hasil itu tidak cukup untuk membawa Indonesia ke putaran final Piala Asia U-23 2026 yang akan digelar di Arab Saudi. Dengan demikian, peluang tampil di Asian Games 2026 pun tertutup.
Sebagai catatan, pada edisi sebelumnya di Asian Games 2022 yang berlangsung di Hangzhou, China, Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju hingga babak perempat final sebelum dikalahkan Uzbekistan dengan skor 0-2. Saat itu, pencapaian delapan besar dianggap sebagai progres positif bagi generasi muda Indonesia.
Asian Games 2026 sendiri akan berlangsung di Aichi dan Nagoya pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Total 16 tim putra dan 12 tim putri akan ambil bagian dalam cabang sepak bola, sesuai kesepakatan antara Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan AFC.
Adapun 16 negara yang memastikan diri tampil di Asian Games 2026 lewat jalur Piala Asia U-23 2026 adalah Vietnam, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Australia, Iran, Irak, Uzbekistan, Qatar, Uni Emirat Arab, Suriah, Lebanon, Kirgistan, China, Yordania, dan Arab Saudi selaku tuan rumah.
Dari kawasan Asia Tenggara, hanya Vietnam dan Thailand yang lolos. Vietnam bahkan mampu finis di posisi ketiga Piala Asia U-23 2026. Sementara Thailand terhenti di fase grup, namun tetap berhak tampil karena menjadi peserta putaran final.
Kabar absennya Timnas U-23 Indonesia di Asian Games 2026 membuat agenda tim kelompok usia tersebut pada 2026 menjadi kosong dari turnamen resmi besar. Hingga kini, PSSI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah selanjutnya bagi skuad U-23.
Di tengah kabar tersebut, fokus sepak bola nasional kini beralih ke ajang FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 23–31 Maret 2026.
Turnamen ini akan diikuti empat negara: Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts and Nevis. Berdasarkan penetapan resmi FIFA, Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis di semifinal. Sementara Bulgaria bertemu Kepulauan Solomon. Para pemenang akan melaju ke partai final.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa penentuan lawan sepenuhnya merupakan keputusan FIFA. Meski berstatus tuan rumah, Indonesia tidak memiliki kewenangan memilih calon lawan.
FIFA Series 2026 juga menjadi momen penting bagi pelatih kepala baru Timnas Indonesia, John Herdman, untuk mematangkan racikan tim. Ia akan didampingi asisten lokal untuk sementara waktu.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengonfirmasi bahwa Nova Arianto akan bergabung sebagai asisten pelatih sementara pada ajang tersebut. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan teknis menjelang agenda internasional terdekat.
Selain Nova Arianto, Herdman saat ini didampingi Cesar Melan sebagai pelatih fisik dan Zikril Zuwardi sebagai analis tim. Komposisi kepelatihan disebut masih dalam tahap penyesuaian. Nama Sofi Imam Faizal juga disebut berpotensi dilibatkan dalam waktu dekat.
Sumardji menekankan pentingnya kehadiran pelatih lokal dalam struktur timnas senior sebagai bagian dari komitmen bersama Herdman. Menurutnya, kolaborasi pelatih asing dan lokal menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan jangka panjang.
Dengan absennya Timnas U-23 di Asian Games 2026, perhatian publik kini tertuju pada performa tim senior di FIFA Series. Turnamen tersebut diharapkan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan peringkat FIFA sekaligus memperkuat fondasi tim menuju agenda internasional berikutnya.
Editor : Divka Vance Yandriana