BLITAR – Piala AFF 2026 mulai menghadirkan aroma persaingan yang kian sengit bagi Timnas Indonesia. Sejumlah kabar penting menguatkan optimisme publik, mulai dari terbukanya peluang kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda, kemunculan wonder kid berdarah Indonesia di akademi Atletico Madrid, hingga sikap terbuka pelatih John Herdman dalam menyambut panasnya rivalitas Asia Tenggara.
Nama Piala AFF 2026 kembali menjadi sorotan setelah sinyal positif datang dari Inggris. Elkan Baggott, bek jangkung yang sempat menghilang dari radar pemanggilan Timnas Indonesia, kini kembali menunjukkan progres signifikan di level kompetitif Eropa. Situasi ini membuka peluang besar bagi sang pemain untuk kembali memperkuat Garuda pada agenda internasional mendatang.
Elkan Baggott Kembali Dapat Kepercayaan
Elkan Baggott akhirnya kembali mencicipi menit bermain bersama klubnya setelah sempat dirumorkan akan dilepas pada bursa transfer. Keputusan pelatih klubnya untuk mempertahankan sang pemain demi menjaga kedalaman skuad terbukti krusial. Pada laga Piala FA, Elkan dipercaya tampil sebagai starter dan bermain selama 73 menit.
Meski hasil akhir berujung kekalahan tipis, penampilan tersebut menjadi sinyal penting. Jam terbang di kompetisi Inggris merupakan salah satu syarat utama yang selalu ditekankan oleh John Herdman dalam menentukan pemain Timnas Indonesia. Jika Elkan mampu menjaga konsistensi, peluangnya masuk dalam skuad FIFA Match Series 2026 pada Maret mendatang terbuka lebar.
Terakhir kali Elkan membela Indonesia adalah pada Piala Asia 2023. Dengan kontrak klub hingga 2028, kembalinya Elkan diyakini dapat menambah soliditas lini belakang Garuda dalam menghadapi tantangan berat di Piala AFF 2026.
Wonder Kid Atletico Madrid Berdarah Indonesia
Dari daratan Spanyol, perhatian publik tertuju pada Tony Kouwen, pemain muda berusia 16 tahun yang saat ini menjalani masa trial bersama akademi Atletico Madrid. Tony memiliki darah Indonesia dari garis keturunan kakeknya yang berasal dari Bali.
Yang membuat kabar ini semakin menarik adalah sinyal kuat dari sang ibu, Korina Kouwen. Melalui media sosial, ia secara terbuka menandai akun resmi Timnas Indonesia saat mengunggah aktivitas putranya di Madrid. Sikap ini dinilai sebagai kode keras ketertarikan keluarga untuk membela skuad Garuda, alih-alih memilih jalur tim nasional Belanda.
Agensi yang menaungi Tony memastikan sang pemain tampil menonjol selama masa trial, baik dari sisi teknik maupun mentalitas. Jika berhasil dikontrak permanen, Tony dipandang sebagai investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan Timnas Indonesia.
Pemain Super League Menuju Naturalisasi
Selain pemain diaspora, sejumlah nama dari Super League Indonesia juga masuk radar. Taisei Marukawa menjadi salah satu kandidat terkuat. Winger Dewa United ini telah berkarier di Indonesia sejak 2021 dan kini memenuhi syarat administratif FIFA untuk berganti kewarganegaraan.
Nama lain adalah Alexis Messidoro, gelandang kreatif Dewa United yang dikenal memiliki visi bermain tajam. Messidoro hanya membutuhkan satu tahun tambahan untuk menuntaskan syarat naturalisasi. Sementara itu, Bruno Moreira dari Persebaya Surabaya masih harus menjalani masa tinggal tanpa jeda selama dua tahun ke depan akibat sempat hijrah ke luar negeri.
John Herdman Sambut Panasnya Piala AFF 2026
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyambut Piala AFF 2026 dengan antusias tinggi. Ia menilai turnamen Asia Tenggara memiliki atmosfer emosional yang sangat unik. Bahkan, Herdman menyebut tensinya melebihi derby klasik di Inggris.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. Herdman menegaskan tekadnya untuk mengakhiri penantian panjang Indonesia yang kerap gagal meraih gelar sejak era Piala Tiger.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman, talenta muda diaspora, serta amunisi Super League, Piala AFF 2026 menjadi momentum emas bagi Timnas Indonesia untuk menorehkan sejarah baru di Asia Tenggara.
Editor : Izahra Nurrafidah