BLITAR - Performa Gustavo Franca bersama Arema FC semakin menunjukkan tren positif. Gelandang serang asal Brasil itu kini berada di ambang melampaui catatan gol dan assist saat masih memperkuat Persija Jakarta. Gustavo Franca hanya membutuhkan satu gol dan satu assist lagi untuk melewati rekor lamanya di kompetisi BRI Super League musim ini.
Penampilan Gustavo Franca dalam beberapa laga terakhir menjadi sorotan utama dalam skuad Singo Edan. Ia tampil konsisten dan berkontribusi besar dalam kemenangan tim, termasuk saat mengalahkan Semen Padang FC. Bahkan, dalam laga tersebut, Gustavo dinobatkan sebagai pemain terbaik atau player of the match.
Peningkatan performa Gustavo Franca disebut tak lepas dari semakin solidnya chemistry dengan rekan setim. Ia mengaku kini lebih memahami strategi yang diinginkan pelatih dan mampu mengeksekusinya dengan baik di lapangan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi Arema FC yang tengah berupaya memperbaiki posisi di klasemen.
Gustavo Franca Kian Nyetel di Arema FC
Performa impresif Gustavo Franca bukan hanya soal statistik, tetapi juga dampaknya terhadap permainan tim. Ia mampu menjadi penghubung lini tengah dan depan dengan efektif. Keberadaannya memberi warna baru dalam pola serangan Arema FC.
Dalam laga kontra Semen Padang FC, Gustavo menunjukkan peran vitalnya dalam mengatur tempo permainan. Ia juga aktif membantu pertahanan dan membangun serangan dari lini kedua. Adaptasi cepatnya membuat ia menjadi salah satu pemain kunci dalam waktu singkat.
Dengan performa seperti ini, Gustavo berpeluang menjadi pembeda dalam laga-laga penting ke depan, termasuk derbi Jawa Timur yang sangat dinantikan.
Aremania Dinilai Makin Dewasa Jelang Derbi Jatim
Kesuksesan penyelenggaraan laga kandang Arema FC di Stadion Kanjuruhan menjadi catatan positif. Ketua panitia pelaksana, Erwin Hardiono, memberikan apresiasi tinggi kepada Aremania yang dinilai semakin dewasa dan tertib selama pertandingan berlangsung.
Atmosfer kondusif ini menjadi modal penting bagi Arema FC menjelang laga panas kontra Persebaya Surabaya dalam derbi Jawa Timur akhir April mendatang. Pertandingan tersebut dipastikan akan menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional.
Erwin menyebut, sejak persiapan hingga pertandingan berakhir, laga melawan Semen Padang FC berlangsung aman dan tertib. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam budaya suporter di Malang.
Tradisi Doa di Gate 13 Stadion Kanjuruhan
Menariknya, Arema FC kini memiliki tradisi baru sebelum pertandingan, yakni melakukan doa bersama di Gate 13 Stadion Kanjuruhan. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada 135 Aremania yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan 2022.
Seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga staf, berjalan bersama menuju lokasi tersebut untuk berdoa sekitar 20 menit sebelum masuk stadion. Tradisi ini menjadi simbol bahwa Arema FC tidak melupakan sejarah kelam yang pernah terjadi.
Sekretaris tim, Rahmad Taufik, menegaskan bahwa doa ini juga menjadi harapan agar setiap pertandingan berjalan lancar dan aman.
Betinho Cedera, Absen Dua Pekan
Kabar kurang menyenangkan datang dari gelandang Arema FC, Betinho. Pemain berusia 33 tahun itu mengalami cedera kepala dan leher saat menghadapi Semen Padang FC. Ia terkena bola hasil tendangan keras lawan dan sempat tidak sadarkan diri di lapangan.
Betinho harus ditarik keluar lebih awal dan langsung mendapatkan penanganan medis. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk observasi lebih lanjut. Dokter tim memastikan kondisinya kini stabil dan tidak mengalami cedera serius.
Namun, Betinho tetap harus menjalani istirahat total selama minimal dua minggu. Ia juga diwajibkan menggunakan penyangga leher sebagai langkah antisipasi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Absennya Betinho tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Arema FC, terutama menjelang laga penting. Meski begitu, performa Gustavo Franca yang sedang menanjak diharapkan mampu menutup kekosongan tersebut.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana