Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi JPE yang sejatinya diunggulkan dalam Hasil Proliga 2026 pekan ini. Sebaliknya, bagi Gresik Petrokimia, kemenangan ini menjadi bukti soliditas tim asuhan Alessandro Lodi yang mampu meredam agresivitas lawan melalui strategi serve dan block yang disiplin. Penampilan impresif Arneta Putri dan kolega sukses mengeksploitasi kelemahan mendasar JPE, terutama di sektor penerimaan bola pertama (receive).
Set Pertama: Dominasi Gresik Petrokimia dan Rapuhnya Receive JPE
Laga dibuka dengan intensitas tinggi dari Gresik Petrokimia. Mereka langsung tancap gas dengan unggul cepat 2-0 di awal set pertama. Meskipun JPE sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat aksi Yana Sherban dan Wilma Salas, momentum tersebut tak bertahan lama. Masalah receive di kubu JPE menjadi celah fatal yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.
Baca Juga: Hilal Tak Terlihat di Kota Blitar, Pemerintah Resmi Umumkan Awal Ramadan Jatuh Pada Kamis
Servis menekan dari anak-anak Gresik membuat pertahanan JPE kewalahan. Shella Bernadeta dan kawan-kawan terus mendulang poin hingga unggul jauh 11-6. Strategi bertahan yang rapi dipadukan dengan serangan balik cepat membuat spiker asing Gresik, Alexandra Bitenko, leluasa mencetak angka. Masuknya Bella Sabrina sebagai spesialis servis semakin memperlebar jarak hingga 16-8. Meski Megawati sempat memperkecil ketertinggalan, Gresik Petrokimia menutup set pertama dengan kemenangan meyakinkan 25-17.
Set Kedua: Kebangkitan Semu Megawati Hangestri
Memasuki set kedua, Jakarta Pertamina Enduro mencoba bangkit. Permainan mereka terlihat lebih terstruktur dengan Megawati sebagai motor serangan. Jual beli serangan terjadi sangat ketat, mulai dari skor imbang 4-4 hingga 6-6. Servis ace dari Megawati sempat menjadi titik balik yang membangkitkan moral tim, membawa JPE unggul 10-8.
Pertarungan semakin sengit di poin-poin kritis. Blok monster dari Yana Sherban dan eksekusi matang Megawati membawa JPE unggul 23-20. Meski Gresik sempat menempel ketat hingga 24-23, ketenangan Megawati di momen penentuan berhasil mengunci set kedua dengan skor 25-23. Kemenangan ini sempat menyalakan asa bagi pendukung JPE untuk membalikkan keadaan.
Set Ketiga dan Keempat: Gresik Petrokimia Kunci Kemenangan
Sayangnya, momentum positif JPE runtuh di set ketiga. Gresik Petrokimia kembali tampil agresif dan langsung unggul 3-0. Receive Wilma Salas kembali menjadi sasaran empuk servis lawan, membuat JPE kesulitan membangun serangan. Shella Bernadeta tampil gemilang dengan mencatatkan ace keempatnya, membuat Gresik unggul jauh 8-2 saat technical timeout pertama.
Megawati Hangestri berjuang sendirian sebagai satu-satunya pemain JPE yang mencetak dua digit poin hingga pertengahan set. Namun, dominasi Mediol Yoku dan Alexandra Bitenko tak terbendung. Gresik menutup set ketiga dengan skor telak 25-18.
Di set penentuan, JPE tak mampu keluar dari tekanan. Koordinasi yang buruk dan error yang berulang membuat mereka harus menyerah 20-25. Hasil Proliga 2026 ini mengukuhkan Gresik Petrokimia sebagai tim kuda hitam yang patut diperhitungkan, sementara JPE harus segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada sektor pertahanan dan receive bola pertama. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar