BLITAR – Kabar terbaru Betinho cedera kepala menjadi perhatian besar publik sepak bola Tanah Air. Gelandang andalan Arema FC itu dipastikan harus absen dalam beberapa pertandingan ke depan usai mengalami benturan keras saat laga melawan Semen Padang FC.
Insiden terjadi ketika Betinho terkena bola keras hasil tendangan Jamie Giraldo. Benturan tersebut mengenai area kepala dan leher, membuat pemain asal Brasil itu langsung terkapar di lapangan pada menit ke-24. Tim medis pun sigap memberikan penanganan awal sebelum akhirnya membawa Betinho ke rumah sakit untuk observasi lebih lanjut.
Dokter tim Arema, Nanang Tri Wahyudi, memastikan kondisi Betinho kini sudah stabil. Bahkan, sang pemain sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah menjalani pemeriksaan intensif, termasuk konsultasi dengan spesialis saraf.
“Betinho hari ini sudah boleh pulang. Tidak ada cedera serius, tetapi dia harus istirahat total minimal dua minggu,” ujarnya.
Harus Gunakan Penyangga Leher
Meski kondisinya membaik, Betinho tetap diwajibkan menggunakan cervical collar atau penyangga leher. Hal ini bertujuan menjaga stabilitas saraf dan struktur leher pasca benturan.
Dokter menjelaskan bahwa langkah tersebut bersifat preventif, mengingat benturan terjadi di area vital. Betinho juga sempat dalam kondisi setengah sadar setelah insiden, sehingga perlu pemantauan ekstra selama masa pemulihan.
Pelatih kepala Arema, Marcos Santos, mengaku sempat khawatir melihat kondisi anak asuhnya di lapangan. Namun kini ia merasa lega setelah mendapat kabar positif dari tim medis.
“Kami berharap dia bisa kembali dalam kondisi terbaik dan segera bergabung dengan tim,” katanya.
Kemenangan Penting Arema FC
Di balik kabar Betinho cedera kepala, Arema FC justru meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0 atas Semen Padang. Hasil ini menjadi momentum penting bagi Singo Edan untuk bangkit di kompetisi Super League 2025-2026.
Tiga gol kemenangan Arema dicetak oleh Joel Vinicius pada menit ke-29 dan 59, serta Gustavo Franca di menit ke-52. Penampilan solid di semua lini membuat tim tuan rumah tampil dominan sepanjang pertandingan.
Marcos Santos menyebut kemenangan tersebut tak lepas dari kedisiplinan taktik yang diterapkan di lapangan. Ia juga memuji respons cepat pemain setelah mendapat instruksi di ruang ganti.
“Saya senang dengan kondisi tim saat ini. Mereka menjalankan strategi dengan sangat baik,” ungkapnya.
Dukungan Aremania Jadi Kunci
Kemenangan ini juga tak lepas dari peran suporter setia, Aremania. Sebanyak 2.223 penonton hadir langsung di Stadion Kanjuruhan dan memberikan atmosfer luar biasa bagi tim.
Joel Vinicius mengakui bahwa dukungan suporter menjadi motivasi tambahan baginya hingga mampu mencetak dua gol perdananya bersama Arema.
“Saya sangat senang. Dukungan Aremania memberi energi besar bagi saya di lapangan,” ujarnya.
Manajemen Arema pun kini mengajak Aremania untuk terus memenuhi Stadion Kanjuruhan di setiap laga kandang. General Manager Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa dukungan langsung dari tribun sangat penting, tidak hanya untuk mental pemain tetapi juga untuk stabilitas finansial klub.
Ajak Aremania Birukan Kanjuruhan
Manajemen mengklaim telah melakukan banyak perubahan, termasuk perombakan skuad dengan mendatangkan pemain baru seperti Gabriel Silva, Gustavo Franca, dan Joel Vinicius.
Kini, giliran Aremania untuk memberikan kontribusi nyata dengan hadir langsung di stadion dan membeli tiket pertandingan.
“Manajemen sudah all out. Sekarang giliran Aremania. Birukan kembali Kanjuruhan dan jangan biarkan Singo Edan berjuang sendiri,” tegas Yusrinal.
Dengan kemenangan meyakinkan dan dukungan suporter yang terus mengalir, Arema FC optimistis mampu menjaga konsistensi di sisa musim. Meski harus kehilangan Betinho untuk sementara, kekuatan tim dinilai tetap solid untuk bersaing di papan klasemen.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana