BLITAR - Kemenangan penting Persija Jakarta atas Bali United menjadi sinyal kuat dalam persaingan papan atas Super League 2025/2026. Tak sekadar meraih tiga poin, hasil ini membuat Persija Jakarta tebar ancaman serius bagi rival terdekat seperti Persib Bandung dan Borneo FC.
Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/2/2026), Persija Jakarta menang tipis 1-0. Gol cepat Gustavo Almeida sebelum menit ke-10 menjadi pembeda dalam laga tersebut. Tambahan tiga poin membuat Macan Kemayoran tetap di peringkat ketiga dengan 44 poin, hanya terpaut tipis dari Borneo FC (45 poin) dan Persib Bandung (47 poin).
Kemenangan ini terasa semakin penting karena Persija datang dengan modal kekalahan 0-2 dari Arema FC. Namun, tim asuhan Mauricio Souza mampu bangkit dengan permainan disiplin dan penuh determinasi.
Gelandang Persija, Emaxwell Souza, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil positif tersebut. Ia menilai seluruh pemain menunjukkan mentalitas kuat sejak awal pertandingan.
“Kami datang dengan misi mengambil kembali tiga poin yang sempat hilang. Semua pemain berjuang dari menit pertama hingga akhir,” ujarnya.
Disiplin Jadi Kunci Kemenangan
Menurut Emaxwell Souza, keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi kunci kemenangan Persija. Tim mampu membaca momentum permainan dengan baik dan menjaga organisasi saat ditekan.
Ia menambahkan, lini pertahanan tampil solid terutama di fase krusial menjelang akhir laga. Tekanan dari Bali United mampu diredam berkat koordinasi yang rapi.
“Dalam sepak bola ada momen naik turun. Yang penting kami tahu kapan menyerang dan bertahan,” jelasnya.
Carlos Eduardo Tersingkir, Era Baru Dimulai
Di balik kemenangan ini, muncul keputusan besar dari pelatih Mauricio Souza. Kiper asing Carlos Eduardo tidak masuk dalam skuad saat menghadapi Bali United.
Keputusan ini menjadi sinyal perubahan besar dalam komposisi tim. Persija kini mulai mengarah pada strategi baru tanpa ketergantungan pada kiper asing.
Sebagai gantinya, Persija mendatangkan Cyrus Margono, kiper muda Indonesia yang memiliki pengalaman bermain di Eropa, termasuk di Yunani dan Kosovo.
Dalam laga kontra Bali United, posisi kiper diisi oleh Andritany Ardhiyasa, sementara Margono berada di bangku cadangan. Dengan usia Andritany yang sudah 34 tahun dan Margono 24 tahun, pergeseran posisi kiper utama dinilai hanya tinggal menunggu waktu.
Langkah ini juga dipengaruhi regulasi liga yang membatasi jumlah pemain asing. Persija harus mengorbankan satu nama, dan Carlos Eduardo menjadi pilihan yang tersingkir.
Peluang Emas Hadapi PSM Makassar
Persija kini menghadapi peluang besar untuk kembali meraih kemenangan saat menjamu PSM Makassar. Pasalnya, tim lawan dipastikan kehilangan bek kiri andalan, Victor Luiz, akibat kartu merah.
Absennya pemain tersebut membuka celah di sektor kiri pertahanan PSM. Situasi ini bisa dimanfaatkan Persija untuk mengoptimalkan serangan dari sisi kanan.
PSM sendiri harus menelan kekalahan 0-2 dari Dewa United setelah bermain dengan 10 orang. Kartu merah Victor Luiz menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut.
Dengan kondisi tersebut, Persija berada di atas angin. Jika mampu memaksimalkan momentum, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran terus menekan Persib Bandung dan Borneo FC dalam perebutan gelar.
Persaingan papan atas Super League musim ini pun dipastikan semakin panas. Konsistensi akan menjadi kunci bagi Persija untuk tetap berada dalam jalur juara.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana