Sesuai rilis resmi operator liga, Jadwal Pertamina Enduro vs Gresik Petrokimia akan digelar pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Kick-off pertandingan big match ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.30 WIB dan akan disiarkan langsung melalui Moji TV serta layanan live streaming. Bagi Megawati Hangestri Pertiwi, laga ini mengusung muatan emosional tinggi karena ia harus memimpin timnya melawan mantan klub yang membesarkan namanya, sekaligus membawa misi revans atas kekalahan di pertemuan sebelumnya.
Pertemuan ini menjadi sangat vital mengingat posisi kedua tim di papan klasemen yang sangat rapat. Berdasarkan Jadwal Pertamina Enduro vs Gresik Petrokimia yang akan segera bergulir, pemenang laga ini dipastikan akan menjadi pemuncak klasemen. Saat ini, Jakarta Pertamina Enduro (JPE) masih memimpin dengan koleksi 24 poin, sementara Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia mengintai ketat di posisi kedua dengan 23 poin. Hanya selisih satu poin yang memisahkan kedua raksasa ini, membuat laga nanti diprediksi akan berjalan dengan tensi tinggi sejak set pertama.
Modal Positif dan Ancaman Kudeta Klasemen
Kedua tim menatap laga krusial ini dengan modal kepercayaan diri yang sama-sama tinggi. Pada pertandingan terakhirnya kemarin, Jakarta Pertamina Enduro sukses membungkam perlawanan sengit Jakarta Popsivo Polwan. Megawati dan kawan-kawan menang meyakinkan dengan skor 3-1 (27-25, 19-25, 25-20, 25-22). Kemenangan tersebut menjadi bukti mentalitas juara JPE yang mampu bangkit di poin-poin kritis.
Di sisi lain, Gresik Petrokimia tampil lebih garang. Tim asal Jawa Timur ini secara mengejutkan melibas juara bertahan Bandung BJB Tandamata tiga set langsung tanpa ampun (25-20, 26-24, 25-16). Hasil impresif ini menjadi sinyal bahaya bagi JPE. Jika Megawati cs terpeleset sedikit saja dalam laga nanti, posisi puncak klasemen dipastikan akan dikudeta oleh Gresik Petrokimia. Pelatih JPE tentu harus memutar otak lebih keras, mengingat performa Gresik Petrokimia yang sedang on fire dalam fase transisi serangan dan pertahanan blok.
Baca Juga: Keuangan Arema FC Belum Stabil Meski Jor-joran Transfer, Target Lima Besar Tak Goyah
Hantu Rekor Buruk Head to Head
Meski berstatus sebagai pemuncak klasemen, Jakarta Pertamina Enduro memiliki catatan kelam saat bersua Gresik Petrokimia. Data head to head menunjukkan dominasi Gresik Petrokimia yang cukup mencolok dalam lima pertemuan terakhir. JPE tercatat menelan empat kekalahan dan hanya mampu mencuri satu kemenangan.
Kekalahan menyakitkan terakhir terjadi pada putaran pertama musim ini, tepatnya 18 Januari 2026, di mana JPE takluk 1-3. Sebelumnya, pada musim 2025, JPE juga kerap kesulitan menembus pertahanan solid Gresik, termasuk kekalahan telak 0-3 pada Januari 2025. Satu-satunya kemenangan manis JPE diraih pada Mei 2025 dengan skor tipis 3-2. Rekor buruk ini seolah menjadi "kutukan" yang harus dipatahkan oleh Megawati Hangestri jika ingin mengamankan posisi timnya di puncak klasemen Proliga 2026.
Persaingan Top Skor Memanas
Selain duel tim, laga ini juga menjadi panggung pembuktian bagi para mesin pencetak poin. Dalam daftar top skor sementara Proliga 2026, dominasi legiun asing masih terasa. Neriman Ozsoy dari Jakarta Elektrik PLN memimpin jauh dengan 238 poin. Namun, persaingan di papan tengah daftar top skor melibatkan pemain-pemain kunci dari laga JPE vs Gresik Petrokimia.
JPE memiliki Janaerban di peringkat ketiga (193 poin) dan Wilma Salas di peringkat keempat (190 poin). Sementara itu, Megawati Hangestri saat ini berada di peringkat ketujuh dengan torehan 180 poin. Di kubu lawan, Gresik Petrokimia mengandalkan ketajaman Anime Tem yang duduk di peringkat keenam dengan 185 poin. Duel ketajaman antara Megawati dan Anime Tem di depan net akan menjadi bumbu penyedap laga yang sayang untuk dilewatkan.
Dengan segala pertaruhan yang ada—mulai dari gengsi, rekor pertemuan, hingga tahta klasemen—pertandingan pada 26 Februari nanti dipastikan bakal menjadi salah satu laga terbaik di Proliga musim ini. Volimania wajib mencatat tanggalnya dan menjadi saksi sejarah perebutan kekuasaan voli putri Indonesia.(*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar