Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sain Patinama Tak Anggap Doni Tri Musuh, Persaingan Persija Memanas! Debut Mauro Zelstra Ungkap Kerasnya Liga Indonesia

Rendra Febrian Permana • Kamis, 19 Februari 2026 | 13:15 WIB
Sain Patinama Tak Anggap Doni Tri Musuh, Persaingan Persija Memanas! Debut Mauro Zelstra Ungkap Kerasnya Liga Indonesia
Sain Patinama Tak Anggap Doni Tri Musuh, Persaingan Persija Memanas! Debut Mauro Zelstra Ungkap Kerasnya Liga Indonesia

BLITAR - Persaingan di tubuh Persija Jakarta kian memanas, khususnya di sektor bek kiri. Namun, Sain Patinama tak anggap Doni Tri musuh, melainkan justru menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil lebih gacor di musim BRI Super League 2025-2026.

Bek anyar Macan Kemayoran, Sain Patinama, menunjukkan sikap dewasa dalam menyikapi ketatnya persaingan di posisi fullback kiri. Ia menegaskan bahwa keberadaan Doni Tri Pamungkas bukan ancaman, melainkan pemicu untuk terus berkembang.

Sejak direkrut pada bursa transfer paruh musim 23 Januari 2026, Sain memang belum mendapat tempat utama. Ia baru tiga kali masuk skuad dan hanya tampil dua kali sebagai pemain pengganti dengan total 18 menit bermain.

Persaingan Sehat Jadi Motivasi

Pelatih Mauricio Souza masih mempercayakan posisi tersebut kepada Doni Tri yang tampil konsisten dengan 14 penampilan musim ini. Meski begitu, Sain tak berkecil hati.

Ia justru menilai kompetisi internal sebagai hal positif yang dapat meningkatkan kualitas setiap pemain. Baginya, memiliki rekan setim yang hebat di posisi yang sama akan membuat dirinya lebih “lapar” dan siap saat kesempatan datang.

Sain juga mengakui dirinya masih dalam tahap pemulihan setelah mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen selama tiga hingga empat bulan saat masih membela Buriram United.

Dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, ia memilih realistis dan fokus bekerja keras dalam latihan. Sain percaya, waktu bermain akan datang jika dirinya terus menunjukkan perkembangan.

“Doni pemain yang sangat bagus. Saya baru datang dan baru sembuh dari cedera, jadi perlu bertahap,” ujarnya.

Target Jadi Pilihan Utama

Bagi Sain, Doni bukan rival yang harus disingkirkan, melainkan standar yang harus dikejar. Ia berharap melalui persaingan sehat ini, dirinya bisa segera menjadi pilihan utama di Persija musim ini.

Sikap profesional ini menjadi sinyal positif bagi tim ibu kota yang tengah berupaya menjaga konsistensi performa di kompetisi domestik.

Debut Mauro Zelstra dan Kerasnya Liga Indonesia

Selain cerita Sain, sorotan juga tertuju pada debut Mauro Zelstra bersama Persija Jakarta. Striker muda tersebut akhirnya merasakan atmosfer kompetisi Indonesia yang disebutnya jauh berbeda dibanding Eropa.

Debut itu terjadi saat Persija menghadapi Bali United FC di Stadion I Wayan Dipta pada pekan ke-21. Dalam laga tersebut, Persija menang tipis 1-0 dan membawa pulang tiga poin penting dari kandang lawan.

Mauro masuk pada menit ke-75 menggantikan Gustavo Almeida. Meski hanya bermain sekitar 16 menit, ia mampu memberikan energi baru di lini depan.

“Senang bisa melakukan debut dan membantu tim meraih kemenangan,” ungkap pemain berusia 21 tahun itu.

Adaptasi Berat dari Belanda ke Indonesia

Mauro yang sebelumnya bermain di kompetisi Belanda mengakui adanya perbedaan signifikan. Menurutnya, ritme permainan di Indonesia jauh lebih cepat dan menguras stamina.

Ia menyoroti tingginya intensitas lari dan duel fisik yang terjadi hampir sepanjang pertandingan. Hal ini berbeda dengan gaya permainan di Belanda yang lebih terstruktur secara taktik.

Proses adaptasi pun menjadi tantangan tersendiri, baik dari segi fisik, cuaca, hingga pemahaman taktik tim.

Asisten pelatih Ricky Nelson menyebut Mauro masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaiknya.Baca Juga: PP Pesangon 15 Februari dan Skema Fully Funded 2026 Ramai Dibahas, Ini Penjelasan Mekanisme dan Fakta Resminya

“Dia masih dalam proses adaptasi, baik dengan cuaca maupun ritme permainan,” jelasnya.

Tekad Buktikan Diri

Meski baru menjalani debut, Mauro menunjukkan ambisi besar. Ia bertekad meningkatkan performa dan menjadi penyerang andalan Persija ke depannya.

Sebagai pemain muda yang juga berstatus bagian dari timnas Indonesia U-23, ekspektasi publik terhadapnya cukup tinggi. Namun, Mauro memilih fokus bekerja keras demi menjawab kepercayaan tersebut.

Dengan kombinasi persaingan sehat di lini belakang dan energi baru di lini depan, Persija Jakarta kini memiliki modal penting untuk bersaing di papan atas musim ini.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#Mauro Zelstra #persija jakarta #Doni Tri Pamungkas #liga indonesia #Sain Patinama