BLITAR - Persija Jakarta kembali menjadi sorotan dalam lanjutan Super League 2025/2026. Kemenangan tipis atas Bali United di pekan ke-21 tak hanya menghadirkan tiga poin penting, tetapi juga memunculkan cerita menarik dari perubahan taktik hingga kabar transfer pemain timnas Indonesia.
Gol tunggal Gustavo Almeida pada menit ke-8 menjadi penentu kemenangan Macan Kemayoran. Namun, sorotan utama justru tertuju pada sosok Jordi Ahmad yang tampil luar biasa meski dimainkan di luar posisi aslinya.
Eksperimen Taktik Berbuah Manis
Pelatih Mauricio Souza membuat keputusan berani dengan menggeser Jordi Ahmad dari posisi bek tengah ke lini tengah. Keputusan ini awalnya mengejutkan banyak pihak, termasuk sang pemain sendiri.
Namun di atas lapangan, Jordi justru tampil solid. Ia mampu mengatur tempo permainan, memutus serangan lawan, hingga membantu transisi dari bertahan ke menyerang. Penampilan impresif tersebut membuatnya dinobatkan sebagai man of the match.
Performa ini menjadi bukti bahwa fleksibilitas pemain bisa menjadi senjata penting dalam strategi tim, terutama di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Persaingan Ketat di Lini Belakang
Di sisi lain, dinamika internal tim juga terlihat dari persaingan di posisi bek kanan. Asisten pelatih Ricky Nelson mengungkapkan bahwa Sandy Patinama sebenarnya telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Namun, dalam laga kontra Bali United, Doni Tri Pamungkas lebih dipilih karena dinilai lebih siap secara performa. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi selama sesi latihan.
Persaingan ketat ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat aman di skuad Persija. Setiap pemain harus terus menunjukkan performa terbaik untuk mendapatkan menit bermain.
JIS Kembali Jadi Markas Persija
Kabar baik datang untuk para Jakmania. Persija dipastikan kembali menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-22, Jumat (20/2/2026) malam.
Sebelumnya, Persija sempat berpindah ke Stadion Utama Gelora Bung Karno karena perbaikan rumput JIS. Kini, stadion megah tersebut kembali siap menjadi kandang Macan Kemayoran.
Manajemen klub juga telah mengumumkan harga tiket melalui akun resmi mereka, yang langsung disambut antusias oleh para pendukung setia.
Perubahan di Posisi Kiper
Keputusan mengejutkan juga terjadi di sektor penjaga gawang. Carlos Eduardo tidak masuk dalam skuad saat menghadapi Bali United.
Sebagai gantinya, Andritany Ardhiyasa dipercaya menjadi starter, dengan kiper muda Margono sebagai pelapis. Ini menandai adanya perubahan komposisi di bawah mistar.
Dengan usia Andritany yang kini 34 tahun dan Margono yang baru 24 tahun, peluang regenerasi kiper mulai terlihat. Jika proses adaptasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin Margono akan menjadi kiper utama di masa depan.
Rumor Transfer Pemain Timnas Menguat
Isu menarik lainnya datang dari bursa transfer. Persija Jakarta dikabarkan berpotensi mendatangkan pemain naturalisasi timnas Indonesia.
Dua nama yang mencuat adalah Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy. Keduanya disebut akan habis kontrak di klub masing-masing pada pertengahan 2026.
Ragnar saat ini bermain di FC Dender, sementara Joey Pelupessy memperkuat Lommel SK. Keduanya sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan Persija maupun Persib Bandung.
Jika rumor ini menjadi kenyataan, maka kekuatan Persija di musim depan bisa meningkat signifikan, terutama dengan tambahan pemain berpengalaman di level internasional.
Momentum Kebangkitan Macan Kemayoran
Kemenangan atas Bali United menjadi momentum penting bagi Persija Jakarta untuk terus bersaing di papan atas klasemen Super League 2025/2026.
Dengan kombinasi eksperimen taktik, persaingan internal yang sehat, serta potensi tambahan pemain baru, Macan Kemayoran menunjukkan sinyal kebangkitan yang patut diwaspadai lawan.
Kini, fokus Persija tertuju pada laga berikutnya di JIS. Dukungan penuh dari Jakmania diharapkan mampu menjadi energi tambahan untuk menjaga tren positif tim ibu kota.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana