JAKARTA - Insiden rasisme terhadap Vinicius Junior menjadi sorotan dalam laga Benfica melawan Real Madrid pada play-off babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025-2026. Insiden rasisme Vinicius Junior bahkan sempat membuat pertandingan terhenti sebelum akhirnya Los Blancos memastikan kemenangan tipis 1-0.
Insiden rasisme Vinicius Junior terjadi dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio da Luz, Rabu dini hari WIB. Meski diwarnai kontroversi, Real Madrid tetap mampu mengamankan hasil positif yang menjadi modal penting menuju leg kedua.
Insiden rasisme Vinicius Junior kembali memicu perhatian publik sepak bola dunia. Pemain asal Brasil itu dikabarkan mendapat ejekan bernada rasial dari salah satu pemain Benfica yang membuat situasi pertandingan memanas.
Gol Vinicius Jadi Penentu Kemenangan
Pertandingan berjalan sengit sejak awal laga. Real Madrid tampil dominan dalam penguasaan bola, namun Benfica mampu memberikan perlawanan agresif di hadapan pendukung sendiri.
Sepanjang babak pertama, kedua tim saling melancarkan serangan tetapi tidak ada gol yang tercipta. Pertahanan solid dari kedua kubu membuat peluang yang tercipta gagal berbuah gol hingga turun minum.
Real Madrid akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-50 melalui aksi individu Vinicius Junior. Winger andalan Los Blancos itu melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Benfica.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan penting bagi Real Madrid dalam duel leg pertama babak gugur Liga Champions.
Laga Sempat Terhenti Akibat Insiden Rasisme
Drama terjadi setelah gol Vinicius tercipta. Laga sempat dihentikan beberapa menit setelah Vinicius mengaku menjadi korban pelecehan rasial dari pemain Benfica.
Pemain berusia muda itu disebut menerima ejekan bernada rasis, termasuk kata yang merujuk pada penghinaan rasial. Situasi tersebut membuat Vinicius terlihat emosional dan sempat menolak melanjutkan pertandingan.
Wasit pertandingan kemudian menghentikan laga sementara waktu untuk meredam ketegangan. Pemain dari kedua tim dan ofisial pertandingan berusaha menenangkan situasi sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.
Insiden rasisme yang menimpa Vinicius bukan kali pertama terjadi dalam kariernya. Pemain Brasil itu sebelumnya juga beberapa kali menjadi korban tindakan serupa di berbagai kompetisi Eropa maupun domestik.
Juventus dan Sanksi Otoritas Serie A
Di luar pertandingan Liga Champions, kabar lain datang dari Juventus. Klub raksasa Italia itu mendapat pukulan setelah dua figur penting mereka, Giorgio Chiellini dan General Manager klub, dijatuhi sanksi larangan beraktivitas oleh otoritas sepak bola Italia.
Sanksi tersebut dijatuhkan menyusul insiden yang terjadi dalam pertandingan melawan Inter Milan. Meski durasi hukuman belum diumumkan secara resmi, keputusan ini diperkirakan akan memengaruhi aktivitas internal Juventus dalam waktu dekat.
Drama Laga Liga Champions Lainnya
Selain duel Benfica kontra Real Madrid, sejumlah pertandingan Liga Champions juga menghadirkan drama. Galatasaray berhasil meraih kemenangan besar 5-2 atas Juventus setelah sempat tertinggal di babak pertama. Keunggulan jumlah pemain menjadi faktor penting kebangkitan wakil Turki tersebut.
Sementara itu, Paris Saint-Germain mencatat kemenangan dramatis 3-2 atas AS Monaco. PSG mampu membalikkan keadaan meski sempat tertinggal dua gol lebih dulu.
Di pertandingan lainnya, Borussia Dortmund sukses menundukkan Atalanta dengan skor 2-0. Hasil tersebut memperkuat peluang Dortmund melangkah ke fase berikutnya.
Real Madrid Fokus Hadapi Leg Kedua
Kemenangan Real Madrid atas Benfica menjadi hasil krusial bagi Los Blancos. Selain memberikan keunggulan agregat, kemenangan ini juga meningkatkan moral tim dalam menghadapi leg kedua.
Namun, perhatian besar tetap tertuju pada insiden rasisme Vinicius Junior. Banyak pihak menilai kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola masih menghadapi tantangan serius terkait diskriminasi.
Real Madrid sendiri menunjukkan solidaritas penuh terhadap Vinicius. Klub dan rekan setimnya memberikan dukungan moral agar pemain tersebut tetap fokus menghadapi pertandingan selanjutnya.
Dengan performa yang semakin solid dan mental bertanding yang kuat, Real Madrid kini berada di jalur positif untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions musim 2025-2026.
Editor : Novica Satya Nadianti