Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sabet Mickey Mouse Treble hingga Kini Jadi Legenda, Mengenang Kembali Rekor Lima Piala Liverpool 2001 yang Mengguncang Dunia

Muhammad Adib Falih Rifly • Kamis, 19 Februari 2026 | 13:10 WIB

Mengenang rekor lima piala Liverpool 2001 era Gerard Houllier. Kisah heroik Michael Owen hingga sebutan Mickey Mouse Treble yang legendaris.
Mengenang rekor lima piala Liverpool 2001 era Gerard Houllier. Kisah heroik Michael Owen hingga sebutan Mickey Mouse Treble yang legendaris.

BLITAR - Sebelum era keemasan Jurgen Klopp membawa Liverpool kembali ke puncak dunia, publik Anfield pernah merasakan sensasi luar biasa di awal milenium. Jauh sebelum keajaiban Istanbul 2005, The Reds sudah lebih dulu menggebrak panggung sepak bola dengan catatan sejarah yang tak terlupakan. Fenomena tersebut dikenal sebagai rekor lima piala Liverpool 2001, sebuah pencapaian impresif yang diraih di bawah tangan dingin manajer asal Prancis, Gerard Houllier.

Meskipun saat itu Liga Inggris didominasi oleh rivalitas panas antara Manchester United besutan Sir Alex Ferguson dan Arsenal era Arsene Wenger, Liverpool mampu mencuri panggung. Dalam kurun waktu satu tahun kalender, Steven Gerrard dan kawan-kawan berhasil mengangkat lima trofi sekaligus. Keberhasilan ini bermula dari musim 2000-2001 yang fenomenal, di mana mereka mengamankan "Mini Treble" sebelum menyempurnakannya dengan dua gelar tambahan di awal musim berikutnya.

Pencapaian rekor lima piala Liverpool 2001 ini memang kerap mendapatkan cibiran dari fans rival. Sebutan Mickey Mouse Treble atau Plastik Treble sering dialamatkan kepada mereka karena tidak melibatkan gelar Premier League atau Liga Champions. Namun, bagi loyalis The Reds, memenangkan FA Cup, League Cup (Worthington Cup), UEFA Cup (Europa League), UEFA Super Cup, dan Community Shield dalam setahun adalah bukti sahih kebangkitan harga diri klub di level domestik maupun Eropa.

Baca Juga: Sejarah Bobotoh Persib Bandung: Dari Akar Budaya Sunda hingga Jadi Suporter Paling Fanatik di Indonesia

Awal Mula Dominasi: Trofi Domestik dan Drama Cardiff

Perjalanan panjang menuju kejayaan ini dimulai dari ajang Piala Liga atau yang saat itu bernama Worthington Cup. Langkah Liverpool cukup meyakinkan dengan melibas Stoke City 8-0 hingga menyingkirkan Chelsea. Di partai final, mereka harus bersusah payah mengalahkan tim kuda hitam Birmingham City lewat drama adu penalti. Kiper Sander Westerveld menjadi pahlawan dengan menepis dua tendangan penalti lawan, sekaligus memberikan trofi pertama bagi Houllier.

Kepercayaan diri pemain semakin meningkat. Tiga bulan berselang, Liverpool menghadapi raksasa Arsenal di final Piala FA yang sangat ikonik. Arsenal sempat memimpin hingga menit ke-73 dan hampir dipastikan juara. Namun, Michael Owen menunjukkan mengapa ia layak disebut "anak emas" Anfield. Secara heroik, Owen mencetak dua gol balasan di menit-menit akhir (83' dan 88'), membalikkan keadaan menjadi 2-1, dan membawa pulang trofi FA Cup pertama dalam sembilan tahun.

Drama Sembilan Gol di Final UEFA Cup

Melengkapi koleksi piala ketiga di musim tersebut, Liverpool harus melewati laga melelahkan di kompetisi Eropa. Setelah menyingkirkan raksasa seperti AS Roma dan Barcelona, mereka bertemu Deportivo Alaves di final UEFA Cup. Pertandingan ini menjadi salah satu final paling gila dalam sejarah sepak bola karena berakhir dengan skor 5-4.

Baca Juga: Deretan Kiper Terbaik Timnas Indonesia Sepanjang Sejarah: Dari Era Olimpiade 1956 hingga Martin Paes di Kualifikasi Piala Dunia

Gol kemenangan Liverpool lahir melalui aturan golden goal yang cukup kontroversial saat itu. Pemain Alaves, Delfi Geli, melakukan gol bunuh diri di menit ke-116 yang otomatis mengakhiri pertandingan. Kemenangan ini memastikan Liverpool meraih tiga gelar dalam satu musim, sebuah prestasi yang tetap mengesankan meski level kompetisinya diperdebatkan.

Menyempurnakan Rekor dengan Melibas Raksasa

Memasuki awal musim 2001-2002, lapar akan gelar belum padam. Liverpool memiliki dua agenda besar: Community Shield dan UEFA Super Cup. Di ajang Community Shield, mereka berhadapan dengan musuh bebuyutan Manchester United. Meski tanpa Robbie Fowler, gol dari Gary McAllister dan Michael Owen sukses menumbangkan Setan Merah dengan skor 2-1.

Puncaknya terjadi 12 hari kemudian di ajang UEFA Super Cup. Liverpool ditantang oleh juara Liga Champions, Bayern Munchen. Secara mengejutkan, The Reds tampil sangat dominan dan unggul tiga gol lebih dulu melalui John Arne Riise, Emile Heskey, dan lagi-lagi Michael Owen. Meski Bayern sempat membalas dua gol, Liverpool tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Baca Juga: Piala Dunia 1938: Kisah Hindia Belanda Jadi Wakil Asia Pertama, Dari Konflik PSSI hingga Tersingkir Telak di Prancis

Keberhasilan meraih rekor lima piala Liverpool 2001 ini juga melambungkan nama Michael Owen yang akhirnya menyabet gelar Ballon d'Or di usia 22 tahun, mengalahkan nama besar seperti David Beckham dan Raul Gonzalez. Inilah momen di mana Liverpool kembali dipandang sebagai kekuatan besar yang menakutkan, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi identitas klub di era modern. (*)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#sepak bola dunia #treble winner #Liverpool #michael owen #Gerard Houllier