BLITAR – Pertandingan tandang Persija Jakarta ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta diwarnai insiden kerusuhan yang sangat disayangkan.
Laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi tersebut ternoda oleh aksi oknum suporter yang melakukan tindakan anarkis, seperti mencabut dan melempar kursi stadion ke arah lapangan serta menyalakan flare di beberapa titik tribun.
Situasi memanas di babak kedua setelah beberapa keputusan wasit memicu protes keras dari penonton.
Asap tebal dari flare sempat menyelimuti lapangan dan mengganggu pernapasan serta jarak pandang para pemain, sehingga wasit terpaksa menghentikan pertandingan selama beberapa menit.
Petugas keamanan pun bergerak cepat mengamankan situasi dan menenangkan suporter agar laga tetap dapat dilanjutkan hingga usai.
Akibat insiden ini, Bali United sebagai tuan rumah terancam sanksi berat dari Komdis PSSI.
Berdasarkan regulasi, pelanggaran berupa penyalaan flare dan pelemparan benda keras dapat dikenakan denda finansial mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Selain denda, sanksi lain seperti larangan pertandingan tanpa penonton atau penutupan sebagian tribun stadion kini membayangi manajemen klub sebagai konsekuensi atas gagalnya menjaga ketertiban stadion.(*)